Militer Iran Murka Kapal Iran Dibajak Amerika, Janji Balas Kontan!

AKURAT.CO Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali meningkat setelah kapal berbendera Iran dilaporkan dibajak dan disita oleh militer AS. Insiden ini memicu kemarahan dari jajaran militer Iran yang menilai tindakan tersebut sebagai pelanggaran serius terhadap gencatan senjata.
Komando militer gabungan tertinggi Iran menyatakan bahwa aksi penyitaan kapal itu berada di luar skema blokade laut yang sebelumnya diumumkan Washington. Otoritas Teheran menyebut langkah tersebut sebagai bentuk agresi baru di tengah upaya diplomasi yang masih berlangsung.
Korps Garda Revolusi Islam atau Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) menegaskan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam. Dalam pernyataan resminya, IRGC berjanji akan melakukan pembalasan atas apa yang disebut sebagai pembajakan bersenjata oleh militer AS.
Baca Juga: Negara Tetangga Indonesia Sampai Menderita Akibat Perang Iran, Sinyal HP Mati Total!
Sejumlah pengamat di Iran turut menyoroti eskalasi ini. Profesor Universitas Teheran, Zohreh Kharazmi, menilai bahwa langkah Washington menunjukkan ketidaksungguhan dalam proses perdamaian.
“Pada putaran serangan terakhir di Islamabad, persepsi Iran adalah bahwa Amerika tidak serius, karena mereka mundur di tengah pembicaraan,” ujarnya, Senin (20/4/2026).
Menurutnya, pengerahan tambahan kapal perang AS ke perairan sekitar Iran, termasuk kapal induk USS Abraham Lincoln (CVN-72), menjadi indikasi dimulainya fase baru tekanan militer terhadap Teheran.
Iran juga menilai bahwa penyitaan kapal tersebut dilakukan di luar wilayah yang secara resmi diumumkan sebagai area blokade. Karena itu, langkah tersebut dianggap sebagai pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata yang masih berlaku.
Baca Juga: Kiai Said Minta Kapal Indonesia Boleh Lewati Selat Hormuz: Umat Islam Indonesia Dukung Iran
Situasi ini mempertegas kekhawatiran bahwa konflik dapat kembali memanas, terutama di jalur strategis seperti Selat Hormuz yang menjadi urat nadi perdagangan energi global.
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi lanjutan dari Washington terkait insiden tersebut. Namun, dengan meningkatnya retorika keras dari kedua belah pihak, kawasan Timur Tengah kembali berada dalam bayang-bayang eskalasi yang lebih luas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Demo BEM UI 28 Oktober 2026: Cek Lokasi, Jadwal, dan Informasi Terbaru
- 2Cara Daftar BLT Kesra Rp900 Ribu Akhir Oktober 2026, Cek Tahapannya
- 3UMKM Indonesia Bidik Pasar Global, LPEI Tawarkan Pembiayaan hingga Konsultasi Ekspor
- 4Lineup Jazz Goes to Campus 2026 Lengkap, Ada Kahitna hingga Maliq & D'Essentials
- 5Survei IPO: Gerindra Memimpin, PSI yang Diperkuat Jokowi di Posisi Sembilan
- 6KPK Tegaskan Tak Sita atau Terima Pengembalian Rp40 Juta dari PCNU Terkait Muktamar NU
- 7Link Live Streaming Garudayaksa vs Persib Bandung Malam Ini, Klik di Sini!
- 8Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 9Auditor BPK Ungkap Enam Penyimpangan Yaqut Cholil Qoumas dalam Penetapan Kuota Haji Tambahan
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid di Kasus Suap HGB Summarecon




