Akurat

Rupiah Nanjak Tipis 4 Poin ke Rp15.748,5

M. Rahman | 5 November 2024, 17:22 WIB
Rupiah Nanjak Tipis 4 Poin ke Rp15.748,5

AKURAT.CO Rupiah ditutup naik tipis 4 poin (0,03%) ke level Rp15.748,5 pada perdagangan Selasa (5/11/2024) lantaran didorong sentimen eksternal dan internal.

Menurut Pengamat Pasar Komoditas dan Direktur PT Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi mengatakan dari eksternal, para pedagang sebagian besar tetap menghindari risiko sebelum pemilihan presiden AS yang diperebutkan dengan sengit di kemudian hari.

Hal ini melemahkan taruhan pada pemotongan suku bunga yang lebih dalam oleh Fed, membuat para pedagang waspada dan berdampak terhadap kedigdayaan indeks dolar AS.

Selama pertemuan Federal Reserve minggu ini, The Fed diperkirakan akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin, lebih kecil dari pemangkasan sebesar 50 basis poin yang dilakukan pada bulan September.

"Namun, prospek pemangkasan di masa mendatang akan diawasi dengan ketat, terutama karena data terbaru menunjukkan kekuatan ekonomi AS dan inflasi yang tinggi," ujarnya dikutip Selasa (5/11/2024).

Baca Juga: Soal Pelemahan Rupiah, Begini Saran Misbakhun

Sebelumnya, data penggajian nonpertanian dari hari Jumat juga menunjukkan sedikit penurunan di pasar tenaga kerja-tren yang memberi The Fed lebih banyak dorongan untuk terus memangkas suku bunga.

Pilpres AS memanas, Donald Trump dan Kamala Harris menuju pemilihan presiden yang ketat, jajak pendapat baru-baru ini menunjukkan, dengan fokus terutama pada tujuh negara bagian medan pertempuran yang kemungkinan akan menentukan jalannya pemilihan. Pemungutan suara akan dimulai pada hari Selasa.

Di China , rapat NPC menjadi fokus untuk isyarat stimulus lebih lanjut Komite Tetap Kongres Rakyat Nasional China, badan politik paling berkuasa di negara itu memulai rapat empat hari pada hari Senin.

NPC diperkirakan akan menyetujui lebih banyak pengeluaran fiskal oleh pemerintah, terutama setelah Beijing menguraikan serangkaian langkah fiskal yang ditujukan untuk mendukung pertumbuhan.

Sentimen Internal

Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III-2024 tercatat mencapai 4,95% (YoY). Untuk produk domestik bruto atau PDB Indonesia atas dasar harga berlaku pada kuartal III-2024 mencapai Rp5.638,9 triliun. Adapun, PDB berdasarkan harga konstan mencapai Rp3.279,6 triliun.

Pertumbuhan ekonomi RI kuartal III-2024 tumbuh 4,95% dari pergerakan kuartal II-2024. Namun, pada kuartal II-2024 pertumbuhan ekonomi masih lebih tinggi, yakni 5,05% (YoY). Bila dibandingkan dengan kuartal II-2024 tumbuh 1,50% QtQ.

Sebelumnya, konsensus ekonom yang dihimpun Bloomberg menghasilan nilai tengah (median) proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5%. Berdasarkan proyeksi itu, terdapat peluang pertumbuhan ekonomi kuartal III-2024 lebih rendah dari kuartal sebelumnya maupun periode yang sama tahun lalu.

Lemahnya ekonomi Indonesia ini akibat tak ada momen pendorong seperti Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) selayaknya kuartal pertama dan kedua tahun ini. Alhasil, konsumsi masyarakat berpotensi lebih rendah. Di sisi lain, investasi yang tumbuh melambat pada kuartal III-2024 akan berdampak pada kontribusi pertumbuhan PDB.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
M. Rahman
Yosi Winosa