"Seribu Bayang Purnama": Film Bertema Petani yang Pertama di Indonesia Tayang Mulai 3 Juli

AKURAT.CO Kabar bahagia untuk penikmat film lokal dan pencinta dunia pertanian. Film "Seribu Bayang Purnama", karya terbaru dari Baraka Films, siap tayang serentak di seluruh jaringan bioskop nasional mulai 3 Juli 2025.
Film ini menjadi angin segar di jagat perfilman nasional karena mengangkat tema yang jarang disentuh: perjuangan dan harapan para petani Indonesia.
Lebih dari sekadar tontonan, film ini adalah sarana edukasi sekaligus ajakan untuk kembali mencintai pertanian, khususnya metode pertanian alami yang ramah lingkungan dan berbiaya rendah.
Diproduksi oleh Baraka Films, rumah produksi berpengalaman di bidang dokumenter, film ini dibalut dengan narasi dramatis yang menyentuh, visual sinematik khas pedesaan Indonesia, serta akting kuat dari para pemain ternama seperti Marthino Lio, Nugie, Givina, dan Whani Darmawan.
Disutradarai oleh Yahdi Jamhur, film ini terinspirasi dari kisah nyata petani muda di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang sukses menerapkan Metode Tani Nuswantara, sistem pertanian alami yang mudah dan murah.
Sang tokoh utama, Putro Hari Purnomo (diperankan oleh Marthino Lio), digambarkan sebagai pemuda kota yang kembali ke kampung halaman untuk memberdayakan para petani dan menghapus ketergantungan mereka pada pupuk kimia serta jeratan rentenir.
Baca Juga: Resmi Digelar, Alternativa Film Festival 2026 Undang Kreator Indonesia Berpartisipasi
Namun perjuangannya tidak mudah. Selain menghadapi tantangan teknis dan sosial, Putro juga harus berhadapan dengan konflik batin, terutama karena jatuh hati pada Ratih (Givina), anak dari keluarga rival yang menjalankan usaha pupuk kimia.
“Film ini ingin membangkitkan kesadaran bahwa bertani bukan sekadar keterpaksaan, tapi bisa menjadi pilihan hidup yang berdaya dan membanggakan. Kami ingin menginspirasi anak muda bahwa pertanian alami adalah masa depan bangsa,” ujar Yahdi Jamhur, yang juga dikenal sebagai jurnalis dan pembuat film dokumenter senior kepada awak media di Metropole pada Kamis, (26/6).
Produser Eksekutif, Joao Mota menyatakan seluruh keuntungan dari penjualan tiket film ini akan digunakan sepenuhnya untuk program pemberdayaan petani.
"Ini menjadi bukti nyata bahwa "Seribu Bayang Purnama" bukan hanya bicara tentang perubahan — tapi juga menjadi bagian dari perubahan itu sendiri." ungkapnya
Film ini juga menjadi bukti bahwa sinema bisa menjadi medium yang efektif dalam menyuarakan problematika akar rumput, seperti kemiskinan struktural di kalangan petani, serta memperkenalkan solusi nyata seperti pertanian alami yang kini mulai dilirik dunia.
“Pesan utama film ini adalah: ketahanan pangan adalah kunci kedaulatan bangsa. Dan itu dimulai dari desa, dari petani, dan dari tanah yang dirawat dengan cinta,” tutup Yahdi.
"Seribu Bayang Purnama" akan tayang di bioskop XXI, CGV, CINEPOLIS, dan SAM'S STUDIO mulai 3 Juli 2025. Jangan lewatkan kesempatan untuk menonton sekaligus berkontribusi pada masa depan petani Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Update Medali Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Raih 20 Medali, Cek Klasemennya!
- 2Dua Land Cruiser Disebut Bawa Rp480 Miliar ke Muktamar NU, Gus Lilur Kaitkan Rp180 Miliar dengan Nusron
- 3Jubir KPK: Kepala Kantor BPN Mojokerto adalah Istri dari Dirjen Kementerian ATR/BPN Lampri
- 4Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Nations League 25 September 2026
- 5Prediksi Italia vs Belgia 26 September 2026: Skor, H2H, Starting XI, dan Semua Prediksi
- 6Prediksi Skor Serbia vs Yunani di UEFA Nations League 2026-27: Starting XI, H2H, dan Semua Prediksi
- 7Presiden Suriah Bercanda dengan Trump: Kenapa Tak Beri New Jersey ke Israel?
- 8Prediksi Skor Belanda vs Jerman 25 September 2026: Debut Xavi dan Klopp
- 9Prabowo Undang Pakar dan Akademisi ke Istana, Diskusi Pengelolaan Gambut hingga Pencegahan Karhutla
- 10Aliran Dana Rp3,5 Miliar Waskita Karya ke Mantan Ketum Hipmi Akbar Himawan Sudah Masuk Gelar Perkara KPK








