Akurat

Targetkan Net Zero Emission, Nestle Indonesia Dorong Pangan Berkelanjutan

Leo Farhan | 5 November 2025, 18:58 WIB
Targetkan Net Zero Emission, Nestle Indonesia Dorong Pangan Berkelanjutan

AKURAT.CO Nestlé Indonesia menegaskan komitmennya terhadap masa depan pangan berkelanjutan melalui inovasi, gizi, dan kepemimpinan inklusif. Sejak beroperasi di Indonesia pada 1971, Nestlé terus menghadirkan produk bergizi seperti DANCOW, MILO, BEAR BRAND, dan NESCAFÉ, sambil menerapkan praktik bisnis berkelanjutan.

“Tujuan kami untuk meningkatkan kualitas hidup dan mendukung pola makan seimbang terus menjadi pendorong utama hingga saat ini, dengan kehadiran di 185 negara di seluruh dunia, termasuk Indonesia,” ujar Cristina Macina, Director of Communications Nestlé Zone Asia, Oceania, and Africa (AOA) dalam acara Media Luncheon di Wisma Habibie & Ainun, Jakarta Selatan.

Menurut Cristina, Indonesia memiliki peran strategis dalam misi global Nestlé. “Melalui kolaborasi dengan peternak sapi perah rakyat dan petani kopi rakyat serta berbagai inisiatif dan program Creating Shared Value, Nestlé Indonesia menunjukkan bagaimana nilai-nilai global dapat diwujudkan secara lokal,” ujarnya.

Menuju Net Zero Emission

Nestlé menargetkan Net Zero Emission pada 2050, dengan pengurangan emisi 20% pada 2025 dan 50% pada 2030. Di Indonesia, langkah konkret meliputi pembangunan 8.700 digester biogas, pengembangan 15 TPS3R di Karawang, dan penggunaan boiler biomassa berbahan sekam padi.

Sistem 3R (Reduce, Reuse, Recycle) juga diterapkan untuk memperkuat ketahanan sumber daya alam. Nestlé bermitra dengan lebih dari 14.000 peternak sapi perah rakyat di Jawa Timur, menyediakan akses pembiayaan, teknologi, dan pelatihan guna meningkatkan kualitas dan produktivitas susu.

Melalui Program Bantuan Gizi di Pasuruan, Batang, dan Karawang, Nestlé membantu upaya pencegahan stunting dengan edukasi gizi keluarga. Pada 2024, Nestlé telah menyediakan lebih dari 198 miliar sajian makanan dan minuman diperkaya mikronutrien seperti zat besi, zinc, dan yodium.

“Sebagai bagian dari Nestlé Group, Nestlé Indonesia telah beroperasi selama lebih dari 50 tahun di Tanah Air dengan empat pabrik dan lebih dari 150 SKU,” ujar Sufintri Rahayu. Ia menambahkan bahwa berbagai inisiatif seperti keberlanjutan, pemberdayaan perempuan, serta keragaman dan inklusi terus diperkuat di Indonesia.

Menurut laporan Nestlé Global CSV & Sustainability Report 2024, perempuan kini menduduki 38,5% posisi Dewan Eksekutif dan 47,4% posisi manajerial secara global, sementara di Indonesia mencapai 40%.

Nestlé Indonesia berkomitmen melanjutkan kolaborasi dengan pemerintah, mitra bisnis, dan masyarakat untuk menciptakan sistem pangan yang tangguh, sehat, dan berkelanjutan bagi generasi mendatang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.