Hampir Tak Lulus SMA, Ini 10 Fakta Menarik Earl Tupper, Pendiri Tupperware

AKURAT.CO, Tupperware adalah salah satu produk berbahan plastik yang perannya sangat signifikan di dunia kuliner. Kini hampir semua wadah plastik merek apapun disebut dengan nama "Tuppwerware". Padahal, produk tersebut adalah sebuah brand yang diciptakan oleh Earl Silas Tupper.
Dilansir dari berbagai sumber, AKURAT.CO mengumpulkan berbagai fakta menarik tentang penemu Tuppeware, Earl Tupper.
1. Jiwa bisnis sejak kecil walau tak didukung ayah
Terlahir dari keluarga petani, Earl Silas Tupper telah memiliki jiwa bisnis sejak kecil. Dimulai pada umur 10 tahun, Earl sudah mulai menjajakan produk pertanian dari pintu ke pintu. Selain jiwa bisnis, Earl juga sering mmebuat berbagai rancangan atau desain produk sejak kecil meskipun rancangan tersebut tidak pernah didukung oleh ayahnya.
2. Hampir tidak lulus SMA
Kondisi finansial Earl ketika kecil memang sangat memprihatinkan. Bahkan, ia hampir tidak lulus karena masalah keuangan. Meski begitu, Earl tetap menjajakan produk pertanian hinga akhirnya bisa lulus dari Universitas Bryant jurusan periklanan.
3. Usaha tanaman hias dan membuat taman
Selepas kuliah, Earl memulai usaha yang bergerak di bidang pembuatan tanaman hias dan pembuatan taman. Sambil meneruskan bisnisnya, Earl juga tak berhenti untuk membuat berbagai rancangan produk, mulai dari celana yang tidak pernah kusut, perahu bertenaga ikan, hingga belati yang dapat dijepitkan pada ikat pinggang.
4. Hidup dan bekerja di antara plastik bekas Perang Dunia II
Depresi besar yang melanda Amerika Serikat saat itu membuat bisnis Earl terhenti. Tetapi, pria kelahiran 1907 ini mendapat kesempatan untuk bekerja di sebuah pabrik cabang perusahaan kimia Du Pont yang kerap memproduksi berbagai kebutuhan perang bermaterial plastik. Ide-ideanya mulai tersalurkan di sana.
5. Hak paten untuk "burping seal"
Sembari bekerja, Earl menabung untuk membeli beberapa mesin cetak bekas dan mendirikan pabrik kecilnya sendiri dengan nama Tupper Plastics pada tahun 1945. Di pabriknya tersebut, Earl mencetak berbagai wadah sabun, wadah rokok, mangkuk, piring ringan, hingga cangkir yang memiliki materi utama plastik atau polyethylene. Setahun kemudian, Earl berhasil membuat sebuah kaleng cat yang memiliki segel kedap udara dengan nama "Wonderbowl".
6. Dibantu oleh ahli pemasaran
Akhirnya, pada tahun 1949, Earl medapatkan hak paten untuk segel kedap udaranya. Setahun sebelumnya, tahun 1948, Tupperware didirikan oleh Earl dan dijadikan sebagai bonus rokok di awal penjualannya. Setelah memasuki beberapa pasar swalayan, Earl menyadari bahwa produknya tak terlalu laku. Tetapi, produknya malah laris manis ketika dijual dari rumah ke rumah oleh seorang ahli pemasaran, Brownie Wise.
7. Arisan Tupperware
Dibantu Brownie Wise, Earl mulai menjual produknya dengan cara mengadakan sebuah pesta di rumah-rumah yang mengundang tetangga-tetangganya untuk datang, yang dikenal sebagai pesta Tupperware atau arisan Tupperware. Di rumah-rumah tersebut, Brownie mulai mengenalkan berbagai produk Tupperware. Pada tahun 1951, konsep tersebut berhasil dan membuat produk Tupperware laku keras.
8. Menjual perusahaan sejumlah USD 16 juta dan mendapat penghargaan dunia
Setelah memecat Brownie karena banyak yang menganggap bahwa peran Brownie lebih besar dalam memajukan Tupperware, Earl akhirnya menjual Tupperware ke Rexall Drug seharga USD 16 juta pada tahun 1958. Tupperware sendiri masuk sebagai penemuan paling berjasa di abad 20 oleh The Guinness Book fo World Records.
9. Pindah ke Kosta Rika hingga jadi filantropis
Uang hasil penjualan perusahaan tersebut digunakan pria yang meninggal pada umur 76 tahun ini untuk membeli sebuah pulau di Kosta Rika dan melepas kewarganegaraan Amerika Serikatnya. Pada tahun 1969, Earl mendonasikan tanah seluas 428 hektar di Rhode Island kepada almamaternya, Universitas Bryant. Earl menghabiskan sisa hidupnya dengan tetap menjadi perancang berbagai produk hingga kematiannya pada tahun 1983.
10. Setiap 1,4 detik ada satu pesta Tupperware diadakan di dunia
Pesta Tupperware atau arisan Tupperware masih terjadi hingga sekarang. Bahkan, pada 2015 lalu tecatat bahwa ada satu arisan Tupperware setiap 1,4 detik di seluruh dunia. Pada 2014 lalu, Tupperware Brands Corp. mengumumkan pendapatan senilai Rp36,6 triliun.
Itulah fakta-fakta menarik dari Earl Tupper dan produknya yang mendunia. []
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini





