AKURAT.CO Kue Keranjang, yang juga dikenal sebagai Nian Gao, adalah hidangan manis yang selalu hadir dalam perayaan Tahun Baru Imlek.
Di balik rasanya yang manis dan teksturnya yang lengket, kue keranjang memiliki makna khusus dan simbolisme yang mendalam.
Sejarah Kue Keranjang
Sejarah kue keranjang dapat ditelusuri kembali ke zaman Dinasti Ming, lebih dari 600 tahun yang lalu.
Pada masa itu, orang China mulai mengenal konsep “tahun” dan menghubungkannya dengan perayaan Imlek.
Kue keranjang kemudian menjadi bagian integral dari perayaan ini karena bentuknya yang bulat dan lembut, yang melambangkan kesatuan dan keberuntungan.
Baca Juga: Makanan Khas Tahun Baru Imlek, Ini Asal Usul Kue Keranjang
Makna Kue Keranjang
- Nian Gao saat dilafalkan dalam bahasa Mandarin memiliki bunyi yang sama dengan kalimat “tahun yang lebih tinggi”.
- Kata “nian” berarti “lengket” yang serupa dengan bunyi kata “tahun”, sementara “gao” adalah “kue” yang serupa dengan bunyi kata “tinggi”.
- Oleh karena itu, kue keranjang melambangkan panjang umur dan peningkatan dari tahun ke tahun. Bagi anak muda, nian gao diharapkan membawa promosi jabatan atau pendapatan yang lebih tinggi.
- Sedangkan untuk anak-anak, kue keranjang juga menjadi lambang pertumbuhan.
Bahan dan Pembuatan Kue Keranjang
- Kue keranjang dibuat dari bahan utama seperti tepung beras ketan, tepung tang mien, dan gula merah.
- Campuran bahan ini dikukus dan dicetak menjadi bentuk kue keranjang.
- Hasilnya adalah kue dengan tekstur kenyal dan rasa manis legit.
- Di China, variasi kue keranjang bisa berbeda antardaerah.
- Di utara, misalnya, mereka makan kue keranjang warna putih, sedangkan di barat laut lebih terkenal kue keranjang kuning.
Tradisi Penyajian
- Kue keranjang biasanya dijadikan sesaji untuk sembahyang pada tujuh hari sebelum Tahun Baru Imlek, puncaknya pada malam Tahun Baru.
- Di Indonesia, kue keranjang juga menjadi hantaran wajib di klenteng saat perayaan Imlek.
- Ketika pelaut China mendarat di Indonesia, mereka akan mendirikan klenteng kecil sebagai ucapan syukur pada Dewa Bumi.
Kue Keranjang bukan hanya lezat, tetapi juga sarat dengan makna dan tradisi.
Semoga artikel ini membantu Anda lebih memahami kekayaan budaya di balik kue manis ini!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Demo BEM UI 28 Oktober 2026: Cek Lokasi, Jadwal, dan Informasi Terbaru
- 2Cara Daftar BLT Kesra Rp900 Ribu Akhir Oktober 2026, Cek Tahapannya
- 3UMKM Indonesia Bidik Pasar Global, LPEI Tawarkan Pembiayaan hingga Konsultasi Ekspor
- 4Lineup Jazz Goes to Campus 2026 Lengkap, Ada Kahitna hingga Maliq & D'Essentials
- 5Survei IPO: Gerindra Memimpin, PSI yang Diperkuat Jokowi di Posisi Sembilan
- 6Link Live Streaming Garudayaksa vs Persib Bandung Malam Ini, Klik di Sini!
- 7KPK Tegaskan Tak Sita atau Terima Pengembalian Rp40 Juta dari PCNU Terkait Muktamar NU
- 8Perbedaan Digital Citizen dan Citizen Journalism: Pengertian serta Karakteristiknya
- 9Auditor BPK Ungkap Enam Penyimpangan Yaqut Cholil Qoumas dalam Penetapan Kuota Haji Tambahan
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid di Kasus Suap HGB Summarecon








