Harga Bahan Bakar Melonjak Akibat Konflik Timur Tengah, Maskapai Asia Naikkan Tarif Tiket

AKURAT.CO Lonjakan harga bahan bakar akibat konflik di Timur Tengah mulai berdampak pada industri penerbangan Asia. Sejumlah maskapai menaikkan harga tiket, menyusun rencana darurat operasional, bahkan membatalkan sebagian perjalanan wisata kelompok.
Dilaporkan Bloomberg, maskapai di India telah menaikkan tarif penerbangan jarak jauh sekitar 15 persen dan sedang mempertimbangkan kenaikan tambahan jika harga bahan bakar terus meningkat.
Sementara itu, Vietnam Airlines meminta pemerintah Vietnam menghapus pajak lingkungan untuk bahan bakar jet guna membantu menjaga kelangsungan operasional maskapai. Perusahaan tersebut menyebut biaya operasional maskapai-maskapai Vietnam meningkat sekitar 60 hingga 70 persen akibat kenaikan harga bahan bakar serta kesulitan pemasok memenuhi permintaan.
Maskapai Air New Zealand juga telah menaikkan tarif tiket satu arah kelas ekonomi. Tarif penerbangan domestik naik sekitar NZ$10 (US$5,91), penerbangan internasional jarak pendek naik NZ$20, sementara penerbangan jarak jauh naik hingga NZ$90.
Menurut maskapai tersebut, harga bahan bakar jet yang sebelumnya berada di kisaran US$85–90 per barel sebelum konflik kini melonjak hingga US$150–200 per barel dalam beberapa hari terakhir.
Baca Juga: Imbas Perang Iran, Penerbangan Pemain Timnas Indonesia dari Eropa Bisa Terganggu
Kenaikan harga minyak dipicu oleh perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran, yang menyebabkan lonjakan harga energi global. Kondisi ini memicu gangguan pada industri perjalanan internasional dan menimbulkan kekhawatiran terhadap potensi perlambatan berkepanjangan dalam sektor pariwisata, termasuk kemungkinan maskapai harus mengurangi operasional atau bahkan menghentikan sementara sejumlah pesawat.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Senin mengatakan konflik tersebut kemungkinan akan segera berakhir. Pernyataan itu sempat memicu fluktuasi pasar energi, dengan harga minyak turun menjadi sekitar US$90 per barel pada Selasa setelah sempat mencapai puncak US$119 pada Senin.
Dampak konflik juga mulai terasa di sektor pariwisata Asia. Perusahaan perjalanan Korea Selatan HanaTour Service dilaporkan membatalkan sejumlah tur kelompok yang melibatkan penerbangan ke Timur Tengah, termasuk perjalanan ke Dubai maupun rute transit melalui kota tersebut menuju Eropa.
Perusahaan itu menyatakan membebaskan biaya pembatalan bagi pelanggan yang terdampak serta menghentikan seluruh paket wisata terkait Timur Tengah selama Maret.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kecelakaan Maut di Afrika Selatan, 21 Orang Tewas dalam Tabrakan Tiga Kendaraan
- 2Terpukau Atmosfer Persija vs Persib di SUGBK, John Herdman: Belum Pernah Saya Rasakan
- 3Apa Itu Gempa Megathrust? Ini Wilayah Indonesia yang Berpotensi Terdampak
- 4Tokoh Partai Reformasi Britania Raya Balas Trump soal Irlandia Bersatu: Jangan Campuri Politik Inggris!
- 5Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 6Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Ini Sosok dan Perjalanan Kariernya
- 7ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 8Ismed Sofyan Puji Shin Tae-yong Usai Persija Kalahkan Persib, Putuskan Kebuntuan 3 Tahun
- 9Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 10Fahd A Rafiq Bersama Tujuh Tersangka OTT Summarecon Digiring ke Mobil Tahanan KPK








