Jelang Ramadan 2022, Pemerintah Pastikan Stok BBM dan LPG Aman

AKURAT.CO, Dalam upaya menjaga pasokan bahan bakar minyak (BBM) dan LPG di dalam negeri khususnya menjelang bulan Ramadan, pemerintah memastikan kondisi stok cukup dalam beberapa waktu kedepan.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas (Dirjen Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Tutuka Ariadji mengatakan kecukupan stok berdasarkan kondisi dan coverage days yang telah dihitung pemerintah.
“Secara umum berdasarkan kondisi stock dan coverage days, kondisi pemyaluran BBM dan LPG berada di level aman,” kata Tutuka Ariadji dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi VII DPR RI, Selasa (29/3/2022).
Secara rinci stok bensin milik PT Pertamina (Persero) jenis RON 88 atau Premium mencapai 344,34 kilo liter (KL) atau cukup untuk memenuhi kebutuhan 26,3 hari.
Kemudian untuk RON 90 atau Pertalite ketersediannya saat ini mencapai 1,15 juta kilo liter. Tutuka mengklaim stok itu mencukupi kebutuhan konsumsi selama 15,7 hari.
Selanjutnya untuk stok bensin dengan RON 92 atau Peetamax berada di 927,13 ribu kilo liter. Jumlah itu dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan selama 25,9 hari.
Samentara itu, stok untuk Solar CN 48 tercatat mencapai 1,9 juta kilo liter atau mencukupi kebutuhan untuk 23,2 hari dan Solar CN 53 29.212 kilo liter atau dapat mencukupi hingga 23,4 hari.
Sedangkan bensin RON di atas 95 mencapai 47.969 kilo liter atau dapat mencukupi untuk 56,6 hari. Adapun bensin jenis Kerosene mencapai 73.536 kl atau mencukupi 54,5 hari dan Avtur sebesar 306.960 atau cukup untuk 39,1 hari.
Untuk diketahui, pada Maret 2022, realisasi Mean of Platts Singapore (MOPS) pertalite rata-rata 128,19 dolar AS per barel atau naik 63 persen dari rata-rata tahun 2021 sebesar 78,48 dolar AS per barel.
Sementara itu realisasi MOPS CN 48 rata-rata pada Maret 2022 adalah USD136 per barel. Angka itu juga menunjukkan peningkatan hingga 79 persen dari rata-rata tahun 2021 sebesar USD75 per barel.
Kemudian realisasi MOPS untuk RON 92 rata-rata pada Maret 2022 mencapai USD128 per barel. Jumlah itu naik 63 persen dari rata-rata tahun 2021 sebesar USD78,48 per barel.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.





