Iran Tutup Selat Hormuz Setelah Israel Bombardir Lebanon Selatan

AKURAT.CO Iran mengumumkan kembali penutupan Selat Hormuz setelah serangan udara Israel di Lebanon selatan memicu ketegangan baru di Timur Tengah. Langkah tersebut dilakukan hanya beberapa hari setelah Teheran dan Washington mencapai kesepakatan awal untuk mengakhiri konflik yang berlangsung selama berbulan-bulan.
Komando militer Iran menyatakan penutupan jalur pelayaran strategis itu merupakan respons atas serangan Israel yang dinilai melanggar komitmen penghentian operasi militer di Lebanon. Teheran juga menuding Amerika Serikat gagal memastikan pelaksanaan poin utama dalam kesepakatan damai yang baru ditandatangani kedua negara.
Dalam pernyataannya, Iran memperingatkan bahwa langkah lebih lanjut dapat diambil apabila serangan terhadap Lebanon terus berlanjut. Selat Hormuz sebelumnya dibuka kembali sebagai bagian dari kesepakatan awal antara Iran dan Amerika Serikat untuk meredakan konflik kawasan.
Namun klaim Iran langsung dibantah militer Amerika Serikat. Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan lalu lintas kapal komersial masih berjalan normal dan tidak ada bukti bahwa jalur pelayaran tersebut benar-benar ditutup. Washington menegaskan Iran tidak memiliki kendali penuh atas Selat Hormuz.
Di saat yang sama, perundingan baru antara AS dan Iran tetap dijadwalkan berlangsung di Swiss. Wakil Presiden AS JD Vance memimpin delegasi Washington, sementara Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi telah tiba bersama tim perunding Teheran. Kedua pihak akan membahas isu program nuklir Iran serta upaya menjaga gencatan senjata di Lebanon.
Ketegangan meningkat setelah serangkaian serangan Israel di Lebanon selatan menewaskan puluhan orang. Israel mengklaim operasi tersebut menyasar target-target Hizbullah, sementara kelompok yang didukung Iran itu menuduh Israel berupaya menggagalkan proses perdamaian yang sedang dibangun melalui kesepakatan AS-Iran.
Selat Hormuz merupakan salah satu jalur energi paling penting di dunia. Sekitar seperlima perdagangan minyak global melewati perairan sempit yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab tersebut. Karena itu, setiap ancaman penutupan dapat langsung mengguncang pasar energi internasional dan memicu lonjakan harga minyak.
Keputusan Iran menutup kembali Selat Hormuz menambah ketidakpastian terhadap masa depan kesepakatan damai yang baru saja dicapai dengan Amerika Serikat. Dunia kini menunggu hasil perundingan di Swiss yang diharapkan mampu mencegah krisis regional berkembang menjadi konflik yang lebih luas.
Sumber: BBC
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 18 September 2026: Watak Weton Jumat Pon, Bijak dan Mudah Bergaul
- 2Persija Banding Sanksi Komdis PSSI, 2 Larangan Laga Kandang Jadi Sorotan
- 3Prediksi Skor Brentford vs Chelsea 19 September 2026: Duel Ketat, Apakah Akan Berakhir Imbang?
- 4Kalender Jawa 19 September 2026: Watak Weton Sabtu Wage, Setia dan Berpendirian Kuat
- 5FIFA ASEAN Cup: PSSI Rilis 23 Pemain Timnas Indonesia, Jay Idzes dan Beckham Putra Absen
- 6Gara-gara Kembang Api di Hotel Pemain Persib, Persija Disanksi Tak Gelar 2 Laga di Kandang
- 7Prediksi Skor Juventus vs NEC Nijmegen 18 September 2026: Siapa yang Akan Menang?
- 8Prediksi Skor Roma vs Inter 19 September 2026: Duel Dua Tim Sempurna di Olimpico
- 9Geledah Rumah Lampri, KPK Sita Bukti Dugaan Aliran Uang
- 10Presiden Prabowo: Saya Tidak Ingin Ada Orang Lapar di Indonesia








