Akurat

Lirik dan Makna Lagu Somebody's Pleasure - Aziz Hedra: Analisis Semiotik & Arti Terdalam

Naufal Lanten | 28 Agustus 2025, 17:25 WIB
Lirik dan Makna Lagu Somebody's Pleasure - Aziz Hedra: Analisis Semiotik & Arti Terdalam

AKURAT.CO Lagu Somebody’s Pleasure milik Aziz Hedra adalah potret batin seseorang yang merasa hampa meski dikelilingi banyak orang. Narator dalam liriknya bukan sekadar bercerita tentang kesedihan biasa, melainkan tentang kepura-puraan, tekanan sosial, rasa objekifikasi, hingga usaha penyembuhan diri.

Kenapa analisis lagu ini penting? Karena temanya sangat dekat dengan kehidupan generasi milenial dan Gen Z, terutama di era media sosial di mana banyak orang merasa harus tampil bahagia meski sebenarnya sedang kosong di dalam. Artikel ini akan mengurai makna lagu lewat pendekatan semiotik—membongkar simbol, tanda, dan pesan tersirat—agar pembaca tidak hanya mendengar, tapi juga memahami pesan mendalam di balik liriknya.


Lirik Lengkap Somebody’s Pleasure — Aziz Hedra

(Teks lirik ditampilkan sesuai versi aslinya)

 I've been too busy, ignoring, and hiding
About what my heart actually say
Stay awake while I'm drowning on my thoughts
Sometimes a happiness is just a happiness
I've never been enjoyin' my serenity
Even if I've got a lot of company
That makes me happy
Soul try to figure it out
From where I've been escapin'
Running to end all the sin
Get away from the pressure
Wondering to get a love that is so pure
Gotta have to always make sure
That I'm not just somebody's pleasure
I always pretending and lying
I got used to feeling empty
'Cause all I got is unhappy
Happiness, can't I get happiness?
I've never been enjoyin' my serenity
Even if I've got a lot of company
That makes me happy
Soul try to figure it out
From where I've been escapin'
Running to end all the sin
Get away from the pressure
Wondering to get a love that is so pure
Gotta have to always make sure
That I'm not just somebody's pleasure
It was in a blink of an eye
Find a way how to say goodbye
I've got to take me away
From all sadness
Stitch all my wounds, confess all the sins (confess all the sins)
And took all my insecure
When will I got the love that is so pure?
Gotta have to always make sure
That I'm not just somebody's pleasure
Gotta have
Gotta have to always make sure
That I'm not just somebody's pleasure

Bacaan Denotatif: Apa yang Diceritakan Lagu Ini?

Secara sederhana, lagu ini menggambarkan seseorang yang merasa hampa di tengah keramaian. Meski punya banyak teman dan terlihat bahagia, ia mengaku hanya berpura-pura. Ada kegelisahan karena merasa dirinya hanyalah “somebody’s pleasure”—alat untuk menyenangkan orang lain, bukan individu yang dicintai dengan tulus.

Alur narasi liriknya bisa dipahami sebagai:

  • Kesadaran: menyadari kekosongan meski ada kebersamaan.

  • Pengakuan: mengakui kepura-puraan, kebohongan pada diri sendiri, dan luka batin.

  • Tindakan: mencoba melarikan diri, mengakui dosa, menjahit luka, hingga berupaya menemukan cinta yang murni.


Analisis Semiotik: Tanda, Simbol, dan Pesan

Jika ditelusuri lebih dalam, beberapa metafora dalam lirik membawa makna semiotik yang kuat:

  • “Drowning on my thoughts” → simbol tenggelam dalam pikiran negatif. Ini bukan sekadar kiasan, tapi juga indeks dari kondisi mental yang penuh kecemasan.

  • “A lot of company / That makes me happy” → paradoks sosial: banyak orang di sekitar tidak menjamin kebahagiaan sejati. Ini menggambarkan “kebahagiaan palsu” yang sering kita temui di media sosial.

