Akurat Logo

Populasi Nyamuk Ber-Wolbachia di Yogya Capai 80 Persen

Khaerul S | 19 Desember 2017, 21:15 WIB
Populasi Nyamuk Ber-Wolbachia di Yogya Capai 80 Persen

AKURAT.CO, Populasi nyamuk aedes aegypti berwolbachia di Yogyakarta mencapai 80 persen dari total nyamuk yang ada. Nyamuk aedes aegypti berwolbachia ini berguna dalam menekan jumlah nyamuk penyebab demam berdarah dengue (DBD).

Peneliti Utama Eliminate Dengue Project (EDP) Yogyakarta Adi Utarini mengatakan, bulan ini EDP Yogyakarta menarik 8.000 ember berisi telur nyamuk Aedes aegypti ber-wolbachia dari beberapa wilayah di Kota Yogyakarta. Ribuan ember tersebut dititipkan di sejumlah lokasi sejak Maret lalu.

Menurut dia, akhir tahun ini, semua ember ditarik karena nyamuk tersebut dinilai sudah dapat berkembang biak secara alami di wilayah penitipan.

"Penarikan ini dilakukan karena persentase populasi nyamuk ber-wolbachia sudah mencapai 80 persen," katanya di Balaikota Yogyakarta, Selasa (19/12).

Utarini mengatakan, meski sudah ditarik namun perkembangbiakan nyamuk wolbachia di lokasi yang sudah disebar terus dipantau. Pemantauan juga termasuk jumlah kasus demam berdarah apabila ada warga yang terjangkit.

Menurut dia, keberadaan nyamuk berwolbachia ini bisa dilihat hasilnya dalam menekan angka penderita demam berdarah pada 2019 mendatang. 

"Kita tunggu pengaruh nyamuk berwobachia, apakah mampu menekan angka penderita demam berdarah," ungkapnya.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta Agus Sudrajat mengatakan, jumlah penyakit DBD di Yogyakarta terus berkurang. "Nyamuk Aedes aegypti ber-wolbachia mampu menekan angka kejadian DBD di Kota Yogyakarta," tegasnya.

Dia mengatakan, tahun ini angka kejadian DBD di Kota Yogyakarta mengalami penurunan yang signifikan. Hal ini tentu pengaruh nyamuk ber-wolbachia yang sudah disebar di sejumlah lokasi di Kota Yogyarkarta.[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Khaerul S
A