Akurat Logo

Gencatan Senjata, Israel Serang Lebanon: 254 Orang Terbunuh!

Lufaefi | 10 April 2026, 05:55 WIB
Gencatan Senjata, Israel Serang Lebanon: 254 Orang Terbunuh!
Serangan Israel ke Lebanon Bunuh 254 Orang (istimewa)

AKURAT.CO Serangan besar-besaran dilancarkan Israel ke Lebanon pada Rabu (8/4/2026), di tengah pengumuman gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran. Sedikitnya 254 orang dilaporkan tewas akibat rentetan serangan udara tersebut.

Dinas pertahanan sipil Lebanon menyatakan korban terbanyak berada di ibu kota Beirut, dengan 91 orang meninggal dunia. Warga setempat menyebut sejumlah serangan terjadi tanpa peringatan evakuasi.

Militer Israel dilaporkan mengerahkan sekitar 50 jet tempur dan menghantam 100 target dalam waktu 10 menit. Serangan ini memicu ketegangan baru di kawasan, sekaligus menimbulkan pertanyaan atas keberlanjutan perundingan damai antara Iran dan United States yang dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat.

Ketua parlemen Iran, Mohammed Bagher Ghalibaf, menilai Israel telah melanggar ketentuan gencatan senjata dengan meningkatkan serangan terhadap kelompok Hezbollah yang bersekutu dengan Teheran.

“Dalam situasi seperti ini, gencatan senjata bilateral atau negosiasi menjadi tidak masuk akal,” ujarnya.

Baca Juga: Survei: Mayoritas Warga AS Menginginkan Donald Trump Dimakzulkan dari Jabatannya

Di sisi lain, Israel dan AS menegaskan bahwa kesepakatan gencatan senjata tidak mencakup wilayah Lebanon. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan operasi militer akan terus berlanjut.

“Kami akan mencapainya, baik melalui kesepakatan atau melalui pertempuran kembali,” kata Netanyahu seperti dikutip media Israel. Ia menambahkan, “Israel siap untuk kembali bertempur kapan saja.” Bahkan, ia menegaskan, “Jari berada di pelatuk.”

Wakil Presiden AS JD Vance menyebut Iran keliru memahami cakupan gencatan senjata. “Saya kira pihak Iran mengira gencatan senjata itu mencakup Lebanon, padahal tidak,” ujarnya kepada wartawan di Budapest.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump menyatakan Iran telah sepakat menghentikan pengayaan uranium. “AS akan, bekerja sama dengan Iran, menggali dan memindahkan seluruh ‘debu’ nuklir yang terkubur dalam,” tulis Trump di media sosial.

Namun, pihak Iran membantah telah menyetujui penghentian penuh program pengayaan uranium. Ghalibaf menegaskan Iran tetap memiliki hak melanjutkan pengayaan sesuai ketentuan yang disepakati.

Di tengah eskalasi ini, Iran juga dilaporkan melancarkan serangan balasan ke sejumlah fasilitas minyak di kawasan Teluk. Media pemerintah Iran menyebut serangan tersebut sebagai respons atas serangan terhadap kilang minyak di Pulau Lavan.

Baca Juga: Bagaimana Cara Menghentikan Pikiran Saat Ingin Tidur? Ini Cara Efektifnya

Meski kedua pihak sama-sama mengklaim kemenangan setelah lima pekan konflik, perbedaan mendasar mengenai isu nuklir dan cakupan gencatan senjata masih belum terselesaikan. Situasi ini mempertegas bahwa jeda perang yang diumumkan belum sepenuhnya meredakan ketegangan di Timur Tengah.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Lufaefi
Reporter
Lufaefi
Lufaefi
Editor
Lufaefi