Kereta Anjlok di Prancis, 44 Orang Terluka, Polisi Selidiki Dugaan Sabotase

AKURAT.CO Polisi Prancis menyelidiki dugaan sabotase setelah sebuah kereta regional tergelincir dan keluar dari jalur di Cleon, barat laut Prancis. Sebanyak 44 orang terluka dalam kecelakaan yang terjadi Jumat malam, 11 September 2026.
Kereta TER tersebut membawa 186 penumpang dalam perjalanan dari Rouen menuju Caen ketika mengalami kecelakaan di wilayah Cleon.
Satu gerbong kereta terguling hingga berada di sisi jalur, sementara empat gerbong lainnya keluar dari rel.
Di antara para korban terdapat seorang perempuan berusia 18 tahun. Polisi mengatakan korban tersebut harus dievakuasi menggunakan helikopter menuju Rumah Sakit Universitas Rouen untuk mendapatkan perawatan.
Dugaan sabotase muncul setelah petugas menemukan potongan rel di atas jalur yang dilalui kereta.
Juru bicara layanan komunikasi Kepolisian Nasional Prancis atau SICOP mengatakan kepada Associated Press bahwa potongan rel tersebut "kemungkinan" berkaitan dengan kecelakaan kereta.
Namun, juru bicara yang tidak disebutkan namanya itu mengatakan penyelidikan masih diperlukan untuk memastikan bagaimana potongan rel tersebut bisa berada di atas jalur.
Polisi Selidiki Kemungkinan Sabotase
Kejaksaan Rouen masih berhati-hati dalam menarik kesimpulan mengenai penyebab kecelakaan.
Jaksa Rouen Sebastien Gallois mengatakan keberadaan potongan rel tersebut masih menjadi pertanyaan utama dalam penyelidikan.
"Alasan keberadaannya masih belum diketahui dan harus ditentukan melalui penyelidikan," ujar Gallois, seperti dikutip Agence France-Presse (AFP).
Penyidik kini berusaha memastikan apakah anjloknya kereta merupakan kecelakaan atau ada unsur kesengajaan.
Kepolisian mengatakan penyelidikan akan menentukan apakah potongan rel tersebut merupakan bagian dari kecelakaan atau sengaja ditempatkan di jalur kereta.
Hingga kini, pihak berwenang belum menyatakan secara resmi bahwa sabotase telah terjadi.
Puluhan Penumpang Terluka
Wali Kota Cleon Melanie Delacour mengatakan para korban mengalami trauma setelah kecelakaan tersebut.
"Para korban berada dalam kondisi syok," kata Delacour kepada AFP.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Tujuh Dekade Asuransi Astra Menjaga Asa: Merajut Kemandirian Ekonomi UMKM, Perempuan, hingga Penyandang Disabilitas
- 4Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 54 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 6Memutus Mata Rantai Kejahatan Keuangan Digital: Upaya OJK Melindungi Masyarakat dari Jerat Judi Online
- 7Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 8Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai




