Ribuan Warga Suriah Gelar Aksi Tolak Eksekusi Mati Tahanan Palestina

AKURAT.CO Sejumlah kota di Suriah dilanda demonstrasi besar-besaran yang menolak keputusan eksekusi terhadap sejumlah tahanan serta undang-undang Israel yang mengizinkan hukuman mati bagi tahanan Palestina.
Ribuan demonstran turun ke jalan membawa spanduk kecaman dan menuntut penghentian segera kebijakan tersebut. Mereka menilai eksekusi tahanan sebagai pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan norma kemanusiaan, serta berpotensi memperburuk situasi yang sudah tegang di negara itu.
Aksi unjuk rasa dilaporkan terjadi di berbagai wilayah, termasuk Damaskus dan sekitarnya, Daraa dan Quneitra di selatan, Homs dan Hama di wilayah tengah, Latakia di barat, serta Aleppo dan Idlib di utara.
Para demonstran menyerukan perlindungan hak-hak tahanan dan jaminan peradilan yang adil. Sejumlah aktivis dan organisasi hak asasi manusia juga mendesak intervensi internasional untuk menghentikan eksekusi serta melakukan investigasi transparan atas keputusan tersebut.
Baca Juga: Israel Sahkan Hukuman Mati Bagi Warga Palestina, Dunia Mengecam!
Hingga kini, belum ada penjelasan resmi yang komprehensif terkait alasan di balik kebijakan tersebut, yang dinilai semakin memicu ketidakpuasan publik dan meningkatkan potensi eskalasi aksi dalam beberapa hari ke depan.
Dalam aksi tersebut, massa juga menyuarakan penolakan terhadap undang-undang yang disahkan parlemen Israel, Knesset, yang memungkinkan eksekusi terhadap tahanan Palestina.
Berdasarkan laporan saksi dan video yang beredar di media sosial, demonstrasi berlangsung pada Selasa dan Rabu dengan jumlah peserta yang besar. Para demonstran membawa bendera Suriah dan Palestina serta menyerukan pencabutan undang-undang tersebut.
Massa juga menyatakan solidaritas terhadap warga Gaza yang, menurut mereka, telah mengalami serangan berkepanjangan sejak Oktober 2023. Sejumlah slogan yang disuarakan antara lain dukungan untuk Gaza serta kecaman terhadap kebijakan Israel.
Para peserta aksi berkomitmen melanjutkan demonstrasi dengan pawai di berbagai wilayah menggunakan kendaraan maupun berjalan kaki, seiring meningkatnya mobilisasi publik.
Sumber: Middleeastmonitor
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 3Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 4Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 5Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 6Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 7Timnas Indonesia U-17 Putri Selangkah Lagi ke Piala Asia 2027, Anya Gabriella Ingatkan Laga Krusial
- 8India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 9KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini
- 10Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi








