Terbaru, Serangan Udara Israel Tewaskan 11 Warga Palestina di Tengah Gencatan Senjata
AKURAT.CO Serangan udara kembali mengguncang Jalur Gaza pada Minggu (15/2). Otoritas kesehatan Palestina melaporkan sedikitnya 11 warga Palestina tewas akibat rentetan serangan tersebut. Militer Israel menyatakan operasi dilakukan sebagai respons atas dugaan pelanggaran gencatan senjata oleh kelompok Hamas.
Tim medis di Gaza menyebut sebuah serangan udara menghantam kamp tenda yang dihuni keluarga pengungsi dan menewaskan sedikitnya empat orang. Serangan lain dilaporkan terjadi di wilayah Khan Younis, Gaza selatan, yang menewaskan lima orang. Satu korban jiwa lainnya dilaporkan tewas akibat tembakan di wilayah utara Gaza.
Serangan udara juga menyasar kawasan Tel Al-Hawa di Gaza City, dengan target yang disebut-sebut sebagai komandan kelompok Jihad Islam, sekutu Hamas.
Juru bicara Hamas di Gaza, Hamas melalui pernyataan Hazem Qassem, menuduh Israel melakukan “pembantaian baru” terhadap warga Palestina yang mengungsi. Ia menilai serangan itu sebagai pelanggaran serius terhadap kesepakatan gencatan senjata, hanya beberapa hari sebelum pertemuan perdana dewan perdamaian yang digagas Presiden AS Donald Trump.
Pihak militer Israel berdalih serangan yang dilakukan bersifat presisi dan sesuai hukum internasional. Mereka bahkan balik menuduh Hamas berulang kali melanggar perjanjian gencatan senjata yang disepakati sebelumnya. Menurut seorang pejabat militer Israel, serangan dilancarkan setelah militan diduga muncul dari terowongan dan melintasi “Yellow Line”, garis demarkasi yang ditetapkan dalam kesepakatan gencatan senjata untuk memisahkan area kendali.
Pejabat tersebut menyatakan bahwa kemunculan personel bersenjata di dekat posisi pasukan Israel di seberang garis itu merupakan pelanggaran terbuka terhadap gencatan senjata dan dinilai membahayakan pasukan di lapangan.
Israel dan Hamas selama ini saling menuding sebagai pihak yang melanggar kesepakatan gencatan senjata. Kesepakatan tersebut menjadi bagian penting dari rencana penghentian perang Gaza yang disebut sebagai salah satu konflik paling mematikan dalam sejarah panjang konflik Israel–Palestina.
Perang di Gaza meletus setelah serangan Hamas ke wilayah selatan Israel pada 7 Oktober 2023 yang menurut data Israel menewaskan lebih dari 1.200 orang. Sejak itu, operasi militer udara dan darat Israel di Gaza telah menewaskan lebih dari 72.000 orang, menurut data otoritas kesehatan Palestina.
Pejabat Amerika Serikat sebelumnya menyampaikan bahwa Washington berencana mengumumkan rencana rekonstruksi Gaza bernilai miliaran dolar serta skema pasukan stabilisasi dengan mandat PBB dalam pertemuan dewan perdamaian mendatang.
Kementerian Kesehatan Gaza menyatakan sedikitnya 600 warga Palestina telah tewas oleh tembakan Israel sejak kesepakatan gencatan senjata mulai berlaku. Sementara itu, pihak Israel menyebut empat tentaranya tewas akibat serangan kelompok militan di Gaza pada periode yang sama.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









