Trump Umumkan Penghentian Bantuan Dana untuk Israel

AKURAT.CO Amerika Serikat menghentikan dukungan pendanaan terhadap Israel. Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa ia telah mencapai kesepakatan dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk menghentikan pendanaan tersebut.
Dilaporkan bahwa, pendanaan sebesar US$4 miliar AS kepada Israel akan dihentikan setelah akhir tahun ini.
Dalam wawancara dengan program Fox and Friends di Fox News, Trump menyatakan bahwa Israel tidak lagi membutuhkan pendanaan tersebut. Ia juga menyebutkan bahwa sejumlah anggota Partai Demokrat dan politisi sayap kiri menggunakan dukungan finansial AS untuk Israel sebagai bahan kritik terhadap Partai Republik.
"Mengenai pembayaran kepada Israel, saya dan Bibi Netanyahu telah sepakat—selama ini kita memberikan US$4 miliar per tahun kepada Israel, dan beberapa bulan lalu kami telah memutuskan untuk menghentikannya," ujar Trump kepada Fox and Friends.
"Kami sudah sepakat bahwa mulai akhir tahun ini, kita tidak akan lagi memberikan pembayaran kepada Israel. Tentu saja, kita akan tetap membantu Israel jika mereka membutuhkannya," tambahnya.
Belum ada tanggapan langsung dari kantor Netanyahu terkait pernyataan Trump tersebut.
Tidak dijelaskan secara rinci pendanaan mana yang dimaksud oleh Trump.
Sebuah nota kesepahaman yang mengatur pemberian bantuan militer tahunan AS sebesar US$3,8 miliar kepada Israel akan berakhir pada tahun 2028, dan diskusi mengenai bentuk bantuan AS bagi Israel setelah periode tersebut memang tengah berlangsung.
"Mereka bisa membeli apa pun yang mereka inginkan. Begitu pula Eropa. Kita memproduksi senjata-senjata terbaik di dunia," tambah Trump pada hari Selasa.
Dalam sebuah wawancara dengan CBS pada bulan Mei, Netanyahu mengungkapkan harapannya agar Israel dapat melepaskan diri dari ketergantungan pada bantuan militer AS dalam kurun waktu satu dekade.
Dalam surat yang ditujukan kepada seorang anggota Kongres AS pada bulan Juni, ia menulis bahwa sudah tiba saatnya bagi Israel "untuk beralih dari penerima bantuan menjadi mitra".
Dukungan publik AS terhadap Israel telah menurun sejak perang di Gaza dimulai pada tahun 2023, terutama di kalangan anggota Partai Demokrat. Sebuah jajak pendapat dari Universitas Quinnipiac pada bulan Juni menemukan bahwa 48 persen pemilih dan 66 persen anggota Partai Demokrat meyakini Amerika Serikat terlalu mendukung Israel, angka ini meningkat dibandingkan 16 persen dan 20 persen saat pertanyaan tersebut pertama kali diajukan pada tahun 2017.
Dukungan terhadap Israel di kalangan pemilih Partai Demokrat telah merosot tajam; kandidat-kandidat yang bersikap kritis terhadap Israel mulai memenangkan pemilihan pendahuluan (primary) di Partai Demokrat, bahkan para legislator moderat pun kini semakin berani menentang kebijakan dukungan AS terhadap Israel yang telah berlangsung selama beberapa dekade.
"Kelompok kiri menggunakan pembayaran sebesar US$4 miliar—yang sudah diketahui semua orang, bukan rahasia lagi—sebagai bukti ketidakadilan, dan kita tidak boleh membiarkan hal itu terjadi," ujar Trump.
"Kita memberikan mereka US$4 miliar—sebenarnya masih kita berikan—tetapi dana itu akan dihentikan pada akhir tahun ini," katanya. "Mengapa? Karena mereka tidak membutuhkannya."
Sumber: France24
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ancaman Denny Indrayana ke Presiden Prabowo Bentuk Penghinaan pada Mandat Rakyat
- 2Tujuh Dekade Asuransi Astra Menjaga Asa: Merajut Kemandirian Ekonomi UMKM, Perempuan, hingga Penyandang Disabilitas
- 3Memutus Mata Rantai Kejahatan Keuangan Digital: Upaya OJK Melindungi Masyarakat dari Jerat Judi Online
- 4Tak Tergilas Disrupsi, Tak Terjebak Perang Harga: Rahasia Bluebird Menjaga Takhta di Industri Transportasi Dalam Negeri
- 5Ina Liem Kini Setuju Gibran Mundur dari Wapres, Alasannya Bikin Heboh
- 6Moto3 Malaysia: Angkat Topi, Hiroshi Aoyama Terpukau dengan Penampilan Veda Ega Pratama di Sepang
- 7Putusan MA Soal Suket Gibran, Margarito Kamis Ungkap Dampaknya terhadap Jabatan Wapres
- 8Prediksi Skor Shakhtar vs Sporting CP 4 November 2026: Sama-Sama Incar Kebangkitan
- 9Pemerintah Tegaskan Perekonomian Indonesia Masih Positif Jelang Akhir Tahun
- 10Ketua KPK Ingatkan Nusron Wahid Penuhi Panggilan Penyidik Tanpa Harus Dijemput Paksa








