Populasi Nyamuk Ber-Wolbachia di Yogya Capai 80 Persen

AKURAT.CO, Populasi nyamuk aedes aegypti berwolbachia di Yogyakarta mencapai 80 persen dari total nyamuk yang ada. Nyamuk aedes aegypti berwolbachia ini berguna dalam menekan jumlah nyamuk penyebab demam berdarah dengue (DBD).
Peneliti Utama Eliminate Dengue Project (EDP) Yogyakarta Adi Utarini mengatakan, bulan ini EDP Yogyakarta menarik 8.000 ember berisi telur nyamuk Aedes aegypti ber-wolbachia dari beberapa wilayah di Kota Yogyakarta. Ribuan ember tersebut dititipkan di sejumlah lokasi sejak Maret lalu.
Menurut dia, akhir tahun ini, semua ember ditarik karena nyamuk tersebut dinilai sudah dapat berkembang biak secara alami di wilayah penitipan.
"Penarikan ini dilakukan karena persentase populasi nyamuk ber-wolbachia sudah mencapai 80 persen," katanya di Balaikota Yogyakarta, Selasa (19/12).
Utarini mengatakan, meski sudah ditarik namun perkembangbiakan nyamuk wolbachia di lokasi yang sudah disebar terus dipantau. Pemantauan juga termasuk jumlah kasus demam berdarah apabila ada warga yang terjangkit.
Menurut dia, keberadaan nyamuk berwolbachia ini bisa dilihat hasilnya dalam menekan angka penderita demam berdarah pada 2019 mendatang.
"Kita tunggu pengaruh nyamuk berwobachia, apakah mampu menekan angka penderita demam berdarah," ungkapnya.
Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta Agus Sudrajat mengatakan, jumlah penyakit DBD di Yogyakarta terus berkurang. "Nyamuk Aedes aegypti ber-wolbachia mampu menekan angka kejadian DBD di Kota Yogyakarta," tegasnya.
Dia mengatakan, tahun ini angka kejadian DBD di Kota Yogyakarta mengalami penurunan yang signifikan. Hal ini tentu pengaruh nyamuk ber-wolbachia yang sudah disebar di sejumlah lokasi di Kota Yogyarkarta.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Trump Akui AS Kembali Serang Iran, Sistem Pertahanan Udara Dihancurkan dalam Hitungan Menit
- 2Moto3 Qatar, Hiroshi Aoyama Terima Penalti Veda Ega Pratama, Tegaskan 'Feeling' Pembalap Bagus
- 3Jadwal MotoGP Qatar 2026 Terbaru, Cek Jam Tayang Sprint Race dan Balapan Utama
- 4Kalender Jawa 6 November 2026: Weton Jumat Pahing, Wataknya Dikenal Gigih dan Ambisius
- 5Arab Saudi Ikuti Jejak Timnas Indonesia, Batalkan Laga Melawan Yordania
- 6KPK Sita Rp2 Miliar dari Dirut KAI Bobby Rasyidin dalam Korupsi Digitalisasi SPBU
- 7Kapten Melbourne Victory Lompat Pagar, Labrak Suporter Usai Timnya Dipermalukan Persib
- 8Ditekan Anggota Kongres, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth Tegaskan Menolak Pemakzulan
- 9Prabowo Terima Surat Kepercayaan 11 Duta Besar LBBP Negara Sahabat, Ini Daftarnya
- 10Istana: Penyadapan yang Dilakukan Listyo Sigit Mengarah Perbuatan Makar




