Isi Kesepakatan Bersejarah AS-Iran Terungkap, Sanksi Dicabut hingga Selat Hormuz Dibuka Kembali

AKURAT.CO Setelah puluhan tahun diwarnai permusuhan, ancaman militer, dan sanksi ekonomi, Amerika Serikat dan Iran akhirnya mengungkap isi lengkap nota kesepahaman (MoU) yang menjadi dasar berakhirnya konflik terbaru antara kedua negara. Dokumen yang telah ditandatangani secara elektronik itu memuat serangkaian kesepakatan strategis, mulai dari penghentian perang, pencabutan sanksi terhadap Iran, pembukaan kembali Selat Hormuz, hingga pembahasan masa depan program nuklir Teheran.
Kesepakatan tersebut diumumkan setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Iran menyatakan telah mencapai terobosan diplomatik yang diklaim dapat membuka jalan menuju stabilitas baru di Timur Tengah.
AS dan Iran Sepakat Akhiri Konflik Militer
Salah satu poin utama dalam MoU adalah penghentian seluruh operasi militer antara kedua negara secara langsung dan permanen.
Washington dan Teheran berjanji tidak akan memulai perang, melancarkan serangan militer, maupun menggunakan ancaman kekuatan terhadap satu sama lain. Kedua negara juga sepakat menghormati kedaulatan dan integritas wilayah masing-masing serta tidak mencampuri urusan domestik pihak lain.
Kesepakatan tersebut juga mencakup penghentian permusuhan di Lebanon yang selama ini menjadi salah satu arena ketegangan regional akibat konflik yang melibatkan Israel dan Hizbullah.
Perundingan Final Ditargetkan Rampung 60 Hari
Meski MoU telah berlaku, kedua negara masih harus menyelesaikan sejumlah isu penting melalui perundingan lanjutan.
Dokumen tersebut menetapkan bahwa Amerika Serikat dan Iran akan melakukan negosiasi intensif selama 60 hari untuk mencapai perjanjian damai permanen. Jangka waktu itu dapat diperpanjang apabila kedua pihak menilai masih diperlukan pembahasan tambahan.
Perjanjian final nantinya akan menjadi dasar hukum yang mengatur hubungan kedua negara pascakonflik dan menyelesaikan berbagai persoalan yang selama ini menjadi sumber ketegangan.
Selat Hormuz Dibuka, Blokade Laut AS Dihentikan
Kesepakatan ini juga membawa dampak besar bagi perdagangan energi global.
Amerika Serikat menyatakan akan mulai mencabut blokade laut terhadap Iran segera setelah penandatanganan MoU dan menuntaskan proses tersebut dalam waktu maksimal 30 hari.
Sebagai bagian dari kesepakatan, Iran berkomitmen menjamin keamanan jalur pelayaran komersial di kawasan Teluk Persia dan Teluk Oman selama sedikitnya 60 hari.
Pembukaan kembali Selat Hormuz menjadi salah satu poin paling krusial karena jalur tersebut merupakan rute utama pengiriman minyak dunia. Selama konflik berlangsung, ancaman gangguan di kawasan ini sempat memicu kekhawatiran terhadap stabilitas pasar energi internasional.
Iran Berpeluang Kembali Menjual Minyak ke Pasar Dunia
MoU juga membuka jalan bagi pelonggaran besar-besaran terhadap tekanan ekonomi yang selama bertahun-tahun membebani Iran.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Update Medali Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Raih 20 Medali, Cek Klasemennya!
- 2Dua Land Cruiser Disebut Bawa Rp480 Miliar ke Muktamar NU, Gus Lilur Kaitkan Rp180 Miliar dengan Nusron
- 3Jubir KPK: Kepala Kantor BPN Mojokerto adalah Istri dari Dirjen Kementerian ATR/BPN Lampri
- 4Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Nations League 25 September 2026
- 5Prediksi Italia vs Belgia 26 September 2026: Skor, H2H, Starting XI, dan Semua Prediksi
- 6Prediksi Skor Serbia vs Yunani di UEFA Nations League 2026-27: Starting XI, H2H, dan Semua Prediksi
- 7Presiden Suriah Bercanda dengan Trump: Kenapa Tak Beri New Jersey ke Israel?
- 8Prediksi Skor Belanda vs Jerman 25 September 2026: Debut Xavi dan Klopp
- 9Prabowo Undang Pakar dan Akademisi ke Istana, Diskusi Pengelolaan Gambut hingga Pencegahan Karhutla
- 10Aliran Dana Rp3,5 Miliar Waskita Karya ke Mantan Ketum Hipmi Akbar Himawan Sudah Masuk Gelar Perkara KPK








