Iran Tuduh AS Serang Fasilitas Air Minum, Sebut Kejahatan Perang yang Disengaja
AKURAT.CO Iran menuduh militer AS menyerang fasilitas penyimpanan air minum di wilayah selatan Iran menggunakan bom berpemandu presisi. Tuduhan tersebut muncul setelah media semi-resmi Iran, Mehr News Agency, mempublikasikan sejumlah foto yang diklaim memperlihatkan kerusakan pada tangki penyimpanan air akibat serangan rudal.
Menurut laporan tersebut, dua reservoir air berbahan beton di Distrik Bamani, Provinsi Hormozgan, menjadi sasaran serangan dan tidak lagi dapat beroperasi.
Direktur Utama Perusahaan Air dan Limbah Hormozgan, Abdul Hamid Hamzehpour, mengatakan dua fasilitas penyimpanan air dengan kapasitas gabungan 2.500 meter kubik mengalami kerusakan parah akibat serangan tersebut.
“Dua reservoir penyimpanan air beton dengan kapasitas total 2.500 meter kubik terkena rudal dan sepenuhnya tidak dapat digunakan,” ujar Hamzehpour seperti dikutip media Iran.
Pasokan Air untuk 10 Desa Terdampak
Otoritas Iran menyatakan fasilitas yang rusak itu memasok kebutuhan air minum bagi sekitar 10 desa di wilayah selatan negara tersebut. Pemerintah Iran menilai serangan terhadap infrastruktur sipil merupakan pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghei, mengecam keras dugaan serangan tersebut dan menyebutnya sebagai tindakan yang disengaja.
“Ini bukan kerusakan sampingan akibat perang. Ini adalah kejahatan perang yang direncanakan dan pelanggaran terang-terangan terhadap hak asasi manusia,” kata Baghei.
Iran juga menuding Amerika Serikat telah melanggar ketentuan Konvensi Jenewa yang melindungi fasilitas sipil selama konflik bersenjata.
Foto Pecahan Rudal Picu Kontroversi
Salah satu foto yang dipublikasikan media Iran memperlihatkan bagian yang diklaim berasal dari rudal berpemandu buatan Amerika Serikat. Namun hingga kini belum ada verifikasi independen yang dapat memastikan bahwa pecahan rudal tersebut benar-benar ditemukan di lokasi yang disebutkan.
Laporan CNN menyebutkan klaim tersebut masih belum dapat dipastikan secara independen.
AS Belum Beri Konfirmasi
Di tengah tuduhan tersebut, Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya pernah menyinggung kemungkinan serangan terhadap infrastruktur Iran, meski menegaskan dirinya tidak ingin menargetkan fasilitas yang dapat mengganggu kebutuhan dasar masyarakat.
“Saya lebih memilih tidak menyerang jembatan dan pembangkit listrik. Orang-orang tidak akan bisa mendapatkan air minum. Saya tidak ingin melakukan itu,” kata Trump dalam wawancara dengan Fox & Friends.
Sementara itu, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth saat ditanya mengenai kemungkinan penargetan infrastruktur sipil menyatakan bahwa militer Amerika akan menyerang target yang dianggap dapat mendukung operasi mereka.
Di sisi lain, Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengaku telah mengetahui laporan mengenai kerusakan fasilitas air sipil di Iran. Juru bicara CENTCOM, Kapten Timothy Hawkins, mengatakan pihaknya sedang meninjau informasi yang beredar terkait insiden tersebut.
Hingga kini, belum ada konfirmasi resmi dari Washington mengenai apakah fasilitas air minum yang disebut Iran benar-benar menjadi sasaran serangan militer AS.
Insiden ini berpotensi semakin memperburuk hubungan kedua negara yang sudah berada dalam kondisi tegang menyusul meningkatnya eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.
Sumber: JPost
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Soal Gugatan Syarat Pendidikan Gibran ke MK, Margarito Kamis: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan
- 2Link Live Score Indonesia vs Thailand Final FIFA ASEAN Cup 2026, Cek Skor dan Susunan Pemain Sekarang!
- 3Link Live Streaming Indonesia vs Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026, Nonton di Sini!
- 4Trump Siapkan Tambahan 10.000 Pasukan AS ke Timur Tengah, Senator Desak Kongres Hentikan Dana Perang Iran
- 5Kalender Jawa 5 Oktober 2026: Watak Weton Senin Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 6Link Live Streaming Indonesia vs Thailand Final FIFA ASEAN Cup 2026: Jam Berapa dan Tayang di Mana?
- 7Dokumen Pendidikan Gibran Dilaporkan ke Bareskrim, Keaslian Syarat Cawapres 2024 Jadi Sorotan
- 8Prediksi Skor Wales vs Denmark 5 Oktober 2026: Duel Ketat di Cardiff
- 9Presiden Prabowo: Satgas PKH Selamatkan Uang Negara Rp52 Triliun dalam Dua Tahun
- 10Prabowo Saksikan Penyerahan Hasil Penyelamatan Uang Negara Rp13,2 Triliun dari Satgas PKH








