57 Migran Tewas dalam Penyerbuan Massal ke Ceuta, Ribuan Orang Dipulangkan ke Maroko
AKURAT.CO Sebagian besar migran ilegal yang sempat menerobos masuk ke Ceuta, wilayah otonom Spanyol di pesisir Afrika Utara, kini telah kembali ke Maroko. Di tengah proses pemulangan tersebut, jumlah korban jiwa akibat gelombang penyeberangan massal itu terus bertambah dan telah mencapai sedikitnya 57 orang.
Peristiwa ini menjadi salah satu krisis migrasi terbesar yang pernah melanda Ceuta. Dalam beberapa hari terakhir, puluhan ribu migran berusaha memasuki wilayah Spanyol melalui jalur darat maupun laut, memicu bentrokan, kepadatan di titik perbatasan, hingga insiden yang merenggut puluhan nyawa.
Ceuta, bersama Melilla, merupakan dua kota otonom Spanyol yang berada di Afrika Utara dan menjadi satu-satunya perbatasan darat antara Uni Eropa dengan Benua Afrika. Selama bertahun-tahun, kedua wilayah tersebut menjadi jalur utama bagi para migran yang berupaya mencapai Eropa secara ilegal.
Pemerintah Spanyol pada Sabtu (1/8/2026) menyampaikan bahwa mayoritas dari lebih dari 50.000 migran yang memasuki Ceuta sejak Kamis (30/7) telah kembali ke wilayah Maroko secara sukarela.
Data Kementerian Dalam Negeri Spanyol menunjukkan sekitar 50.000 orang menyeberang secara ilegal sejak Kamis pagi. Hingga Jumat (31/7) pukul 18.00 waktu setempat, sekitar 48.300 orang dilaporkan telah kembali ke Maroko.
Sementara itu, Kepala Pemerintahan Ceuta, Juan Jesus Vivas, memperkirakan jumlah migran yang berhasil menerobos masuk bahkan mencapai sekitar 60.000 orang dalam beberapa hari terakhir.
Di sisi lain, korban jiwa akibat insiden tersebut terus bertambah. Pemerintah Spanyol di Ceuta melaporkan sedikitnya 57 jenazah telah ditemukan di wilayah perbatasan Spanyol. Otoritas juga memperingatkan kemungkinan masih ada korban lain yang berada di sisi wilayah Maroko.
Menurut aparat setempat, sebagian korban meninggal setelah tenggelam saat mencoba berenang menuju Ceuta dari pantai Maroko. Korban lainnya dilaporkan tewas akibat terjepit kerumunan ketika berusaha memanjat bebatuan pemecah gelombang yang menjadi bagian dari sistem pengamanan pagar perbatasan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1KPK Sita Rp2 Miliar dari Dirut KAI Bobby Rasyidin dalam Korupsi Digitalisasi SPBU
- 2Kisi-Kisi dan Contoh Soal Matematika Wajib TKA SMA 2026 Lengkap dengan Kunci Jawaban
- 3Jadwal MotoGP Qatar 2026 Terbaru, Cek Jam Tayang Sprint Race dan Balapan Utama
- 4Kapten Melbourne Victory Lompat Pagar, Labrak Suporter Usai Timnya Dipermalukan Persib
- 5Prediksi Skor Porto vs Napoli 5 November 2026: Tuan Rumah Berpeluang Menang
- 6Jadwal Siaran Langsung Liga Champions Malam Ini: Barcelona vs Aston Villa, MU vs AS Roma
- 7Prediksi Skor Dortmund vs Betis 5 November 2026: Mampukah Die Borussen Hentikan Rekor Sempurna Tim Tamu?
- 8Kalender Jawa 4 November 2026: Watak Weton Rabu Kliwon yang Dikenal Berwibawa
- 9Istana: Penyadapan yang Dilakukan Listyo Sigit Mengarah Perbuatan Makar
- 10Prabowo Tunjuk Letjen Ariyo Windutomo Jadi Pelaksana Tugas Kepala Staf Kepresidenan Menggantikan Listyo Sigit







