Trump Ungkap Alasan Sembunyi dari Air Force One: Ada Ancaman Serangan di Turki

AKURAT.CO Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengungkap alasan dirinya diam-diam meninggalkan pesawat kepresidenan Air Force One setelah menghadiri pertemuan NATO di Turki. Trump mengatakan langkah tersebut dilakukan atas arahan Secret Service dan militer Amerika Serikat karena adanya ancaman keamanan.
Trump mengaku dipindahkan ke pesawat lain setelah aparat keamanan menilai situasi mengharuskan dirinya menggunakan penerbangan berbeda.
“Saya mengikuti arahan Secret Service dan militer. Mereka ingin saya menggunakan penerbangan dan pesawat yang berbeda,” kata Trump kepada wartawan, Selasa.
Pernyataan tersebut sekaligus menguatkan laporan The Washington Post yang sebelumnya menyebut Trump meninggalkan Air Force One secara diam-diam setelah berada di Turki.
Menurut laporan itu, Trump disebut masuk ke dalam kontainer katering bandara untuk berpindah ke pesawat lain. Sementara itu, Air Force One yang membawa sejumlah pejabat Gedung Putih, petugas keamanan, staf pendukung, dan wartawan tetap diberangkatkan dari Turki sebagai semacam penerbangan pengalih perhatian.
Langkah tersebut diduga dilakukan untuk mengantisipasi ancaman serangan yang dinilai kredibel terhadap Trump.
Trump Mengaku Tak Banyak Bertanya soal Ancaman
Trump mengatakan dirinya tidak mengetahui secara rinci bentuk ancaman yang membuat aparat keamanan mengubah rencana penerbangannya.
“Saya kira memang ada ancaman di luar sana. Saya tidak terlalu banyak bertanya soal itu. Saya mendapat banyak ancaman,” ujarnya.
Meski demikian, Trump berusaha meredam kekhawatiran mengenai keselamatan orang-orang yang tetap berada di Air Force One.
Ia bahkan mengatakan pesawat yang ditumpanginya justru mungkin berada dalam risiko lebih besar.
“Saya pikir sebenarnya pesawat yang saya tumpangi memiliki risiko lebih besar,” kata Trump, tanpa menjelaskan secara rinci mengenai operasi pengamanan tersebut.
Trump juga mengatakan dirinya tidak merasa takut dengan ancaman yang ada.
“Saya tidak mengkhawatirkan apa pun, sejujurnya,” ujarnya.
Naik Air Force One Lama, Pesawat Baru Diterbangkan Lebih Dulu
Insiden tersebut terjadi setelah Trump menghadiri pertemuan NATO di Turki pada Juli lalu. Dalam perjalanan tersebut, Trump menggunakan pesawat jet baru yang merupakan hadiah dari Qatar dan telah dimodifikasi dengan warna merah, putih, serta biru khas Amerika Serikat.
Namun, menjelang kepulangannya dari Turki, Trump mengatakan dirinya akan menggunakan Air Force One model lama untuk sebagian perjalanan menuju Amerika Serikat.
Saat berada di Ankara, Trump terlihat menaiki pesawat Air Force One lama di depan kamera televisi. Pesawat tersebut kemudian terbang menuju Royal Air Force Mildenhall di Suffolk, Inggris.
Sebelumnya, Trump menjelaskan bahwa pesawat baru tersebut diterbangkan lebih dahulu agar sejumlah personel militer Amerika Serikat yang ditempatkan di Inggris dapat melihat dan memeriksa pesawat tersebut.
Namun, laporan mengenai perpindahan Trump secara diam-diam memunculkan dugaan bahwa alasan keamanan juga menjadi faktor penting di balik perubahan rencana penerbangan tersebut.
Gedung Putih Belum Konfirmasi Detail Operasi
Gedung Putih belum secara resmi mengonfirmasi seluruh detail laporan mengenai Trump yang meninggalkan Air Force One melalui kontainer katering.
Direktur Komunikasi Gedung Putih Steven Cheung hanya memberikan pernyataan yang menekankan adanya ancaman terhadap presiden.
“Seperti yang baru-baru ini disampaikan Presiden, ada banyak musuh Amerika yang mengincarnya, dan kami menggunakan setiap alat yang tersedia untuk menghadapi ancaman tersebut,” kata Cheung.
Pengakuan Trump kini memberikan konteks baru terhadap laporan tersebut. Pernyataannya menunjukkan bahwa keputusan menggunakan pesawat berbeda memang berkaitan dengan pertimbangan keamanan, meski rincian mengenai siapa atau kelompok mana yang dianggap sebagai ancaman belum diungkapkan.
Sumber: Irishnews
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ekspor Minyak Timur Tengah Pulih 80 Persen, Strategi Iran di Selat Hormuz Mulai Kehilangan Taji?
- 2Prediksi Skor Thailand vs Vietnam 29 September 2026: Vietnam Berpeluang Menang Lagi?
- 3Klik Link Live Streaming Indonesia vs Malaysia FIFA ASEAN Cup 2026 Malam Ini
- 4Prediksi Indonesia vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Susunan Pemain dan Skor!
- 5Sinyal Aliansi Militer Baru? Telepon Khusus Erdogan ke Prabowo Bongkar Ambisi Besar Jakarta-Ankara
- 6Cek Bansos Tahap 4 Oktober-Desember 2026, Begini Cara Cek Desil dan Status Penerima Pakai NIK
- 7Ramalan Shio Minggu Ini 28 September–4 Oktober 2026: Ada yang Makin Sibuk, Ada yang Butuh Me Time
- 8Prediksi Spanyol vs Kroasia di UEFA Nations League: Susunan Pemain, H2H, dan Skor
- 9KPK Geledah Kantor Bela Parahiyangan Investindo, Terkait Suap Kementerian ATR/BPN
- 10Kejagung Limpahkan Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana ke JPU, Dakwaan Disiapkan








