Akurat Logo

Video Viral Bocah 8 Tahun Menganiaya Siswi 6 Tahun Picu Kemarahan Publik

Fitra Iskandar | 2 November 2026, 22:04 WIB
Video Viral Bocah 8 Tahun Menganiaya Siswi 6 Tahun Picu Kemarahan Publik
Ilustrasi penganiayaan siswi - Pixabay

AKURAT.CO Video CCTV yang memperlihatkan seorang bocah berusia 8 tahun menganiaya siswi berusia 6 tahun di sebuah sekolah negeri di India. Video itu memicu kemarahan publik.

Rekaman yang viral di media sosial itu memperlihatkan aksi kekerasan terhadap anak di lingkungan sekolah hingga menyebabkan korban mengalami luka serius.

Peristiwa penganiayaan anak di sekolah tersebut terjadi pada 28 Oktober 2026 di Panchkula, negara bagian Haryana, India utara. Korban yang masih duduk di taman kanak-kanak kini menjalani pemulihan di rumah sakit. Kondisinya dilaporkan sudah melewati masa kritis, tetapi masih mengalami trauma akibat kejadian tersebut.

Sementara itu, bocah 8 tahun yang diduga melakukan penganiayaan telah ditempatkan di rumah observasi khusus anak yang berhadapan dengan hukum untuk menjalani pemeriksaan kejiwaan. Kepolisian juga menangguhkan kepala sekolah dan dua guru karena diduga lalai dalam mengawasi keselamatan murid.

Korban Ditemukan dalam Kondisi Luka Serius

Kasus ini terungkap setelah keluarga korban mendatangi sekolah karena anak mereka tidak kunjung ditemukan seusai jam pelajaran berakhir.

Ayah korban mengatakan, keluarganya awalnya mendapat informasi dari seorang pengemudi bajaj atau autorickshaw yang datang menjemput anak tersebut, tetapi tidak berhasil menemukannya.

Keluarga kemudian mencari ke dalam lingkungan sekolah. Namun, tidak ada seorang pun yang mengetahui keberadaan bocah perempuan tersebut.

"Saat anak saya tidak ditemukan bahkan setelah sekolah selesai, kami masuk untuk mencarinya. Tidak ada seorang pun di sana yang tahu di mana dia berada," kata ayah korban kepada BBC Punjabi.

Ia mengungkapkan, bocah laki-laki yang diduga melakukan penganiayaan kemudian memberitahunya bahwa putrinya berada di sebuah ruang kelas di lantai atas.

Ketika ditemukan, korban sudah mengalami luka serius.

"Saat melihatnya, saya hampir berteriak. Melihat kondisinya, saya pikir anak saya sudah dibunuh. Jika seorang anak tidak aman di sekolah, lalu di mana dia bisa merasa aman?" ujarnya.

Korban sempat dibawa ke rumah sakit setempat sebelum akhirnya dipindahkan ke rumah sakit spesialis PGIMER di Chandigarh untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Pihak PGIMER menyatakan korban tiba dalam kondisi mengalami luka kritis. Tim dokter dari berbagai bidang spesialis kemudian dilibatkan untuk memantau kondisi dan memberikan perawatan intensif.

Direktur PGIMER Vivek Lal mengatakan pihak rumah sakit berupaya memastikan korban memperoleh penanganan medis terbaik sekaligus dukungan yang dibutuhkan selama masa pemulihan.

Polisi Lakukan Pemeriksaan Kejiwaan terhadap Pelaku

Pejabat kepolisian Panchkula, Aditi Singh, mengatakan penyelidikan telah dilakukan dan laporan resmi atau FIR telah didaftarkan terkait dugaan kelalaian pihak pengelola sekolah.

Menurut kepolisian, bocah laki-laki yang masih duduk di kelas tiga itu diduga memberitahu korban bahwa ayahnya sedang menunggu di sebuah ruang kelas. Korban kemudian dibawa ke lokasi tersebut sebelum mengalami penganiayaan.

Polisi menyatakan anak tersebut kini menjalani evaluasi oleh tenaga ahli kesehatan mental sesuai ketentuan Undang-Undang Peradilan Anak atau Juvenile Justice Act di India.

Pejabat kepolisian lainnya, Amarinder Singh, menjelaskan bahwa anak berusia 8 tahun tidak dapat dijatuhi hukuman pidana maupun dipenjara berdasarkan hukum India.

Karena itu, bocah tersebut ditempatkan di rumah observasi yang berada di bawah pengawasan Dewan Peradilan Anak atau Juvenile Justice Board.

Penanganan kasus yang melibatkan anak di bawah umur lebih mengutamakan rehabilitasi, konseling, dan pembinaan dibandingkan hukuman pidana.

Di sisi lain, pemerintah negara bagian Haryana telah membentuk komite khusus untuk menyelidiki insiden tersebut, termasuk mengusut kemungkinan kelalaian pihak sekolah dalam menjaga keselamatan para murid.

Hingga kini, motif di balik tindakan kekerasan tersebut belum diketahui. Kasus ini memicu perdebatan luas di India mengenai pengawasan anak, keamanan lingkungan sekolah, serta tanggung jawab tenaga pendidik dalam melindungi murid.

Sumber: BBC

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.