Akurat Logo

Ben-Gvir Masuk Kompleks Masjid Al-Aqsa, Empat Negara Arab Murka dan Kutuk Keras Israel

Fitra Iskandar | 21 September 2026, 11:04 WIB
Ben-Gvir Masuk Kompleks Masjid Al-Aqsa, Empat Negara Arab Murka dan Kutuk Keras Israel
Ben Gvir ke Alqsa, negara-negara Arab murka. - AA

AKURAT.CO Kunjungan Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir ke kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur memicu gelombang kecaman dari empat negara Arab. Yordania, Arab Saudi, Qatar, dan Kuwait menilai tindakan tersebut sebagai pelanggaran serius terhadap status historis dan hukum Al-Aqsa serta berpotensi memperburuk ketegangan di kawasan.

Kunjungan Ben-Gvir ke Masjid Al-Aqsa dilakukan pada Minggu dengan pengawalan ketat kepolisian Israel, bersamaan dengan rombongan warga Yahudi yang memasuki kawasan suci tersebut menjelang peringatan Yom Kippur, salah satu hari raya paling sakral dalam agama Yahudi.

Otoritas Palestina dan Yordania menyebut masuknya rombongan ke kompleks Masjid Al-Aqsa sebagai tindakan provokatif yang mengancam status quo yang selama puluhan tahun mengatur pengelolaan dan akses ke situs suci itu.

Yordania: Pelanggaran Terang-Terangan terhadap Status Al-Aqsa

Kementerian Luar Negeri Yordania mengutuk keras apa yang disebutnya sebagai “serangan” ke kompleks Masjid Al-Aqsa. Amman menegaskan bahwa tindakan pejabat Israel yang memasuki kawasan tersebut bersama kelompok Yahudi merupakan pelanggaran nyata terhadap hukum internasional dan hukum humaniter.

Yordania juga memperingatkan adanya upaya mengubah status quo dengan membagi Al-Aqsa berdasarkan waktu maupun ruang ibadah. Pemerintah Yordania kembali menegaskan bahwa seluruh area seluas 144 dunam di kompleks Al-Aqsa merupakan tempat ibadah umat Islam dan berada di bawah pengelolaan eksklusif Jerusalem Islamic Waqf yang berafiliasi dengan Kementerian Wakaf Yordania.

Selain itu, Yordania menolak klaim kedaulatan Israel atas Yerusalem Timur yang diduduki serta menyerukan komunitas internasional untuk menekan Israel agar menghentikan pelanggaran di situs-situs suci Islam dan Kristen.

Arab Saudi, Qatar, dan Kuwait Ikut Mengecam

Arab Saudi menyampaikan kecaman “sekeras-kerasnya” terhadap kunjungan Ben-Gvir, menyebutnya sebagai tindakan provokatif yang melukai perasaan umat Islam di seluruh dunia. Riyadh mendesak masyarakat internasional menjalankan tanggung jawabnya untuk menghentikan pelanggaran hukum internasional.

Senada dengan itu, Qatar menyebut kunjungan tersebut sebagai provokasi yang tidak dapat diterima terhadap jutaan umat Islam. Doha memperingatkan bahwa langkah-langkah sepihak yang mengubah status historis Yerusalem dapat memicu eskalasi kekerasan dan mengganggu stabilitas kawasan.

Sementara Kuwait menilai masuknya Ben-Gvir ke kompleks Masjid Al-Aqsa di bawah perlindungan polisi Israel merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional. Pemerintah Kuwait kembali menegaskan dukungannya terhadap pembentukan negara Palestina merdeka berdasarkan perbatasan 1967 dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya.

Hampir 1.000 Warga Yahudi Masuk Al-Aqsa Jelang Yom Kippur

Di hari yang sama, otoritas Palestina melaporkan 992 warga Israel memasuki kompleks Masjid Al-Aqsa menjelang Yom Kippur. Dalam beberapa tahun terakhir, kunjungan kelompok Yahudi ke kawasan tersebut meningkat, terutama saat hari-hari besar keagamaan, dan kerap memicu ketegangan antara Israel dan Palestina.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.