Akurat Logo

Kalah di Pilpres Brasil, Flavio Bolsonaro Berhasil Kabur ke AS Meski Dicekal Mahkamah Agung

Fitra Iskandar | 28 Oktober 2026, 10:29 WIB
Kalah di Pilpres Brasil, Flavio Bolsonaro Berhasil Kabur ke AS Meski Dicekal Mahkamah Agung

AKURAT.CO Kandidat presiden yang kalah, Flavio Bolsonaro, tiba di Amerika Serikat, beberapa jam setelah Brasil membatalkan paspornya. Kandidat dari kubu sayap kanan ini meninggalkan negaranya setelah Mahkamah Agung Brasil memerintahkannya untuk menyerahkan paspor di tengah penyelidikan atas dugaan pencucian uang.

Paspornya dibatalkan pada hari Selasa setelah ia melewatkan tenggat waktu untuk menyerahkannya kepada pihak berwenang. Spekulasi luas muncul bahwa ia mungkin telah meninggalkan Brasil.

Sumber-sumber mengatakan kepada BBC Brasil dan BBC Mundo bahwa Bolsonaro bertemu dengan adik laki-lakinya, Eduardo, di Florida—meskipun rute perjalanan pastinya dari Brasil ke AS tidak diketahui dengan jelas.

Baik Bolsonaro maupun adiknya tidak dapat dihubungi secara langsung untuk dimintai komentar.

Kabar kedatangannya di AS muncul beberapa jam setelah seorang pejabat senior AS mengonfirmasi bahwa Departemen Luar Negeri AS akan menerbitkan visa bagi Bolsonaro beserta keluarganya dan mengizinkan mereka masuk ke negara tersebut.

BBC telah menghubungi Gedung Putih, Departemen Luar Negeri, serta kedutaan besar di AS maupun Brasil.

Pada hari Senin, Mahkamah Agung Brasil memerintahkan Bolsonaro untuk menyerahkan paspornya kepada polisi dalam waktu 24 jam sebagai bagian dari penyelidikan dugaan pencucian uang. Bolsonaro belum didakwa dan telah membantah tuduhan tersebut.

Saat itu, Bolsonaro menyatakan bahwa ia tidak memiliki rencana untuk meninggalkan negara tersebut dan bersikeras akan tetap berada di Brasil untuk memimpin oposisi terhadap rivalnya dari kubu kiri, Presiden Luiz Inacio Lula da Silva, yang memenangkan pemilihan umum pada hari Minggu.

Setelah tenggat waktu terlewati, pengacara Bolsonaro mengatakan kepada BBC Brasil bahwa mereka sama sekali tidak tahu di mana keberadaannya.

"Kami tidak tahu apa-apa mengenai hal ini, dan sampai sekarang kami belum mendapatkan informasi tentang apa yang sebenarnya terjadi," ujar salah satu pengacara.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.