Akurat Logo

Akan Gempur Iran Setelah Pemilu Sela, AS Peringatkan Sekutunya untuk Bersiap Menghadapi Serangan Balasan

Fitra Iskandar | 29 Oktober 2026, 14:48 WIB
Akan Gempur Iran Setelah Pemilu Sela, AS Peringatkan Sekutunya untuk Bersiap Menghadapi Serangan Balasan
Presiden AS Donald Trump - AP-Yonhap

AKURAT.CO Amerika Serikat dilaporkan meminta sejumlah negara Timur Tengah dan sekutu regional bersiap menghadapi kemungkinan serangan militer baru terhadap Iran setelah pemilu sela AS pada 3 November 2026. Washington juga memperingatkan potensi serangan balasan Teheran yang dapat menyasar fasilitas energi dan infrastruktur penting di kawasan Teluk.

Dua diplomat yang mengetahui pembahasan tersebut mengatakan, pemerintah AS telah menyampaikan peringatan kepada sekutu regional agar mengantisipasi eskalasi konflik Iran-AS. Meski Presiden Donald Trump belum mengambil keputusan final, ia berulang kali mengisyaratkan kemungkinan memerintahkan operasi militer baru setelah pemungutan suara berakhir.

Ancaman serangan baru AS ke Iran membuat negara-negara Timur Tengah meningkatkan kewaspadaan. Menurut para diplomat tersebut, operasi militer AS berpotensi berlangsung selama beberapa hari, tetapi aksi balasan Iran dan kelompok-kelompok yang bersekutu dengannya dapat memperpanjang konflik. Para pejabat kawasan juga diminta mengantisipasi kemungkinan serangan terhadap fasilitas energi serta infrastruktur strategis lainnya.

Gedung Putih dan sejumlah pejabat AS menolak memberikan komentar mengenai informasi tersebut. Hingga kini, belum ada kepastian kapan keputusan militer akan diambil atau apakah rencana serangan benar-benar akan dilaksanakan.

Iran Masih Membuka Jalur Diplomasi

Di tengah meningkatnya ancaman militer, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan Teheran masih memberikan kesempatan bagi diplomasi untuk mengakhiri konflik.

Dalam unggahan di platform X pada Rabu, Araghchi mengatakan pemerintah Iran sedang bekerja sama dengan para mediator untuk meninjau kembali sejumlah gagasan dalam proposal yang diajukan Teheran bulan sebelumnya.

Proposal tersebut sebelumnya ditolak Trump. Meski demikian, Iran masih berharap gagasan itu dapat menjadi dasar untuk mencapai kembali kesepakatan gencatan senjata.

Pernyataan Araghchi menunjukkan bahwa jalur diplomasi belum sepenuhnya tertutup, meskipun ancaman penggunaan kekuatan militer kembali mengemuka.

Di sisi lain, Kementerian Luar Negeri Uni Emirat Arab (UEA) mendesak semua pihak mengutamakan kebijaksanaan dan mencari solusi politik untuk meredakan ketegangan.

UEA memperingatkan pentingnya mencegah konflik kembali berkembang menjadi operasi militer skala penuh. Konflik yang berlangsung sejak akhir Februari tersebut telah meningkatkan kekhawatiran terhadap stabilitas keamanan dan ekonomi di kawasan Timur Tengah.

Negara Teluk Waspadai Serangan Iran ke Fasilitas Energi

Peringatan Washington tidak hanya berkaitan dengan kemungkinan serangan terhadap Iran, tetapi juga risiko pembalasan yang dapat meluas ke negara-negara sekutunya.

Menurut dua diplomat tersebut, pemerintah AS meminta negara-negara regional mengambil langkah pencegahan untuk menghadapi kemungkinan serangan Iran terhadap fasilitas energi dan infrastruktur penting.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.