Pakistan Ungkap AS dan Iran Sepakati Jalur Komunikasi Langsung, Fokus Cegah Insiden di Selat Hormuz

AKURAT.CO Amerika Serikat dan Iran mencapai kesepakatan untuk membentuk jalur komunikasi langsung guna mencegah insiden dan kesalahpahaman di tengah proses perdamaian yang sedang berlangsung. Kesepakatan tersebut diumumkan Kementerian Luar Negeri Pakistan pada Rabu (24/6/2026).
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Pakistan, Tahir Andrabi, mengatakan pembentukan jalur komunikasi langsung merupakan salah satu poin penting dalam pernyataan bersama yang diterbitkan oleh Pakistan dan Qatar sebagai mediator perundingan antara Washington dan Teheran.
Selain jalur komunikasi langsung, kedua negara juga menyepakati pembentukan mekanisme de-confliction atau sistem koordinasi untuk mencegah potensi benturan dan eskalasi konflik.
“Seiring berjalannya proses perdamaian, langkah-langkah ini akan menjadi panduan dalam proses negosiasi,” kata Andrabi kepada wartawan di Islamabad.
Lima Kesepakatan Penting AS-Iran
Menurut Andrabi, terdapat lima poin utama yang telah disepakati oleh Amerika Serikat dan Iran dalam kerangka awal menuju kesepakatan damai yang lebih luas.
Salah satunya adalah pembentukan komite tingkat tinggi untuk mengawasi proses mediasi secara politik. Para negosiator utama dari kedua pihak akan melaporkan perkembangan pembicaraan secara berkala kepada komite tersebut.
Kelompok kerja khusus juga akan dibentuk untuk menangani isu-isu penting seperti program nuklir, sanksi, pemantauan pelaksanaan kesepakatan, dan penyelesaian sengketa.
Selain itu, kedua negara telah menyetujui peta jalan menuju perjanjian damai final yang ditargetkan dapat dicapai dalam waktu 60 hari.
Selat Hormuz Jadi Fokus Pembahasan
Dalam kesepakatan tersebut, Amerika Serikat dan Iran juga menyetujui pembentukan jalur komunikasi langsung untuk menghindari kesalahpahaman yang dapat memicu insiden baru, khususnya terkait keamanan pelayaran komersial di Selat Hormuz.
Jalur komunikasi itu diharapkan dapat membantu menjamin kelancaran dan keamanan kapal-kapal dagang yang melintasi salah satu jalur energi terpenting di dunia tersebut.
Selain itu, mekanisme de-confliction akan melibatkan Amerika Serikat, Iran, pemerintah Lebanon, serta negara-negara mediator guna mengurangi risiko ketegangan di kawasan.
Perundingan Langsung di Swiss
Kesepakatan tersebut muncul setelah Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance dan Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Qalibaf menggelar pembicaraan langsung di Swiss pada akhir pekan lalu.
Pakistan dan Qatar berperan sebagai mediator dalam pertemuan tersebut sebelum akhirnya merilis pernyataan bersama mengenai dimulainya periode negosiasi teknis selama 60 hari.
Andrabi mengatakan pembicaraan teknis antara Washington dan Teheran diperkirakan akan kembali dilanjutkan pekan depan sebagai bagian dari upaya mencapai kesepakatan permanen.
Langkah ini dinilai sebagai perkembangan penting dalam hubungan AS-Iran setelah bertahun-tahun ketegangan yang kerap memengaruhi stabilitas kawasan Timur Tengah dan jalur perdagangan global.
Sumber: Anadolu
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ekspor Minyak Timur Tengah Pulih 80 Persen, Strategi Iran di Selat Hormuz Mulai Kehilangan Taji?
- 2Prediksi Skor Thailand vs Vietnam 29 September 2026: Vietnam Berpeluang Menang Lagi?
- 3Klik Link Live Streaming Indonesia vs Malaysia FIFA ASEAN Cup 2026 Malam Ini
- 4Prediksi Skor Argentina vs Bolivia 1 Oktober 2026: La Albiceleste Dijagokan
- 5Sinyal Aliansi Militer Baru? Telepon Khusus Erdogan ke Prabowo Bongkar Ambisi Besar Jakarta-Ankara
- 6Prediksi Indonesia vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Susunan Pemain dan Skor!
- 7Klasemen FIFA ASEAN Cup 2026 Terbaru: Indonesia vs Bangladesh, Cek Jadwal dan Posisi Grup A!
- 8Cek Bansos Tahap 4 Oktober-Desember 2026, Begini Cara Cek Desil dan Status Penerima Pakai NIK
- 9KPK Hadirkan Delapan Saksi dari Kesthuri, Himpuh, Amphuri hingga Maktour untuk Pembuktian Korupsi Kuota Haji
- 10Terima Jemaat GKPI Rajeg, Wapres Gibran Tekankan Kerukunan dan Kebebasan Beribadah








