Industri Game Global Hadapi Gelombang PHK Baru, Biaya Produksi Jadi Beban Utama

AKURAT.CO Industri game global kembali diguncang gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) setelah sejumlah studio besar memangkas tenaga kerja di awal 2026.
Dalam laporan Reuters, analis industri menyebut lonjakan biaya pengembangan game modern sebagai faktor utama yang menekan profitabilitas, meskipun jumlah pemain secara global terus meningkat.
Studio game kini menghadapi tekanan dari anggaran pengembangan yang membengkak akibat tuntutan grafis tinggi, konten berkelanjutan, dan pemasaran global.
Mat Piscatella, analis industri game dari Circana, mengatakan bahwa biaya membuat game kelas atas kini tumbuh lebih cepat daripada pertumbuhan pendapatannya, sehingga banyak perusahaan terpaksa melakukan restrukturisasi untuk bertahan.
PHK ini mencerminkan perubahan struktural dalam industri game, dari model penjualan satu kali ke layanan berkelanjutan (live service). Banyak studio kesulitan menjaga pendapatan stabil ketika pemain mulai selektif dalam menghabiskan waktu dan uang.
Selain itu, persaingan ketat dari game gratis (free-to-play) membuat margin keuntungan semakin tertekan. Para pengamat menilai industri game masih akan tumbuh, tetapi dengan struktur yang lebih ramping dan fokus pada efisiensi.
Ke depan, keberhasilan studio tidak hanya ditentukan oleh popularitas game, melainkan kemampuan mengelola biaya jangka panjang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.







