Jerman Kecam Tender 1.000 Rumah Permukiman Israel di Tepi Barat

AKURAT.CO Pemerintah Jerman mengecam rencana Israel membuka tender pembangunan lebih dari 1.000 unit rumah di permukiman E1, Tepi Barat yang diduduki. Berlin mendesak pemerintah Israel membatalkan rencana tersebut karena dinilai mengancam peluang penyelesaian konflik melalui jalur diplomatik.
Wakil juru bicara Kementerian Luar Negeri Jerman, Martin Giese, mengatakan perluasan permukiman Israel di wilayah Palestina yang diduduki bertentangan dengan hukum internasional dan semakin mempersempit peluang terwujudnya solusi dua negara.
“Kami mengecam tender yang diterbitkan kemarin untuk lebih dari 1.000 unit rumah dalam proyek permukiman Israel E1,” kata Giese dalam konferensi pers di Berlin, Rabu (19/8/2026).
Menurutnya, proyek tersebut menghambat upaya yang didukung komunitas internasional dan Mahkamah Internasional untuk mengakhiri pendudukan Israel di Tepi Barat.
Jerman: Proyek E1 Ancam Solusi Dua Negara
Giese memperingatkan pembangunan kawasan E1 berpotensi membelah Tepi Barat menjadi dua bagian sekaligus memutus keterhubungan wilayah tersebut dengan Yerusalem Timur.
Kondisi itu, menurut Jerman, dapat membuat pembentukan negara Palestina yang berdampingan dengan Israel semakin sulit diwujudkan.
“Kami sekali lagi menyerukan kepada pemerintah Israel untuk menghentikan rencana permukiman E1 dan menghentikan pembangunan permukiman di Tepi Barat,” ujar Giese.
Jerman juga menegaskan tidak akan mengakui perubahan terhadap batas wilayah yang ditetapkan sebelum perang 1967 apabila perubahan tersebut tidak disepakati oleh pihak-pihak yang berkonflik.
Berlin Tolak Rencana Aneksasi Israel
Giese menegaskan Jerman menolak setiap rencana pemerintah Israel untuk mencaplok wilayah Palestina.
“Pemerintah Jerman dengan tegas menolak setiap rencana pemerintah Israel untuk melakukan aneksasi,” katanya.
Berlin menyatakan akan terus bekerja sama dengan negara-negara Eropa dan mitra internasional lainnya untuk menciptakan kondisi yang memungkinkan tercapainya perdamaian berkelanjutan.
Jerman juga kembali mendukung solusi dua negara yang dicapai melalui perundingan sebagai jalan keluar dari konflik Israel-Palestina.
Polemik mengenai proyek E1 menjadi perhatian karena kawasan tersebut berada di area strategis antara Yerusalem Timur dan bagian lain Tepi Barat. Pembangunan permukiman di wilayah itu dinilai dapat semakin mengubah kondisi di lapangan dan memperumit upaya diplomatik menuju pembentukan negara Palestina.
Sumber: Anadolu
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Soal Gugatan Syarat Pendidikan Gibran ke MK, Margarito Kamis: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan
- 2Link Live Score Indonesia vs Thailand Final FIFA ASEAN Cup 2026, Cek Skor dan Susunan Pemain Sekarang!
- 3Link Live Streaming Indonesia vs Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026, Nonton di Sini!
- 4Trump Siapkan Tambahan 10.000 Pasukan AS ke Timur Tengah, Senator Desak Kongres Hentikan Dana Perang Iran
- 5Kalender Jawa 5 Oktober 2026: Watak Weton Senin Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 6Link Live Streaming Indonesia vs Thailand Final FIFA ASEAN Cup 2026: Jam Berapa dan Tayang di Mana?
- 7Dokumen Pendidikan Gibran Dilaporkan ke Bareskrim, Keaslian Syarat Cawapres 2024 Jadi Sorotan
- 8Prediksi Skor Wales vs Denmark 5 Oktober 2026: Duel Ketat di Cardiff
- 9Presiden Prabowo: Satgas PKH Selamatkan Uang Negara Rp52 Triliun dalam Dua Tahun
- 10Prabowo Saksikan Penyerahan Hasil Penyelamatan Uang Negara Rp13,2 Triliun dari Satgas PKH








