Akurat Logo

Samsung Dikabarkan Pangkas Produksi HP Galaxy hingga 30 Persen

Winna Wandayani | 9 Oktober 2026, 20:12 WIB
Samsung Dikabarkan Pangkas Produksi HP Galaxy hingga 30 Persen
Samsung Galaxy S25 (Samsung.com)

AKURAT.CO Samsung dikabarkan akan mengurangi produksi smartphone Galaxy hingga 30 persen sampai akhir 2026. Upaya ini diduga berkaitan dengan kenaikan harga komponen memori yang membebani biaya produksi perangkat.

Samsung sebelumnya menargetkan produksi sekitar 270 juta unit smartphone sepanjang 2026. Namun, target tersebut kini diperkirakan turun hingga sedikit di atas 200 juta unit, sebagaimana dikutip dari MoneyToday, Jumat (9/10/2026).

Kenaikan harga RAM menjadi salah satu faktor utama di balik keputusan tersebut. Laporan itu menyebut harga RAM 12GB telah meningkat 175 persen dibandingkan tahun lalu.

Harga komponen tersebut juga diperkirakan kembali naik sekitar 20 persen pada kuartal III dan IV 2026 dibandingkan kuartal sebelumnya. Kondisi ini membuat biaya produksi smartphone semakin tinggi, termasuk bagi Samsung yang juga bergerak di industri memori.

Meski menjadi salah satu pemain besar di pasar memori, divisi smartphone Samsung tetap menghadapi tekanan biaya. Pasalnya, kenaikan harga komponen turut memengaruhi pengeluaran untuk memproduksi perangkat Galaxy.

Laporan tersebut bahkan menyebut Samsung tidak memperoleh keuntungan dari penjualan smartphone Galaxy. Namun, pernyataan ini belum menjelaskan secara rinci apakah kondisi tersebut berlaku untuk seluruh lini produk atau hanya model tertentu.

Perangkat premium seperti Galaxy S26 Ultra dan Galaxy Z Fold 8 berpotensi memiliki margin keuntungan yang berbeda. Karena itu, laporan tersebut tidak berarti semua HP Galaxy dijual tanpa keuntungan.

Tekanan biaya juga terjadi menjelang akhir tahun, saat peluncuran smartphone Samsung mulai melambat. Beberapa perangkat yang dirilis sebelumnya pun memasuki periode penjualan yang lebih panjang.

Kenaikan harga komponen diduga menjadi salah satu alasan Samsung menyesuaikan harga smartphone. Jika biaya terus meningkat, perusahaan harus memilih antara menaikkan harga jual atau mengurangi margin keuntungan.

Kabarnya, divisi mobile Samsung mengalami kerugian hingga 19 triliun won pada kuartal III 2026. Angka tersebut setara dengan sekitar Rp253,35 triliun, tetapi masih berupa perkiraan dalam laporan dan bukan hasil keuangan resmi perusahaan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.