Inggris Mengecam Keras Ejekan Menteri Keamanan Nasional Israel Ben-Gvir terhadap Peserta Sumud Flotilla yang Ditangkap

AKURAT.CO Gelombang kecaman internasional terhadap Israel terus membesar setelah Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, diduga mengejek para peserta “Gaza Flotilla” yang ditahan saat misi kemanusiaan menuju Jalur Gaza. Insiden tersebut memicu kemarahan sejumlah negara Eropa dan meningkatkan tekanan diplomatik terhadap pemerintahan Israel.
Menteri Dalam Negeri Inggris, Yvette Cooper, menyatakan terkejut atas video yang beredar dan memperlihatkan dugaan ejekan terhadap para aktivis asing yang ikut dalam konvoi laut kemanusiaan tersebut.
Cooper menegaskan perlakuan terhadap para tahanan harus tetap menghormati hukum internasional dan standar kemanusiaan.
“Apa yang terlihat dalam video itu tidak dapat diterima,” tegas Cooper, seraya menuntut seluruh peserta flotilla diperlakukan secara manusiawi dan penuh hormat.
Baca Juga: Amerika Serikat Bela Israel Sebut Relawan di Sumud Flotilla Pendukung Teroris
Kontroversi ini muncul di tengah sorotan dunia terhadap penahanan sejumlah aktivis internasional yang berupaya menembus blokade menuju Gaza melalui jalur laut.
Di Eropa, tekanan diplomatik terhadap Israel kini semakin meningkat. Sejumlah negara mulai mendorong investigasi resmi terkait perlakuan terhadap peserta Gaza Flotilla serta meminta penjelasan langsung dari pemerintah Israel.
Prancis menjadi salah satu negara yang mengambil langkah keras dengan memanggil duta besar Israel untuk menyampaikan protes resmi. Pemerintah Prancis menilai tindakan yang dikaitkan dengan Ben-Gvir tidak sesuai dengan prinsip diplomatik maupun nilai kemanusiaan dalam memperlakukan warga sipil dan aktivis asing.
Ketegangan hubungan antara Israel dan sejumlah negara Eropa memang terus meningkat dalam beberapa waktu terakhir, terutama sejak perang di Gaza memicu krisis kemanusiaan yang semakin meluas.
Kritik internasional terhadap kebijakan pemerintah Israel juga terus menguat, termasuk terkait respons terhadap gerakan solidaritas global untuk Palestina.
Sementara itu, pemerintah Israel belum memberikan tanggapan resmi secara rinci mengenai gelombang kritik terbaru tersebut. Namun pejabat Israel tetap bersikeras bahwa tindakan terhadap peserta flotilla dilakukan atas dasar pertimbangan keamanan dan untuk mencegah pelanggaran terhadap pembatasan yang diberlakukan di Jalur Gaza.
Kasus ini diperkirakan semakin memperumit hubungan diplomatik Israel dengan negara-negara Eropa, di tengah meningkatnya tekanan internasional terkait konflik berkepanjangan di Gaza.
Sumber: Anadolu
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Soal Gugatan Syarat Pendidikan Gibran ke MK, Margarito Kamis: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan
- 2Link Live Score Indonesia vs Thailand Final FIFA ASEAN Cup 2026, Cek Skor dan Susunan Pemain Sekarang!
- 3Link Live Streaming Indonesia vs Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026, Nonton di Sini!
- 4Trump Siapkan Tambahan 10.000 Pasukan AS ke Timur Tengah, Senator Desak Kongres Hentikan Dana Perang Iran
- 5Kalender Jawa 5 Oktober 2026: Watak Weton Senin Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 6Link Live Streaming Indonesia vs Thailand Final FIFA ASEAN Cup 2026: Jam Berapa dan Tayang di Mana?
- 7Dokumen Pendidikan Gibran Dilaporkan ke Bareskrim, Keaslian Syarat Cawapres 2024 Jadi Sorotan
- 8Prediksi Skor Wales vs Denmark 5 Oktober 2026: Duel Ketat di Cardiff
- 9Presiden Prabowo: Satgas PKH Selamatkan Uang Negara Rp52 Triliun dalam Dua Tahun
- 10Prabowo Saksikan Penyerahan Hasil Penyelamatan Uang Negara Rp13,2 Triliun dari Satgas PKH








