Jangan Panik! Ini yang Harus Dilakukan Jika Laptop Terkena Air

AKURAT.CO Laptop yang terkena air sering kali menjadi mimpi buruk bagi banyak orang. Tumpahan kopi di meja kerja atau air mineral yang tidak sengaja jatuh, dapat membuat jantung pengguna berdebar karena takut laptop kesayangan rusak permanen.
Namun jika ditangani dengan cepat dan benar, peluang untuk menyelamatkan perangkat masih sangat besar. Dilansir dari Ascendant, tindakan cepat setelah laptop terkena air sangatlah penting.
Langkah pertama, adalah mematikan laptop segera untuk mencegah arus listrik menyebabkan korsleting pada komponen di dalamnya. Pengguna disarankan mencabut semua kabel dan melepas baterai jika memungkinkan.
Baca Juga: Cara Mudah Bersihkan Dispenser Air agar Bebas Jamur, Cukup Pakai Bahan-bahan di Dapur
Hal ini bertujuan agar tidak ada aliran listrik yang tersisa yang dapat memperparah kerusakan. Air yang masuk ke dalam komponen bisa menyebabkan hubungan arus pendek dan mempercepat korosi jika dibiarkan terlalu lama.
Jika laptop sudah dimatikan dan dilepas baterainya, pengguna harus segera mengeringkan bagian yang basah tanpa menyalakan kembali perangkat tersebut.
Laptop sebaiknya dibiarkan dalam posisi terbalik, agar air bisa keluar melalui celah keyboard atau ventilasi bawah. Air yang tersisa tidak akan meresap lebih dalam ke bagian motherboard atau chip sensitif lainnya.
Baca Juga: Wisata Tersembunyi di Solo yang Jarang Diketahui Traveler
Berikut cara cepat menyelamatkan laptop agar tidak rusak permanen:
1. Matikan laptop dan cabut sumber listrik
Segera tekan tombol daya hingga laptop benar-benar mati. Cabut kabel charger serta semua perangkat eksternal seperti mouse, USB, atau headset.
Langkah ini dilakukan untuk menghentikan aliran listrik, dan mencegah korsleting yang bisa memperparah kerusakan pada papan sirkuit.
2. Lepas baterai bila memungkinkan
Jika laptop Anda memiliki baterai yang bisa dilepas, keluarkan segera. Ini membantu memutus total arus listrik dari dalam perangkat. Komponen laptop sangat rentan terhadap kerusakan listrik setelah kontak dengan air, sehingga setiap sumber daya harus segera dihentikan.
3. Balikkan posisi laptop agar air bisa keluar
Letakkan laptop dalam posisi terbalik seperti bentuk tenda (membentuk huruf A) di atas permukaan datar. Posisi ini membantu air mengalir keluar dari celah keyboard dan bagian bawah perangkat. Hindari mengguncang laptop karena bisa membuat cairan menyebar ke area yang lebih dalam.
4. Keringkan bagian luar dengan kain lembut atau mikrofiber
Gunakan kain lembut yang mampu menyerap air dengan baik untuk mengelap bagian luar laptop. Jangan menekan terlalu keras atau menggunakan tisu kasar karena dapat merusak lapisan keyboard.
Hindari juga penggunaan hair dryer dengan panas tinggi karena suhu berlebihan bisa melelehkan komponen plastik dan merusak sirkuit.
Baca Juga: 5 Tips Mediasi agar Sukses dan Membuahkan Hasil dalam Perspektif Islam
5. Gunakan bantuan udara alami untuk pengeringan
Biarkan laptop di tempat kering dan memiliki sirkulasi udara baik selama 24-48 jam. Anda bisa menaruhnya di dekat kipas angin atau menggunakan dehumidifier agar proses pengeringan berjalan lebih cepat.
Jangan pernah menyalakan laptop selama proses ini berlangsung karena risiko korsleting masih tinggi jika masih ada sisa air di dalam.
6. Periksa kondisi setelah pengeringan dan tes dengan hati-hati
Setelah dua hari, pastikan laptop benar-benar kering sebelum menyalakannya. Jika laptop tidak menyala, layar tidak tampil, atau tombol tidak berfungsi, segera bawa ke teknisi profesional.
Teknisi biasanya akan membuka casing laptop, memeriksa korosi, membersihkan papan sirkuit, serta mengganti bagian yang rusak bila diperlukan.
Jangan panik saat tumpahan terjadi, reaksi cepat dan tindakan tepat adalah kunci utama untuk menyelamatkan perangkat dari kerusakan fatal. Biasakan menjaga jarak antara minuman dan perangkat elektronik Anda agar kejadian serupa tidak terulang.
Laporan: Salsabilla Nur Wahdah/Magang
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









