Kesal Tak Dibantu Perang, AS Segera Keluar dari NATO!

AKURAT.CO Presiden Amerika Serikat Donald Trump dikabarkan mempertimbangkan langkah drastis menarik AS keluar dari NATO. Wacana ini mencuat setelah aliansi pertahanan tersebut menolak terlibat dalam perang melawan Iran.
Isu tersebut dibahas dalam pertemuan tertutup antara Trump dan Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte di Gedung Putih, Rabu (8/4/2026).
Juru Bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, menegaskan bahwa opsi keluar dari NATO bukan sekadar ancaman politik. “Ini adalah sesuatu yang telah didiskusikan oleh presiden, dan akan terus dibahas dalam beberapa jam ke depan bersama Sekretaris Jenderal Rutte,” ujarnya kepada media.
Menurut Leavitt, Trump merasa frustrasi terhadap sikap sejumlah negara anggota NATO yang dinilai tidak memberikan dukungan signifikan dalam konflik terbaru dengan Iran. Presiden AS itu menilai beban pertahanan selama ini lebih banyak ditanggung Washington.
Dalam berbagai kesempatan, Trump bahkan melabeli NATO sebagai “macan kertas” karena dinilai tidak tegas dalam menghadapi eskalasi di Timur Tengah, termasuk soal pembukaan jalur strategis di Selat Hormuz.
Baca Juga: Gencatan Senjata, Israel Serang Lebanon: 254 Orang Terbunuh!
Selain itu, Trump juga dikabarkan kecewa atas pembatasan akses pasukan AS ke sejumlah pangkalan militer di Eropa. Ketegangan ini disebut-sebut memperburuk hubungan Washington dengan sekutu tradisionalnya.
Laporan The Wall Street Journal menyebut pemerintahan Trump tengah mengkaji opsi relokasi pasukan dari negara-negara anggota NATO yang dianggap kurang kooperatif ke negara yang lebih mendukung kebijakan militer AS.
Sementara itu, Mark Rutte berupaya menjaga komunikasi tetap terbuka. Usai pertemuan, ia menggambarkan pembicaraan dengan Trump berlangsung jujur dan terbuka.
Di sisi lain, Kementerian Luar Negeri AS menyatakan pembahasan juga mencakup koordinasi operasi militer terkait Iran serta upaya diplomatik mengakhiri perang Rusia-Ukraina.
Baca Juga: Survei: Mayoritas Warga AS Menginginkan Donald Trump Dimakzulkan dari Jabatannya
Langkah potensial keluarnya AS dari NATO memicu kekhawatiran luas mengenai stabilitas keamanan global. Jika benar terealisasi, keputusan tersebut akan menjadi perubahan paling signifikan dalam arsitektur pertahanan Barat sejak aliansi itu dibentuk pada 1949.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 3Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 4Timnas Indonesia U-17 Putri Selangkah Lagi ke Piala Asia 2027, Anya Gabriella Ingatkan Laga Krusial
- 5India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 6Jadwal BRI Liga 1 Pekan Ini Lengkap dengan Live Streaming, Ada Persib vs Dewa United
- 7Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 8Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 9Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi
- 10Pertemuan Prabowo dan El-Sisi Hasilkan Empat Kesepakatan Kerja Sama, Mulai Statistik hingga Kelautan