  • “Pretending and lying” → penanda performa identitas. Manusia sering menampilkan “topeng” agar diterima lingkungannya.

  • “Somebody’s pleasure” → inti pesan lagu. Frasa ini membawa konotasi objekifikasi: individu kehilangan kendali atas dirinya dan hanya jadi sumber kesenangan orang lain.

  • “Running to end all the sin / confess all the sins” → kode religio-moral. Penyucian diri dianggap bagian penting dari penyembuhan, bukan hanya psikologis tapi juga spiritual.

Setiap metafora membentuk alur: masalah → pelarian → penyembuhan.


Kode Emosional dan Sosial dalam Lagu

Makna lagu Somebody’s Pleasure Aziz Hedra juga semakin dalam karena memuat tiga lapisan kode:

  1. Kode emosional: kata-kata seperti empty, unhappy, dan wounds menciptakan suasana batin yang langsung bisa dipahami pendengar.

  2. Kode sosial-performatif: tuntutan untuk terlihat bahagia di depan publik, khususnya di media sosial, membuat pesan lagu terasa relevan dengan realitas masa kini.

  3. Kode moral-spiritual: penyebutan dosa dan pengakuan memberikan nuansa religius, yang memperkuat pesan bahwa proses healing juga menyangkut sisi etika dan spiritual.


Relevansi Lagu dengan Generasi 18–35 Tahun

Mengapa lagu ini sangat dekat dengan pendengar muda? Karena realitas yang digambarkan Aziz Hedra nyaris sama dengan keseharian Gen Z dan milenial:

  • Tekanan sosial untuk tampil sempurna di Instagram atau TikTok.

  • Takut kehilangan otonomi dalam hubungan—menjadi objek kesenangan, bukan partner sejati.

  • Pencarian cinta yang autentik dan ruang aman untuk menyembuhkan luka batin.

Itulah sebabnya lagu ini sering dianggap bukan sekadar musik, tapi juga refleksi diri dan bahan percakapan di media sosial.


Makna Terdalam: Reclaiming the Self

Jika dirangkum, Somebody’s Pleasure adalah tentang mengambil kembali kendali atas identitas dan harga diri. Lagu ini menolak mitos bahwa kebahagiaan hanya diukur dari bagaimana orang lain melihat kita.

Aziz Hedra seolah ingin mengingatkan: berhentilah berpura-pura, akui luka, lalu mulai proses penyembuhan. Dengan begitu, kita tidak lagi hidup hanya sebagai “somebody’s pleasure”, tapi sebagai individu utuh yang layak dicintai dengan tulus.


Dari Lirik ke Aksi: Implikasi Psikologis & Sosial

Selain estetika, pesan lagu ini juga relevan sebagai pedoman praktis:

  • Pengakuan adalah langkah awal: berani mengakui kepura-puraan adalah pintu menuju perubahan.

  • Menjauh bukan berarti lari: kalimat “I've got to take me away / From all sadness” menunjukkan bahwa mengambil jarak bisa menjadi strategi sehat untuk healing.

  • Butuh ruang pemulihan: “confess all the sins” dan “stitch all my wounds” bisa dimaknai sebagai kebutuhan untuk bercerita, melakukan terapi, atau membangun batas sehat dalam hubungan.


Penutup

Lagu Somebody’s Pleasure karya Aziz Hedra bukan hanya enak didengar, tapi juga kaya makna. Ia berbicara tentang identitas, tekanan sosial, pencarian cinta sejati, hingga proses healing emosional. Bagi generasi muda yang hidup di tengah tuntutan performa sosial media, pesan lagu ini terasa sangat relevan.

Kalau kamu merasa lagu ini menyentuh sisi personalmu, mungkin inilah saatnya berhenti pura-pura bahagia dan mulai jujur pada diri sendiri. Karena seperti pesan utamanya: kita semua berhak dicintai bukan hanya sebagai “somebody’s pleasure”, tapi sebagai individu yang utuh.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.