Akurat Logo

Siap Dipenjara Bahkan Dibunuh, Sheikh Hasina Mantap Ingin Pulang ke Bangladesh Desember

Fitra Iskandar | 5 November 2026, 16:57 WIB
Siap Dipenjara Bahkan Dibunuh, Sheikh Hasina Mantap Ingin Pulang ke Bangladesh Desember
Sheikh Hasina - Telegraphindia

AKURAT.CO Mantan Perdana Menteri Bangladesh, Sheikh Hasina, berencana kembali ke negaranya pada Desember 2026 meskipun menghadapi ancaman hukuman mati atas kasus penindakan berdarah terhadap demonstran pada 2024. Hasina menegaskan keputusannya pulang dari pengasingan di India tidak berubah, meski berisiko ditangkap, dipenjara, bahkan dibunuh setibanya di Bangladesh.

Dalam wawancara melalui surat elektronik dengan The Associated Press (AP), Hasina mengatakan ingin menghabiskan sisa hidupnya di tengah rakyat Bangladesh. Dia mengaku siap menghadapi segala konsekuensi hukum dan politik atas kepulangannya setelah digulingkan melalui pemberontakan massal yang dipimpin mahasiswa pada Agustus 2024.

"Jika kematian memang menjadi takdir saya, saya lebih memilih meninggal di tanah air sendiri, di tengah rakyat saya," kata Hasina kepada AP. Dia menegaskan rencana kembali ke Bangladesh tetap seperti yang telah diumumkannya pada Agustus lalu.

Sheikh Hasina melarikan diri ke India setelah gelombang demonstrasi mahasiswa memaksanya meninggalkan kekuasaan. Sejak saat itu, mantan pemimpin Bangladesh yang menjabat selama 2009–2024 tersebut tinggal di India.

Namun, kepulangannya kini menghadapi persoalan serius. Pada 2025, sebuah tribunal khusus Bangladesh menjatuhkan hukuman mati kepada Hasina atas kejahatan terhadap kemanusiaan. Pengadilan menyatakan dia bertanggung jawab atas perintah penindakan aparat terhadap demonstran yang menewaskan ratusan orang dan melukai ribuan lainnya.

Laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyebut jumlah korban tewas dalam penindakan tersebut mencapai hampir 1.400 orang. Hasina membantah melakukan pelanggaran dan menolak putusan tribunal. Dia juga mempertanyakan legitimasi proses persidangan yang menjatuhkan hukuman mati terhadap dirinya.

Pemerintah Bangladesh telah berulang kali meminta India mengekstradisi Hasina. Namun, New Delhi belum bersedia menyerahkan mantan perdana menteri tersebut.

Sheikh Hasina Siap Ditangkap jika Kembali ke Bangladesh

Dalam wawancara yang dijawab pada Rabu, Hasina tidak mengungkapkan bagaimana rencana perjalanan pulangnya dari India. Dia menyadari kepulangannya dapat langsung berujung pada penangkapan oleh otoritas Bangladesh.

"Saya tahu bahwa saya mungkin ditangkap ketika kembali. Saya mungkin dipenjara, disiksa, atau bahkan dibunuh. Saya sepenuhnya menyadari kemungkinan tersebut. Namun, saya tidak bisa menghabiskan sisa hidup dengan hanya menyaksikan penderitaan rakyat saya dari kejauhan," ujarnya.

Situasi politik Bangladesh berubah drastis setelah Hasina kehilangan kekuasaan. Peraih Nobel Perdamaian Muhammad Yunus kemudian memimpin pemerintahan sementara selama sekitar 18 bulan.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.