Akurat Logo

Ini Dia Kehebatan Kapal Selam Ghadir Iran, Kendaraan Mungil yang Jago Pasang Ranjau di Selat Hormuz

Lufaefi | 10 April 2026, 08:20 WIB
Ini Dia Kehebatan Kapal Selam Ghadir Iran, Kendaraan Mungil yang Jago Pasang Ranjau di Selat Hormuz
Kapal selam Ghadir Iran (istimewa)

AKURAT.CO Ketegangan kawasan Timur Tengah kembali meningkat seiring dinamika konflik Iran–Israel dan dampaknya terhadap jalur pelayaran strategis dunia. Salah satu titik paling krusial adalah Selat Hormuz, yang menjadi urat nadi distribusi energi global. Di perairan sempit inilah Iran mengandalkan kapal selam mini kelas Ghadir sebagai bagian dari strategi pertahanannya.

Selat Hormuz merupakan jalur keluar-masuk utama dari Teluk Persia menuju Laut Arab. Lebar selat yang relatif sempit, lalu lintas kapal tanker yang padat, serta kondisi perairan yang kompleks menjadikannya wilayah ideal bagi taktik perang asimetris. Iran memanfaatkan karakter geografis ini melalui armada kapal selam kecil yang lincah dan sulit dideteksi.

Salah satu andalan utama adalah kapal selam kelas Ghadir yang dioperasikan oleh Islamic Revolutionary Guard Corps dan Angkatan Laut Iran. Meski berukuran mungil, kapal ini dirancang khusus untuk operasi di perairan dangkal seperti Selat Hormuz.

Dimensi Kecil, Daya Ancam Besar

Kapal selam Ghadir memiliki panjang sekitar 29 meter dengan bobot sekitar 120 ton. Ukurannya jauh lebih kecil dibanding kapal selam konvensional milik negara besar. Sebagai perbandingan, kapal selam nuklir kelas Ohio-class submarine milik Amerika Serikat memiliki panjang lebih dari 170 meter dengan bobot puluhan ribu ton.

Ukuran yang kecil justru menjadi keunggulan utama Ghadir. Ia mampu bermanuver di perairan dangkal dan sempit, termasuk mendekati dasar laut dengan kedalaman relatif rendah. Di Selat Hormuz yang kedalamannya terbatas dan lalu lintasnya padat, kondisi ini membuat kapal selam mini lebih sulit terdeteksi sistem sonar.

Baca Juga: Kesal Tak Dibantu Perang, AS Segera Keluar dari NATO!

Selain itu, kebisingan alami akibat lalu lintas kapal dan aktivitas industri lepas pantai di kawasan Teluk Persia turut membantu menyamarkan pergerakan kapal selam kecil seperti Ghadir.

Ahli Pasang Ranjau Laut

Keunggulan paling signifikan Ghadir bukan hanya pada torpedo, tetapi pada kemampuannya memasang ranjau laut. Dalam konteks Selat Hormuz, ranjau laut merupakan ancaman strategis yang sangat efektif. Jumlah ranjau yang relatif sedikit saja sudah cukup untuk mengganggu jalur pelayaran internasional dan memicu lonjakan biaya asuransi serta harga energi global.

Dengan kemampuan menyelam di perairan dangkal dan bergerak secara senyap, Ghadir dapat menempatkan ranjau di jalur strategis tanpa mudah terdeteksi. Operasi semacam ini bersifat defensif sekaligus memberi efek gentar (deterrence) terhadap pihak lawan.

Persenjataan dan Modernisasi

Selain ranjau, Ghadir dilengkapi tabung torpedo berdiameter 533 mm. Kapal ini dapat membawa torpedo berat produksi Iran seperti Valfajr. Iran juga pernah memperkenalkan konsep torpedo superkavitasi bernama Hoot, yang diklaim memiliki kecepatan sangat tinggi di bawah air.

Pada 2019, Iran mengumumkan uji coba peluncuran rudal jelajah anti-kapal Jask dari kapal selam mini tersebut. Kemampuan meluncurkan rudal jelajah dari bawah permukaan laut memperluas opsi taktis Ghadir, karena memungkinkan serangan terhadap kapal permukaan tanpa harus muncul sepenuhnya ke permukaan.

Adaptasi terhadap Lingkungan Teluk Persia

Sejumlah analis pertahanan menilai Ghadir merupakan hasil modifikasi dari kapal selam kelas Yono-class submarine asal Korea Utara yang kemudian disesuaikan dengan kebutuhan Iran.

Modifikasi tersebut diduga mencakup penyesuaian terhadap tingkat salinitas, arus laut, dan lapisan suhu di Teluk Persia. Faktor-faktor ini penting karena memengaruhi rambatan suara di bawah air, yang pada akhirnya berdampak pada efektivitas sonar aktif maupun pasif.

Dengan memahami karakteristik unik perairan Hormuz, Iran dapat memaksimalkan efektivitas kapal selam mini dalam strategi pertahanannya.

Baca Juga: Iran Tetap Siaga Penuh Meski Gencatan Senjata: Amerika Tak Bisa Dipercaya!

Jumlah dan Efek Psikologis

Jumlah pasti kapal selam Ghadir yang dimiliki Iran tidak sepenuhnya terbuka. Berbagai perkiraan menyebut Iran memiliki sekitar 20 hingga 23 unit yang dapat dioperasikan. Namun, dalam konteks strategi militer, jumlah bukan satu-satunya faktor penentu.

Keberadaan Ghadir di Selat Hormuz saja sudah cukup untuk meningkatkan risiko operasi militer pihak lawan. Dalam strategi perang asimetris, ancaman yang sulit diprediksi sering kali lebih efektif daripada kekuatan besar yang terlihat jelas.

Dengan dimensi kecil, kemampuan memasang ranjau, serta opsi torpedo dan rudal jelajah, kapal selam mini Ghadir menjadi simbol pendekatan pertahanan Iran di Selat Hormuz: tidak harus besar untuk menjadi ancaman, tetapi cukup lincah dan senyap untuk mengubah perhitungan strategis kawasan.

Sumber: Press TV.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Lufaefi
Reporter
Lufaefi
Lufaefi
Editor
Lufaefi