Menlu Iran Tiba di Pakistan, Rundingan Damai Lanjutan Temui Titik Terang

AKURAT.CO Upaya diplomasi untuk meredakan konflik antara Amerika Serikat dan Iran mulai menunjukkan perkembangan positif setelah Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, tiba di Pakistan pada Jumat (24 April 2026) malam waktu setempat.
Kedatangan ini menjadi sinyal terbukanya kembali jalur negosiasi yang sebelumnya sempat menemui jalan buntu.
Seperti diketahui, Pakistan berperan aktif sebagai mediator dalam mempertemukan kembali kedua pihak yang terlibat konflik. Dari pihak Amerika Serikat, utusan khusus Steve Witkoff bersama Jared Kushner dijadwalkan hadir dalam perundingan lanjutan tersebut.
Baca Juga: Trump Enggan Akui Akan Akhiri Perang Karena Isu Pemilu: Itu Tidak Benar
Sebelumnya, negosiasi putaran kedua antara Washington dan Teheran mengalami kebuntuan, terutama akibat meningkatnya eskalasi di kawasan Selat Hormuz.
Jalur vital energi global itu menjadi titik panas konflik setelah kedua negara saling melakukan serangan terhadap kapal-kapal yang melintas.
Kondisi ini menyebabkan terganggunya arus distribusi energi dunia dan mendorong kenaikan harga minyak serta gas secara signifikan.
Kendati demikian, kehadiran delegasi tingkat tinggi dari kedua negara di Islamabad membuka peluang baru bagi tercapainya kesepakatan.
Pakistan dinilai memainkan peran strategis dalam menjaga komunikasi tetap berjalan di tengah ketegangan militer yang belum sepenuhnya mereda.
Meski ada optimisme, proses negosiasi masih dibayangi sejumlah tantangan, termasuk dinamika konflik yang melibatkan sekutu Amerika Serikat di kawasan serta potensi eskalasi baru yang dapat mengganggu jalannya dialog. Namun, langkah diplomatik ini tetap dipandang sebagai titik terang di tengah kebuntuan yang selama ini menghambat upaya perdamaian.
Baca Juga: Kabinet Pemerintahan Trump Pecah di Tengah Perang Lawan Iran
Perkembangan terbaru ini menunjukkan bahwa meskipun konflik bersenjata masih berlangsung, ruang untuk penyelesaian melalui jalur diplomasi belum sepenuhnya tertutup.
Dunia kini menaruh perhatian pada hasil perundingan di Islamabad, yang diharapkan mampu meredakan ketegangan dan membuka jalan menuju kesepakatan damai yang lebih permanen.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kecelakaan Maut di Afrika Selatan, 21 Orang Tewas dalam Tabrakan Tiga Kendaraan
- 2Terpukau Atmosfer Persija vs Persib di SUGBK, John Herdman: Belum Pernah Saya Rasakan
- 3Apa Itu Gempa Megathrust? Ini Wilayah Indonesia yang Berpotensi Terdampak
- 4Tokoh Partai Reformasi Britania Raya Balas Trump soal Irlandia Bersatu: Jangan Campuri Politik Inggris!
- 5Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 6Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Ini Sosok dan Perjalanan Kariernya
- 7ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 8Ismed Sofyan Puji Shin Tae-yong Usai Persija Kalahkan Persib, Putuskan Kebuntuan 3 Tahun
- 9Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 10Fahd A Rafiq Bersama Tujuh Tersangka OTT Summarecon Digiring ke Mobil Tahanan KPK





