Ukraina Serang Kapal Berbendera Iran, Kyiv Tegaskan Teheran Bukan Korban Tak Bersalah

AKURAT.CO Ketegangan antara Ukraina dan Iran kembali meningkat setelah Kyiv melancarkan serangan drone terhadap sebuah kapal kargo berbendera Iran di Laut Kaspia. Serangan tersebut memicu ancaman balasan dari Teheran, namun pemerintah Ukraina menegaskan Iran tidak memiliki hak untuk mengklaim diri sebagai korban karena selama ini menjadi pemasok senjata bagi Rusia.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pada Sabtu (25/7/2026) mengonfirmasi bahwa pasukannya berhasil melancarkan serangan jarak jauh terhadap kapal-kapal yang digunakan untuk mengangkut muatan militer antara Iran dan Rusia.
"Kami memperoleh hasil yang sangat baik dari operasi tersebut," kata Zelensky.
Iran Klaim Satu Pelaut Tewas
Pemerintah Iran mengidentifikasi kapal yang diserang sebagai Ana dan mengecam aksi militer Ukraina.
Menurut kantor berita resmi Iran, Islamic Republic News Agency (IRNA), seorang pelaut bernama Nima Moradi (23) tewas akibat serpihan ledakan, sementara beberapa awak lainnya mengalami luka-luka.
Teheran juga membantah tuduhan bahwa kapal tersebut mengangkut perlengkapan militer. Iran mengklaim kapal hanya membawa muatan baja gulung dari Pelabuhan Astrakhan di Rusia menuju Pelabuhan Anzali di Iran.
Ukraina: Kapal Itu Target Militer Sah
Pemerintah Ukraina justru menegaskan kapal tersebut merupakan target militer yang sah.
Duta Besar Ukraina untuk Israel, Yevgeny Korynchuk, mengatakan kapal itu membawa komponen drone dan rudal yang akan digunakan Rusia dalam perang melawan Ukraina.
"Kapal yang kami serang berisi komponen drone dan rudal yang menuju Rusia, bukan barang sipil seperti yang diklaim Iran," ujarnya kepada stasiun televisi N12.
Ia menambahkan bahwa Ukraina telah beberapa kali menyerang sasaran serupa dan tidak menutup kemungkinan operasi serupa akan kembali dilakukan.
Kyiv: Iran Ikut Bertanggung Jawab atas Perang
Menteri Luar Negeri sementara Ukraina, Andrii Sybiha, menegaskan Iran tidak dapat memosisikan diri sebagai pihak yang tidak bersalah.
"Rezim di Teheran adalah kaki tangan langsung agresi Rusia terhadap Ukraina. Mereka telah memasok senjata yang digunakan Moskow untuk membunuh warga Ukraina sejak 2022," kata Sybiha.
Menurutnya, Iran berusaha mengalihkan perhatian dunia dari serangan Rusia terhadap jalur pelayaran sipil di Laut Hitam yang mengancam ketahanan pangan global.
Iran Ancam Balas Serangan Ukraina
Ancaman keras datang dari Ketua Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran, Ebrahim Azizi.
Melalui akun X, Azizi memperingatkan bahwa Ukraina akan menghadapi konsekuensi atas serangan tersebut.
"Ukraina mungkin segera memahami bahwa Iran tidak pernah membiarkan tindakannya tanpa balasan. Daftar pihak yang salah memperhitungkan Iran terus bertambah," tulisnya.
Zelensky Kaitkan Iran dan Rusia
Zelensky menilai perang Ukraina melawan Rusia kini tidak bisa dipisahkan dari konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Ia menuduh Moskow membantu operasi militer Iran melalui dukungan intelijen satelit.
"Sejak awal Juli kami mencatat adanya pengawasan satelit aktif Rusia terhadap negara-negara Teluk dan pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan. Gambar-gambar tersebut kemudian muncul di Iran," ujar Zelensky.
Menurutnya, terdapat korelasi yang jelas antara citra satelit Rusia dengan serangan-serangan yang dilakukan Iran, baik sebelum serangan sebagai bagian dari persiapan maupun setelahnya untuk mengevaluasi dampak serangan.
Pernyataan tersebut semakin mempertegas tudingan Ukraina bahwa Rusia dan Iran kini bekerja sama secara erat dalam konflik yang semakin meluas di berbagai kawasan.
Sumber: Washingtontimes
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Demo BEM UI 28 Oktober 2026: Cek Lokasi, Jadwal, dan Informasi Terbaru
- 2Cara Daftar BLT Kesra Rp900 Ribu Akhir Oktober 2026, Cek Tahapannya
- 3UMKM Indonesia Bidik Pasar Global, LPEI Tawarkan Pembiayaan hingga Konsultasi Ekspor
- 4Lineup Jazz Goes to Campus 2026 Lengkap, Ada Kahitna hingga Maliq & D'Essentials
- 5Survei IPO: Gerindra Memimpin, PSI yang Diperkuat Jokowi di Posisi Sembilan
- 6Link Live Streaming Garudayaksa vs Persib Bandung Malam Ini, Klik di Sini!
- 7KPK Tegaskan Tak Sita atau Terima Pengembalian Rp40 Juta dari PCNU Terkait Muktamar NU
- 8Prediksi Skor Roma vs Cagliari 28 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan Menang
- 9Auditor BPK Ungkap Enam Penyimpangan Yaqut Cholil Qoumas dalam Penetapan Kuota Haji Tambahan
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid di Kasus Suap HGB Summarecon






