Iran Klaim Serang Pangkalan Militer AS di Kuwait dan UEA, Balas Bom di Pesta Pernikahan

AKURAT.CO Iran mengklaim telah meluncurkan serangan rudal dan drone ke pangkalan militer Amerika Serikat di Kuwait dan Uni Emirat Arab (UEA) pada Kamis (3/9/2026). Tindakan itu merupakan balasan atas serangan yang dituduhkan kepada Washington terhadap sebuah pesta pernikahan di wilayah pesisir Iran.
Eskalasi terbaru ini memperdalam perang yang telah berlangsung selama enam bulan antara Iran dan koalisi AS-Israel, di tengah kebuntuan militer serta perebutan kendali jalur energi strategis Selat Hormuz.
Iran Klaim Hantam Pangkalan AS
Militer Kuwait mengonfirmasi telah mencegat serangan rudal dan drone yang berasal dari Iran. Di sisi lain, Angkatan Bersenjata Iran menyatakan berhasil menghantam Pangkalan Udara Ahmad al-Jaber di Kuwait.
Pemerintah Kuwait mengecam serangan tersebut sebagai pelanggaran serius terhadap hukum internasional.
Iran juga mengklaim menyerang Pangkalan Udara Al Minhad di Uni Emirat Arab. Namun, pemerintah UEA menyatakan tidak ada serangan yang terjadi di wilayahnya dan belum melaporkan adanya kerusakan maupun korban.
Serangan Disebut Balas Tragedi Pernikahan
Ketegangan meningkat setelah Bulan Sabit Merah Iran (IRCS) melaporkan serangan rudal terhadap sebuah pesta pernikahan di Kota Kuhestak pada Selasa malam menewaskan empat orang, termasuk seorang anak, serta melukai lebih dari 50 lainnya.
Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance mengatakan Washington tengah menyelidiki laporan tersebut, tetapi menegaskan pihaknya masih meragukan informasi yang berasal dari media pemerintah Iran.
“Kami memang sedang menyelidikinya, tetapi saya sangat skeptis terhadap laporan media negara Iran mengenai konflik ini,” kata Vance dalam pengarahan di Gedung Putih.
Sementara itu, Panglima Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), Ahmad Vahidi, bersumpah akan membalas kematian para korban.
“Darah suci para syuhada yang tertindas ini tidak akan dibiarkan tanpa balasan,” ujarnya.
Juru bicara Komando Pusat Militer AS (CENTCOM), Tim Hawkins, membantah tuduhan tersebut dan menegaskan bahwa militer Amerika tidak pernah menjadikan warga sipil sebagai sasaran.
Puluhan Tentara Iran Tewas
Gelombang serangan udara Amerika di berbagai wilayah Iran antara Selasa dan Rabu dilaporkan menewaskan sedikitnya 19 warga Iran. Presiden AS Donald Trump sebelumnya menyatakan militernya siap menyerang Iran “kapan pun kami mau”.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Demo BEM UI 28 Oktober 2026: Cek Lokasi, Jadwal, dan Informasi Terbaru
- 2Cara Daftar BLT Kesra Rp900 Ribu Akhir Oktober 2026, Cek Tahapannya
- 3UMKM Indonesia Bidik Pasar Global, LPEI Tawarkan Pembiayaan hingga Konsultasi Ekspor
- 4Lineup Jazz Goes to Campus 2026 Lengkap, Ada Kahitna hingga Maliq & D'Essentials
- 5Survei IPO: Gerindra Memimpin, PSI yang Diperkuat Jokowi di Posisi Sembilan
- 6KPK Tegaskan Tak Sita atau Terima Pengembalian Rp40 Juta dari PCNU Terkait Muktamar NU
- 7Link Live Streaming Garudayaksa vs Persib Bandung Malam Ini, Klik di Sini!
- 8Prediksi Skor Roma vs Cagliari 28 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan Menang
- 9Auditor BPK Ungkap Enam Penyimpangan Yaqut Cholil Qoumas dalam Penetapan Kuota Haji Tambahan
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid di Kasus Suap HGB Summarecon








