9 Makanan Khas Tahun Baru Islam, Wajib Ada Saat 1 Muharam

AKURAT.CO Tahun baru Islam atau dikenal dengan sebutan satu suro merupakan momen penting dalam kalender Hijriyah. Tahun baru ini dirayakan dengan cara berbeda-beda bagi tiap muslim. Dalam perayaannya, terdapat makanan khas tahun baru Islam yang wajib ada.
Setiap daerah kemungkinan memiliki makanan khas tahun baru Islam yang berbeda-beda. Hal ini karena melihat adat dan kebiasaan masing-masing daerah yang tidak sama.
Dikutip dari beberapa sumber, Kamis (20/7/2023), berikut deretan makanan khas tahun baru Islam yang perlu diketahui.
Makanan Khas Tahun Baru Islam
1. Bubur Suro
Makanan khas tahun baru Islam yang pertama adalah bubur suro. Seperti namanya, bubur suro dibuat untuk memeringati tahun baru Islam dengan lauk yang beraneka ragam. Umumnya makanan ini dibuat oleh masyarakat Jawa, baik Jawa Timur, Jawa Tengah maupun Jawa Barat.
Yang membedakan bubur suro antar-daerah adalah lauk atau topping pelengkap. Bubur ini dibuat dalam jumlah besar, ditakar di setiap piring untuk kemudian didoakan bersama dan disantap bersama.
2. Tumpeng
Makanan khas tahun baru Islam selanjutnya adalah tumpeng. Dengan adanya tumpeng, perayaan tahun baru Islam akan lebih meriah dan akan disantap oleh banyak orang.
Tumpeng dibuat untuk mensyukuri tahun baru sekaligus menjadi cara masyarakat Indonesia berbagai makanan dan berdoa akan tahun berjalan lancar, baik dan penuh berkah untuk semua orang.
3. Kue Apem
Kue apem menjadi salah satu makanan khas tahun baru Islam. Apem terbuat dari tepung beras, santan, gula dan telur.
Apem merupakan pelengkap dari banyak menu makanan tahun baru Islam, seperti nasi kenduri, tumpeng dan bahkan gunungan.
4. Ayam Ingkung
Ayam ingkung memang terkanal sebagai makanan untuk perayaan acara. Tidak hanya perayaan satu suro, ayam ingkung juga biasanya terdapat pada pesta pernikahan, lahiran dan lain-lain.
Ayam ingkung terkadang menjadi tokoh utama bersamaan dengan tumpeng. Keutuhan ayam ingkung dapat difilosofikan sebagai keutuhan masyarakat yang akur meski berbeda-beda dalam menjalani kehidupan. Namun pada akhirnya, ayam ingkung akan dibagi-bagi untuk disantap bersama banyak orang.
5. Nasi Kenduri
Makanan khas tahun baru Islam yang wajib ada adalah nasi kenduri. Beberapa masyarakat Jawa menyiapkan nasi kenduri untuk menyambut 1 Muharam. Nasi kenduri tersebut nantinya dibagi-bagikan kepada para tetangga atau bisa dibawa ke masjid untuk didoakan bersama dan saling berbagi.
Nasi kenduri dibuat layaknya nasi perayaan pada umumnya, nasi putih lengkap dengan berbagai macam lauk dan sayuran.
6. Bubur Merah Putih
Bubur merah putih dibuat dari beras ketan yang dimasak hingga empuk dengan santan dan gula merah secara terpisah. Namun dua warna bubur tersebut disajikan dalam satu piring melengkapi satu sama lain.
Bubur ini juga biasanya dibuat dalam jumlah banyak untuk dibawa ke masjid dan berdoa bersama.
7. Gunungan
Gunungan adalah tradisi menata hasil bumi seperti sayuran, buah-buahan menyerupai gunung dengan ukuran besar. Gunungan ini akan diarak setelah didoakan dan dijadikan rebutan warga sebagai bentuk rasa syukur dan harapan tahun yang baik.
8. Bubur Asyura
Makanan khas tahun baru Islam selanjutnya adalah bubur asyura, kuliner khas Kalimantan Selatan. Bubur ini dibuat dan dimakan sendiri bersama keluarga maupun dibagi-bagikan kepada tetangga.
Bubur ini terbuat dari nasi, biji-bijian dan sayuran dengan rasa gurih dan mengenyangkan.
9. Soto Betawi
Soto Betawi merupakan hidangan sup khas Betawi yang terkenal dengan kuah santan kaya rempah-rempah. Hidangan ini biasanya terdiri dari daging sapi, kentang, tomat dan daun bawang.
Soto Betawi disajikan dengan tambahan kerupuk, perkedel dan sambal. Rasanya yang lezat dan kaya nutrisi membuatnya menjadi pilihan yang populer saat perayaan tahun baru Islam.
Demikian penjelasan mengenai makanan khas tahun baru Islam yang perlu diketahui. Semoga bermanfaat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.





