Warga Teheran Mulai Menimbun Kebutuhan Pokok di Tengah Serangan AS-Israel

AKURAT.CO Sejumlah warga Teheran melaporkan mulai menimbun bahan kebutuhan pokok akibat serangan yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran sejak 28 Februari 2026.
Nasrin, seorang penduduk, mengatakan, "Kami harus menyetok barang kebutuhan karena kami tidak tahu berapa lama ini [serangan] akan berlangsung." Ia menambahkan, "Kami khawatir akan kehabisan kebutuhan pokok jika tidak bersiap dari sekarang."
Harga-harga kebutuhan pokok di Teheran terus melonjak. Pouyo, seorang warga, menyebutkan, "Saya baru saja mengecek [harga], beras sekarang 625 toman [sekitar Rp2.500], padahal sebelum perang 530 toman [Rp2.120]." Ia menambahkan kenaikan harga paling terasa pada kentang.
Baca Juga: The Guardian Sebut Upaya AS Terapkan Skenario Venezuela di Iran Sebagai Ilusi
Shayan, warga Karaj, mencatat kenaikan tajam pada harga paket internet, terutama Starlink milik Elon Musk. "Sangat sulit sekarang untuk terhubung ke internet," katanya.
Omid, pemuda 26 tahun, mengungkapkan kekhawatirannya terkait lamanya serangan: "Awalnya saya berasumsi serangan seharusnya hanya menargetkan orang tertentu, seperti Ayatollah Ali Khamenei. Setelah itu seharusnya sudah berakhir, tapi ledakan terus terdengar hingga Selasa (3/3/2026) siang."
Maryam, yang berada di dekat area terdampak, menambahkan, "Serangan semalam sangat mengerikan. Rumah kami sampai bergetar. Beberapa orang sudah meninggalkan Teheran, tapi kami tetap di rumah. Jika kami tidak terbunuh, kami akan tetap di sini selama ada seruan protes di jalanan, dan saya akan keluar bersama keluarga untuk bergabung."
Organisasi kemanusiaan Bulan Sabit Merah Iran melaporkan sekitar 787 orang tewas sejak serangan AS dan Israel dimulai. Militer Israel menyatakan telah menargetkan kantor kepresidenan Iran serta sejumlah infrastruktur lainnya.
Baca Juga: Warga Tel Aviv Gelar Aksi Protes Tolak Perang terhadap Iran
Sebagai balasan, Iran melancarkan serangan rudal dan drone ke target militer dan pemerintah Israel, termasuk Tel Aviv, serta pangkalan militer AS di Qatar, Bahrain, Yordania, UEA, Kuwait, Oman, dan Arab Saudi.
Sejumlah warga melaporkan ledakan dan kepulan asap di Teheran dan area sekitarnya, sementara beberapa warga mencoba tetap tinggal meski risiko serangan meningkat. Situasi ini semakin memperburuk tekanan biaya hidup dan keterbatasan akses informasi akibat pemblokiran internet.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 7Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai





