Viral Jastip Sushi, Ini Tanda-tanda dan Risiko Mengonsumsi Sushi Basi

AKURAT.CO Beranda media sosial sedang dipadati oleh seorang perempuan yang sedang mengeluh tentang pesanan sushi-nya yang sudah bau busuk dan basi.
Hal ini membuat netizen heran karena perempuan tersebut ternyata melakukan jastip sushi dari Bali ke Jakarta.
Ketika membuka kemasan, aroma amis dan busuk menyebar ke seluruh ruangan.
Meskipun sushi tersebut sudah berbau tidak sedap, ia tetap mencoba untuk memakannya, namun kemudian merasa mual.
Bau yang tidak enak dan rasa asam dari sushi itu menimbulkan ekspresi ingin muntah.
Bahan utama yang digunakan dalam sushi sangat berpengaruh terhadap masa simpan dan metode penyimpanannya.
Food and Drug Administration (FDA) merekomendasikan agar sushi tidak dibiarkan pada suhu ruangan lebih dari dua jam.
Baca Juga: Timnas Inggris Dikalahkan Yunani, Lee Carsley Isyaratkan Ingin Kembali ke Tim U-21
Jika sushi berada di luar ruangan dengan suhu melebihi 32 derajat Celcius, sebaiknya tidak dibiarkan lebih dari satu jam.
Rekomendasi ini berlaku untuk semua variasi sushi, baik yang mentah seperti sashimi maupun yang matang seperti tempura atau California roll.
Untuk menjaga keamanan, segera simpan sushi di lemari es setelah tiba.
Sushi mentah sebaiknya dimakan dalam waktu satu hingga dua hari setelah penyimpanan.
Sementara sushi matang bisa bertahan tiga sampai empat hari.
Namun, jika sushi mulai mengeluarkan bau tidak sedap, berubah warna atau teksturnya menjadi berlendir, sebaiknya jangan dimakan.
Itu adalah tanda-tanda bahwa makanan tersebut sudah tidak layak konsumsi.
Berikut beberapa cara untuk menentukan apakah sushi sudah basi atau belum:
Bau
Sushi yang sudah rusak biasanya mengeluarkan bau tidak sedap.
Jika Anda menyimpan sushi di lemari es, pastikan untuk mencium baunya sebelum menikmatinya.
Tampilan yang Buruk
Sushi segar memiliki warna yang cerah. Jika sushi mulai menunjukkan tanda-tanda pembusukan, warnanya bisa berubah, salah satunya karena pertumbuhan jamur.
Baca Juga: Peran Nyata Ketua Yayasan JHL Merah Putih Menyongsong Pemerintahan Prabowo Subianto
Kehadiran Lendir
Ikan mentah dan makanan laut, termasuk sushi dan sashimi, lebih rentan terhadap parasit dan bakteri yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia.
Salah satu risiko serius dari mengonsumsi sushi basi adalah anisakidosis, yaitu infeksi larva di usus, yang sering terjadi akibat sushi yang terkontaminasi salmonella.
Gejala yang mungkin muncul setelah mengonsumsi sushi basi meliputi:
- Diare
- Muntah
- Mual
- Kram perut. (Maulida Sahla Sabila)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 3Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 4Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 5Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 6Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 7Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 8Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 9BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T
- 10KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat







