Akurat

Cara Mengecek Perusahaan Yang Termasuk Dalam Fatwa MUI Boikot Produk Israel, Ada Danone Hingga Unilever

Rahman Sugidiyanto | 14 November 2023, 22:50 WIB
Cara Mengecek Perusahaan Yang Termasuk Dalam Fatwa MUI Boikot Produk Israel, Ada Danone Hingga Unilever

AKURAT.CO - Boikot terhadap produk pro Israel kini semakin mendapatkan perhatian publik, terlebih Majelis Ulama Indonesia (MUI) kini sudah mengeluarkan fatwa haram  terhadap produk Israel. 

MUI mengeluarkan fatwa ini sebagai bentuk mendukung dan membantu Palestina yang menjadi korban dari genosida yang dilakukan Israel. 

Lalu bagaimana cara mengecek suatu produk yang terafiliasi dengan Israel? Untuk memastikan suatu produk tersebut terafiliasi dengan Israel atau tidak kamu bisa melakukan langkah-langkah mudah ini. 

Kamu bisa mengecek melalui website Bdnaash, website ini punya data perusahaan yang terafiliasi dengan Israel dan pro Israel.

Baca Juga: Daftar Produk Danone Indonesia Yang Dituding Pro Israel, Gak Cuma Aqua Ada Susu Bayi Juga

Berikut cara mengecek perusahaan yang berafiliasi dengan Israel:

  1. Buka website bdnaash.com

  1. Lalu masukan nama perusahaan yang ingin dipastikan

  2. Perusahaan yang terdeteksi mendukung Israel akan ditandai dengan adanya pop up bertuliskan ‘This brand supports the Israeli occupation’ (produk ini mendukung penjajahan yang dilakukan Israel) dan terdapat garis merah.

    Maka dapat disimpulkan bahwa perusahaan tersebut berafiliasi dengan israel dan mendukung genosida yang terjadi di Palestina.  

  3. Sedangkan jika perusahaan tersebut tidak terafiliasi maka akan muncul pop up bertuliskan ‘no record found on this brand’ (tidak ada catatan untuk brand ini.

    Perusahaan  yang tidak terlibat dengan Israel akan terdapat garis hijau yang menunjukan perusahaan tersebut tidak berafiliasi dengan Israel.

Ketika kami mengecek beberapa merek yang beredar di Indonesia dan dituding Pro Israel melalui pesan siaran seperti Danone, McDonalds, KFC, Nestle, Coca-Cola hingga Unilever hasilnya dinyatakan merek-merek tersebut mendukung pendudukan Israel atas Palestina.

Namun beberapa brand tersebut ikut buka suara, misalnya Danone Aqua yang tak hanya membantah namun juga memberikan donasi via LazisNU.

Baca Juga: Lazisnu Salurkan Bantuan Danone Indonesia Untuk Palestina

Baca Juga: Resah Karena Fatwa MUI Haram Beli Produk Pro Israel, Danone Aqua Buka Suara

Selain menggunakan website bdnaash, kamu bisa mengeceknya melalui BDS Movement, sebuah platform yang tersambung dengan warganet seluruh dunia. 

Platform ini didukung oleh serikat pekerja, gereja, LSM, dan gerakan yang mewakili jutaan orang di setiap benua dan terdapat kampanye BDS yang dinamis di komunitas-komunitas di seluruh dunia.

Laman BDS mencantumkan berbagai organisasi dan perusahaan yang beroperasi baik dengan Israel maupun di atas tanah Palestina. Bdsmovement.net adalah situs web resmi gerakan.

Untuk mengecek apakah suatu perusahaan atau produk terafiliasi dengan Israel, kamu bisa mengunjungi website bdsmovement.net/get-involved/what-to-boycott . Dalam website ini kamu bisa mengetahui perusahaan mana saja yang terafiliasi dengan Israel. 

Selain mengetahui apakah perusahaan atau produk tersebut berafiliasi dengan Israel, kamu juga bisa berpartisipasi dalam global campaign untuk memboikot beberapa perusahaan yang sudah berafiliasi dengan Israel. 

Baca Juga: 5 Menu Makan Malam Yang Bergizi Dan Tidak Bikin Gemuk

Gencatan senjata yang dilakukan Israel telah mendapatkan banyak kecaman dari seluruh dunia, termasuk Indonesia yang mengecam terjadinya genosida besar-besaran ini. 

Indonesia mengecam genosida ini secara aktif, mulai dari menggunakan keterwakilan suara di PBB, pernyataan resmi Presiden hingga melalui fatwa MUI, Fatwa baru yang dikeluarkan oleh MUI menyusul serangan genosida tanpa henti yang dilancarkan Israel di jalur Gaza. 

Upaya boikot produk pro Israel sendiri bisa memberhentikan pasokan dana yang digunakan oleh Israel dalam  melangsungkan gencatan senjata kepada warga Palestina. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.