Akurat

COCO BALI, Minuman Asal Dewata yang Bersiap Menembus Pasar Global

Oktaviani | 7 Januari 2026, 13:40 WIB
COCO BALI, Minuman Asal Dewata yang Bersiap Menembus Pasar Global

AKURAT.CO Industri minuman siap saji global terus berkembang seiring perubahan gaya hidup konsumen yang kian mengedepankan aspek kesehatan, kepraktisan, serta nilai cerita di balik sebuah produk.

Dalam dinamika tersebut, sejumlah merek lokal mulai melihat peluang untuk memperluas jangkauan ke pasar internasional, termasuk dari Bali.

Salah satu inisiatif yang tengah disiapkan datang dari COCO BALI, produk minuman ready to drink (RTD) yang dikembangkan dengan membawa identitas Bali sebagai bagian dari pendekatan produknya.

COCO BALI dirancang untuk menjawab tren global, khususnya di segmen konsumen yang mencari minuman praktis dengan karakter rasa ringan dan berbasis bahan alami.

COCO BALI merupakan hasil kolaborasi antara PT Lovina Beach Brewery Tbk dan COCO BALI PTE LTD yang berbasis di Singapura.

Kerja sama ini tidak hanya menghadirkan satu produk, tetapi juga mencakup pengembangan tiga merek yang ditujukan untuk segmen pasar berbeda, dengan fokus utama pada ekspansi internasional.

Selain COCO BALI RTD, kolaborasi tersebut juga melahirkan CLARISSA Liqueur dan LIBARRON Whisky.

Baca Juga: Polisi Malaysia Terima 45 Laporan Terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen 7 Pemain Naturalisasi Harimau Malaya

Ketiga produk ini dikembangkan dengan pendekatan serupa, yakni pemanfaatan bahan baku lokal, proses produksi yang disesuaikan dengan standar global, serta positioning bagi konsumen internasional yang mencari produk dengan latar cerita yang kuat.

Direktur Utama PT Lovina Beach Brewery Tbk, Bona Budhisurya, menyampaikan, langkah ini sejalan dengan prospek industri makanan dan minuman nasional yang masih menunjukkan tren pertumbuhan positif.

Ia menjelaskan, perubahan pola konsumsi masyarakat urban turut mendorong pengembangan produk tersebut.

Urbanisasi, mobilitas tinggi, serta meningkatnya kesadaran terhadap gaya hidup sehat memengaruhi preferensi konsumen terhadap minuman yang praktis dan transparan dari sisi bahan baku.

“Konsumen sekarang semakin selektif. Faktor seperti kandungan gula, bahan baku, dan fungsi produk menjadi pertimbangan utama,” ujar Bona dalam konferensi pers peluncuran produk di Bali, beberapa waktu yang lalu.

COCO BALI RTD dikembangkan menggunakan bahan alami dengan varian sparkling agave dan golden salak berbasis coconut kopyor.

Sejumlah bahan baku diperoleh dari perkebunan agave yang dikelola PT Lovina Beach Brewery Tbk di kawasan Nusa Penida, Bali. Pendekatan ini sekaligus bertujuan menjaga keterkaitan produk dengan daerah asalnya.

Creative Director COCO BALI RTD, Natalia Sumasto Tjia, mengatakan pengembangan produk dilakukan dengan mempertimbangkan pengalaman konsumen secara menyeluruh.

“Kami ingin menghadirkan rasa yang familiar dengan Bali, namun dikemas dalam format yang sesuai dengan gaya hidup modern,” jelasnya.

Dari sisi distribusi, COCO BALI RTD tidak hanya menyasar ritel modern, tetapi juga sektor hospitality seperti hotel, beach club, serta travel retail. Kanal tersebut dinilai efektif untuk menjangkau konsumen internasional yang berkunjung ke Bali.

Sementara itu, CLARISSA Liqueur dikembangkan untuk segmen minuman beralkohol premium dengan karakter rasa yang lebih ringan, menyasar konsumen yang mencari alternatif dengan profil rasa halus.

Baca Juga: Resmi Pamit! Doraemon Tak Lagi Tayang di TV Nasional Setelah 35 Tahun, Ini Alasannya

Adapun LIBARRON Whisky dikembangkan sebagai produk spirit yang diproduksi di Bali dengan pendekatan kolaboratif untuk pasar global.

LIBARRON sempat mencuri perhatian setelah meraih penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) atas kolaborasinya dengan Museum Van Gogh melalui edisi terbatas bertema Starry Night. Produk edisi khusus tersebut diproduksi sebanyak 1.889 botol untuk pasar global.

Inisiatif ini menunjukkan upaya memperluas peran Bali, tidak hanya sebagai destinasi pariwisata, tetapi juga sebagai basis produksi minuman yang ditujukan ke pasar internasional.

Dengan strategi produk yang tersegmentasi serta jaringan distribusi yang mulai dibangun, ketiga merek ini mencerminkan langkah produsen lokal dalam merespons peluang pasar global.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.