Bahaya Roblox Mengintai Keamanan Anak, Ini yang Perlu Diketahui Orang Tua

AKURAT.CO Roblox menjadi salah satu platform game online yang paling populer di kalangan anak-anak dan remaja. Banyak anak menghabiskan waktu bermain berbagai game yang tersedia di dalamnya.
Tingginya jumlah pengguna usia muda membuat Roblox tidak lepas dari risiko keamanan digital. Platform ini bahkan menghadapi sejumlah kritik dan tuntutan hukum terkait perlindungan anak.
Roblox bukan hanya permainan tunggal, melainkan platform yang menampung ribuan game buatan pengguna. Setiap game memiliki konten berbeda, sehingga tingkat keamanan dan kesesuaiannya juga bervariasi.
Karena itu, orang tua tidak cukup hanya mengetahui bahwa anak bermain Roblox. Orang tua perlu memahami game apa yang dimainkan untuk menilai apakah kontennya sesuai dengan usia anak.
Meskipun memiliki rating usia remaja, konten di Roblox tidak selalu seragam. Pengawasan orang tua tetap diperlukan agar anak tidak terpapar konten yang tidak pantas.
Roblox menyediakan fitur kontrol orang tua yang membuat pengaturan akun anak menjadi lebih aman. Fitur ini mencakup pembatasan konten, pengaturan komunikasi, serta pemantauan aktivitas bermain.
Mulai 2026, Roblox menerapkan sistem verifikasi usia untuk mengakses fitur obrolan. Sistem ini membatasi interaksi pengguna berdasarkan kelompok usia yang telah ditentukan, sebagaimana dikutip dari laman resminya, Senin (2/2/2026).
Verifikasi usia dilakukan melalui teknologi pemindaian wajah yang dikelola pihak ketiga. Meski diklaim aman, sistem ini masih menimbulkan kekhawatiran terkait privasi dan potensi penyalahgunaan.
Orang tua juga dapat memblokir game tertentu, membatasi tema sensitif dan mengatur daftar pertemanan anak. Pengaturan ini membantu mengurangi risiko interaksi dengan pihak yang tidak dikenal.
Secara keseluruhan, Roblox menawarkan fitur keamanan yang cukup lengkap bagi pengguna muda. Namun, perlindungan anak tetap bergantung pada peran aktif orang tua dalam mengatur dan mengawasi penggunaan platform.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









