Akurat Logo

Kasus Keracunan MBG, BGN Hentikan Sementara SPPG Sumbawa Tarano Labuhan Bontong

Ayu Rachmaningtyas | 29 Oktober 2026, 15:15 WIB
Kasus Keracunan MBG, BGN Hentikan Sementara SPPG Sumbawa Tarano Labuhan Bontong
Foto ilustrasi: BGN hentikan sementara SPPG Sumbawa Tarano Labuhan Bontong. (Dok. BGN)

AKURAT.CO Badan Gizi Nasional (BGN) menutup sementara Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sumbawa Tarano Labuhan Bontong, menyusul adanya kasus dugaan keracunan yang dialami 34 siswa penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Juru Bicara BGN, Tysa Novenny, mengatakan penghentian sementara ini dilakukan sembari menunggu hasil pemeriksaan sampel makanan oleh instansi terkait sebagai bagian dari proses penelusuran.

"SPPG Sumbawa Tarano Labuhan Bontong saat ini sudah diberikan surat pemberhentian sementara atau suspend dengan kategori sedang. Berkaitan dengan tindak lanjutnya, kami akan menunggu hasil pemeriksaan makanan oleh instansi terkait," kata Tysa, dikutip Kamis (29/10/2026).

Baca Juga: BGN Investigasi Kasus Keracunan MBG di Dramaga, Tunggu Hasil Uji Laboratorium

Evaluasi dilakukan untuk memastikan setiap SPPG menjalankan prosedur pengolahan dan penyajian makanan sesuai standar yang telah ditetapkan. Menurutnya, setiap temuan akan menjadi bahan evaluasi untuk menentukan langkah perbaikan sekaligus memperkuat pengawasan terhadap pelaksanaan program.

"Kami menelusuri setiap tahapan, mulai dari pengolahan hingga penyajian makanan, untuk mengetahui apakah terdapat prosedur yang belum dijalankan sesuai ketentuan. Hasil evaluasi ini akan menjadi dasar bagi langkah perbaikan agar standar keamanan pangan diterapkan secara konsisten," ujarnya.

BGN juga menyampaikan permohonan maaf kepada para siswa yang terdampak, orang tua, dan pihak sekolah atas kejadian tersebut. BGN memahami kekhawatiran yang dirasakan keluarga dan memastikan koordinasi dengan pihak terkait terus dilakukan untuk mendukung penanganan siswa serta mengawal proses evaluasi.

"Kami menyampaikan permohonan maaf kepada para siswa yang terdampak, orang tua, dan pihak sekolah atas kejadian ini. Kami memahami kekhawatiran yang dirasakan keluarga. BGN terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan para siswa mendapatkan penanganan yang diperlukan sekaligus mengawal proses evaluasi agar langkah perbaikan dapat dilakukan secara tepat," ujar Tysa.

Baca Juga: Bukan Cuma MBG, Ini Deretan Program Prabowo untuk Masa Depan Anak Muda

Berdasarkan laporan hingga Selasa (27/10/2026) pukul 22.35 WITA, sebanyak 34 siswa telah menjalani observasi di dua fasilitas pelayanan kesehatan, yakni 32 siswa di Puskesmas Tarano dan dua siswa di Puskesmas Empang. Dalam perkembangan penanganan, kondisi siswa terdampak dilaporkan berangsur membaik dan dua siswa telah diperbolehkan kembali ke rumah.

Sementara itu berdasarkan investigasi awal, dugaan sementara mengarah pada menu telur saus woku yang disajikan kepada penerima manfaat. Menurut keterangan awal Kepala SPPG, telur direbus sekitar pukul 00.00 WITA, sedangkan prosedur yang seharusnya diterapkan menetapkan proses perebusan dimulai pukul 02.00 WITA.

BGN menegaskan bahwa temuan awal tersebut belum dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan penyebab pasti kejadian. Penelusuran masih berlangsung dan hasil pemeriksaan dari instansi terkait akan menjadi bagian penting dalam menentukan tindak lanjut yang diperlukan.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.