Yakult Produk Israel Atau Bukan Dan Apakah Yakult Diboikot Bdnaash? Simak Sejarahnya

AKURAT.CO – Banyak pertanyaan muncul selama gerakan boikot produk Pro Israel diantaranya menanyakan apakah Yakult produk Israel atau bukan dan apakah Yakult diboikot.
Kedua pertanyaan ini yaitu apakah Yakult produk Israel atau bukan dan apakah Yakult diboikot timbul karena masyarakat Indonesia ingin keuntungan perusahaan digunakan untuk perdamaian.
Masyarakast pun berharap agar jawaban dari pertanyaan apakah Yakult produk Israel atau bukan dan apakah Yakult diboikot ini tentu hanya isapan jempol belaka.
Yakult sendiri sebagai produk minuman susu fermentasi yang dikenal dengan slogan saya minum dua Yakult tiap hari ini telah lama hadir di Indonesia.
Sebelum kita menelusuri Yakult, mari kita simak sejarahnya terlebih dahulu.
Baca Juga: Sunco Produk Mana dan Apakah Produk Israel? Ini Daftar Minyak Goreng Produk Indonesia
Sejarah Yakult
Sosok Dr. Minoru Shirota sebagai penemu Yakult perlu kita telaah terlebih dahulu. Beliau lahir di Iida-Shi, Nagano-ken, Jepang pada 23 April 1899.
Sejak kecil, Shirota kecil sudah bercita-cita untuk menjadi seorang dokter yang khusus mempelajari mikroorganisme dan virus.
Cita-citanya terwujud setelah ia lulus sebagai dokter dari Kyoto Imperial University Jepang pada 1925.
Kondisi Negeri Matahari Terbit saat itu tak sebaik sekarang. Banyak masyarakatnya yang sakit, mengalami gizi buruk, serta tak berumur panjang.
Hal inilah yang mendorong Dr. Minoru Shirota untuk mencari bakteri yang bisa mengatasi permasalahan negaranya tersebut.
Sampai akhirnya pada tahun 1930 di Laboratorium Mikrobiologi Kyoto Imperial University, Dr. Minoru Shirota berhasil mengkulturkan bakteri yang dinamakan Lactobacillus casei Shirota strain (LcS).
Bakteri ini diketahui dapat mencapai usus kecil dalam keadaan hidup dan bermanfaat bagi kesehatan manusia.
Bakteri inilah yang menjadi cikal bakal berdirinya perusahaan Yakult Honsha, produsen minuman susu fermentasi bernama Yakult pada 1935.
Nama Yakult sendiri diambil dari “jahuruto”, sebuah kata bahasa Esperanto yang berarti yogurt. Penamaan ini dikarenakan saat itu Yakult memiliki rasa yang mirip dengan yogurt.
Berawal dari kondisi negara Jepang dan niat mulianya, Dr, Minoru Shirota memproduksi Yakult dengan sebuah filosofi bernama Shirotaisme yaitu:
- Mencegah lebih baik dari mengobati
- Usus yang sehat adalah kunci umur panjang
- Membuat Yakult tersedia dan terjangkau di seluruh dunia
Baca Juga: Apakah Moonton Donasi Ke Israel, Ini 3 Game Developer Mobile Legends Tersebut
Yakult diterima di masyarakat Jepang dengan penuh sukacita. Jumlah orang yang mengonsumsi terus berkembang dan menjadi salah satu minuman ciri khas negaranya.
Keberhasilan ini tak semata-mata membuat Dr. Minoru Shirota puas.
Ia ingin Yakult dan manfaatnya untuk mewujudkan keinginan masyarakat hidup sehat terus dikenal di seluruh dunia.
Hingga akhirnya Yakult pertama kali dijual di luar Jepang pada 1964 di Taiwan.
Sekarang Yakult sudah tersedia di 40 negara dan wilayah serta dikonsumsi lebih dari 40 juta orang setiap harinya.
Baca Juga: Viral Bendera Palestina 1924 Ada Gambar Bintang Daud Mirip Israel, Cek Fakta!
Kehadiran Yakult di Indonesia
Di Tanah Air, Yakult mulai dipasarkan sejak tahun 1991 dengan pabrik yang terletak di Jl. Kiwi, Pasar Rebo, Jakarta Timur. Respons masyarakat Indonesia sangat baik.
Hingga akhirnya pada 1997 pabrik Yakult Indonesia dipindahkan ke Sukabumi, Jawa Barat.
Pabrik Yakult berada di bawah kaki Gunung Halimun Salak di Cicurug, Pasawahan, Sukabumi dipilih karena kualitas serta kuantitas air yang baik.
Hal ini penting guna menjaga kualitas Yakult selalu baik sejak diproduksi.
Permintaan Yakult di Indonesia pun semakin meluas.
Dari yang semula hanya di Pulau Jawa, kini berkembang hingga tersedia di hampir seluruh provinsi di Indonesia.
Kebutuhan masyarakat yang semakin besar membuat perusahaan meresmikan pabrik keduanya di kaki Gunung Penanggungan, Mojokerto pada 2014.
Saat ini Yakult Indonesia beroperasi di bawah lisensi Yakult Honsha Jepang 100%.
Dengan lebih dari 6.000 karyawan dan 11.000 Yakult Lady di seluruh Indonesia, Yakult Indonesia akan terus berupaya membantu menciptakan masyarakat Nusantara tetap sehat.
Penelusuran Bdnaash
Setelah kami menelusuri apakah keterlibatan Yakult dalam mendukung penjajahan Israel atas Palestina, ternyata ditemukan fakta mengejutkan terkait apakah Yakult produk Israel atau bukan dan apakah Yakult diboikot.
Berdasarkan ulasan yang telah kita bahas, Yakult di Indonesia memang produksi buatan dalam negeri, namun Bdnaash menyebut bahwa Yakult termasuk produk yang diboikot karena mendukung penjajahan Israel atas Palestina.
Tentu amat disayangkan jika memang benar adanya, perlu konfirmasi lebih lanjut dari pihak produsen Yakult untuk menjelaskan perihal tersebut.
Gerakan boikot produk pro Israel pun diperkuat dengan Fatwa MUI Nomor 83 Tahun 2023 tentang Hukum Dukungan terhadap Perjuangan Palestina.
Fatwa ini merekomendasikan umat Islam semaksimal mungkin menghindari penggunaan produk yang terafiliasi dengan Israel.
“Umat Islam dihimbau untuk semaksimal mungkin menghhindari transaksi dan penggunaan produk yang terafilitasi dengan Israel serta yang mendukung penjajahan dan zionisme, ” tegas Ketua MUI Bidang Fatwa, KH Asrorun Niam Sholeh, saat membacakan fatwa terbaru MUI tersebut di Kantor MUI, Jakarta, Jumat 10 November 2023.***
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









