Akurat Logo

Polisi Israel Larang Tokoh Katolik Masuk Gereja dalam Misa Minggu Palma

Lufaefi | 30 Maret 2026, 10:30 WIB
Polisi Israel Larang Tokoh Katolik Masuk Gereja dalam Misa Minggu Palma
Tokoh Katolik Dilarang Masuk Gereja dalam Misa Minggu Palma (the Times of Israel)

AKURAT.CO Polisi Israel pada Minggu (29/3/2026) mencegah dua tokoh Katolik terkemuka memasuki Church of the Holy Sepulchre di Kota Tua Yerusalem untuk memimpin Misa Minggu Palma, memicu kecaman dari pemimpin agama dan sejumlah pejabat internasional.

Menurut pernyataan resmi, Pierbattista Pizzaballa dan Francesco Ielpo tengah menuju gereja secara pribadi tanpa prosesi publik ketika aparat menghentikan mereka. Polisi sebelumnya telah memberi tahu bahwa permohonan kunjungan ke lokasi tersebut tidak disetujui dengan alasan keamanan.

Minggu Palma menandai awal Pekan Suci dalam tradisi Kristen, memperingati peristiwa masuknya Yesus ke Yerusalem sebelum Paskah. Tahun ini, Paskah jatuh pada 5 April.

Baca Juga: Kapal Indonesia Diblokade Masuk Selat Hormuz, Karena Kapal Iran Pernah Dilelang Indonesia?

Kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyatakan bahwa pembatasan dilakukan karena ancaman keamanan menyusul konflik yang sedang berlangsung dengan Iran.

Dalam beberapa hari terakhir, rudal balistik yang ditembakkan Iran dilaporkan menargetkan area Yerusalem, dengan pecahan rudal jatuh tidak jauh dari kompleks gereja tersebut.

“Tidak ada niat jahat, hanya kekhawatiran atas keselamatan,” demikian pernyataan kantor perdana menteri, seraya menambahkan bahwa pemerintah tengah menyusun rencana agar para pemimpin gereja dapat beribadah secara terbatas dalam beberapa hari mendatang.

Sejak pecahnya perang pada 28 Februari, otoritas Israel menutup akses ke Kota Tua Yerusalem bagi non-penduduk dan membatasi pertemuan publik maksimal 50 orang, dengan syarat tersedia akses cepat ke tempat perlindungan. Pembatasan berlaku untuk seluruh situs suci utama, termasuk Western Wall dan Al-Aqsa Mosque.

Presiden Israel Isaac Herzog dilaporkan telah menghubungi Pizzaballa untuk menyampaikan penyesalan mendalam dan menegaskan komitmen Israel terhadap kebebasan beragama serta penghormatan terhadap status quo di tempat-tempat suci.

Kecaman juga datang dari luar negeri. Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni menyebut insiden tersebut sebagai pelanggaran terhadap kebebasan beragama. Menteri Luar Negeri Italia Antonio Tajani menyatakan langkah itu tidak dapat diterima dan memanggil duta besar Israel untuk meminta klarifikasi.

Pihak Patriarkat Latin dan Kustodi Tanah Suci menyebut keputusan polisi sebagai langkah yang tidak proporsional dan menyimpang dari prinsip dasar kebebasan beribadah, seraya menyampaikan kesedihan kepada umat Kristen di Tanah Suci dan di seluruh dunia.

Baca Juga: Iran Beri Sinyal Positif, Kapal Indonesia Siap Lewati Selat Hormuz

Kardinal Pizzaballa, 60 tahun, telah lama menetap di Yerusalem dan memimpin keuskupan yang mencakup Israel, Palestina, Yordania, Siprus, dan Gaza. Ia dikenal fasih berbahasa Ibrani dan selama ini berupaya menjaga hubungan baik dengan otoritas Israel dan Palestina di tengah konflik berkepanjangan.

Pemerintah Israel menyatakan bahwa dialog dengan otoritas gereja akan segera dilakukan guna mencari solusi yang menjamin keselamatan sekaligus menghormati praktik keagamaan selama Pekan Suci.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Lufaefi
Reporter
Lufaefi
Lufaefi
Editor
Lufaefi