Libur Nataru di Bali Nyaman, Ini Rekomendasi Kuliner Halal Cocok Dinikmati Bersama Keluarga

AKURAT.CO Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) selalu menjadi puncak kunjungan wisata di Pulau Dewata.
Pantai, kawasan seni, hingga pusat hiburan dipadati wisatawan dari berbagai daerah dan latar belakang.
Meski dikenal dengan kuliner yang kerap menggunakan daging babi dan bumbu khas Bali, Pulau Dewata sejatinya menawarkan banyak pilihan makanan halal.
Bahkan, dalam beberapa tahun terakhir, kuliner halal di Bali berkembang bukan hanya sebagai alternatif, melainkan bagian dari pengalaman wisata yang utuh, sesuai suasana liburan akhir tahun.
Baca Juga: Jelang Malam Tahun Baru, ASDP Pastikan Layanan Jawa–Bali Aman dan Lancar
Mengapa Kuliner Halal di Bali Semakin Dicari Saat Nataru?
Lonjakan wisatawan saat Nataru membuat kebutuhan makanan yang praktis, aman, dan nyaman semakin meningkat.
Bagi wisatawan Muslim, kejelasan menu menjadi faktor penting agar liburan bisa dinikmati tanpa rasa khawatir.
Selain itu, momen akhir tahun identik dengan makan bersama, berbagi hidangan, dan menikmati waktu santai setelah seharian berkeliling destinasi wisata.
Kondisi ini mendorong banyak rumah makan dan warung di Bali terutama di kawasan wisata yang menyediakan menu halal dengan komposisi yang jelas dan mudah dikenali.
Baca Juga: Wamenkop: Bali Jadi Teladan Nasional Ekonomi Koperasi Berbasis Budaya
Rekomendasi Kuliner Halal yang Cocok untuk Suasana Libur Nataru
1. Olahan Ayam dan Bebek
Menu berbahan dasar ayam dan bebek menjadi pilihan paling aman sekaligus paling banyak dicari wisatawan Muslim.
Di berbagai sudut Bali, wisatawan dapat menemukan ayam betutu halal, ayam bakar taliwang, ayam goreng lengkuas, hingga bebek goreng sambal matah versi halal.
Menu-menu ini biasanya disajikan bersama nasi hangat, sambal, dan sayuran, sehingga cocok dinikmati saat makan malam keluarga.
Cita rasa rempah yang kuat memberi sensasi hangat, pas disantap ketika malam tahun baru dengan udara pantai yang mulai dingin.
2. Seafood Halal
Bagi banyak wisatawan, liburan ke Bali belum lengkap tanpa menikmati hidangan laut.
Ikan bakar, gurame bakar, kakap bakar sambal dabu-dabu, cumi bakar madu, hingga udang saus padang menjadi menu favorit yang relatif aman dikonsumsi.
Restoran seafood umumnya memperbolehkan pengunjung memilih langsung bahan segar sebelum dimasak.
Menikmati seafood halal di tepi pantai, sambil menunggu pesta kembang api malam tahun baru, menjadi pengalaman yang banyak diburu wisatawan.
3. Nasi Campur Halal
Untuk wisatawan yang memiliki agenda padat, nasi campur ayam Bali, nasi ayam suwir, atau nasi goreng seafood menjadi pilihan praktis. Menu ini mudah ditemukan, cepat disajikan, dan cukup mengenyangkan untuk melanjutkan perjalanan.
Nasi campur halal biasanya berisi nasi putih, ayam goreng atau suwir, telur, sayur, dan sambal, sehingga cocok untuk makan siang rombongan atau keluarga dengan anak-anak.
4. Warung Khas Jawa dan Lombok
Di kawasan wisata Bali, warung makan khas Jawa dan Lombok menjadi penyelamat wisatawan Muslim.
Menu seperti soto ayam, rawon daging sapi, sate ayam, ayam taliwang, hingga plecing kangkung mudah ditemukan dengan harga yang relatif terjangkau.
Selain rasanya akrab di lidah, makanan ini fleksibel dinikmati kapan saja baik pagi hari sebelum berwisata, siang hari, maupun malam hari setelah lelah berkeliling.
5. Hidangan Berkuah Hangat untuk Malam Hari
Saat malam pergantian tahun, banyak wisatawan memilih makanan berkuah hangat seperti sop ayam kampung, tongseng ayam, gulai ayam, atau bakso sapi.
Selain menghangatkan tubuh, hidangan ini juga terasa lebih ringan dan nyaman disantap bersama keluarga, termasuk anak-anak dan orang tua.
Menu berkuah menjadi pilihan favorit bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana malam tanpa harus makan terlalu berat.
6. Jajanan Halal untuk Santai Sore dan Malam
Liburan juga identik dengan camilan.
Di Bali, wisatawan Muslim dapat menikmati pisang goreng, jagung bakar, martabak manis, martabak telur ayam, hingga siomay ikan. Kudapan ini cocok disantap sore hari sambil menunggu matahari terbenam atau sebagai teman berbincang di malam hari.
Untuk minuman, es kelapa muda, es campur, dan teh hangat menjadi pilihan yang menyegarkan sekaligus aman.
Ajak Siapa agar Wisata Kuliner Lebih Berkesan?
Wisata kuliner halal di Bali paling pas dinikmati bersama keluarga atau kerabat dekat.
Menu-menu seperti seafood bakar, nasi liwet ayam, atau ayam betutu halal kerap menjadi hidangan berbagi yang mempererat suasana kebersamaan.
Bagi rombongan, makan bersama sering kali menjadi momen paling diingat dari liburan.
Jam makan saat Nataru biasanya lebih padat dibanding hari biasa.
Untuk menghindari antrean panjang, wisatawan disarankan makan lebih awal, terutama untuk makan malam.
Waktu sore hingga menjelang magrib juga ideal untuk berburu kuliner santai.
Bagaimana Memastikan Kuliner Tetap Aman dan Nyaman?
Langkah paling aman adalah memilih menu yang jelas berbahan dasar ayam, ikan, atau seafood, serta tidak ragu bertanya langsung kepada penjual.
Banyak pelaku usaha kuliner di Bali kini terbuka dan memahami kebutuhan wisatawan Muslim.
Libur Natal dan Tahun Baru di Bali tidak harus menjadi pengalaman yang merepotkan.
Justru, wisata kuliner halal bisa menjadi bagian paling hangat dan berkesan dari liburan akhir tahun di Pulau Dewata.
Mutiara MY (Magang)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









