Dari Rapper ke Calon Perdana Menteri: Balen Shah Jadi Favorit di Pemilu Nepal

AKURAT.CO Lima bulan setelah gelombang demonstrasi besar yang dipimpin anak muda mengguncang Nepal dan menewaskan 77 orang, peta politik negara Himalaya itu berubah drastis. Aksi protes tersebut memaksa Perdana Menteri saat itu, K.P. Sharma Oli, mundur dari jabatannya.
Di tengah situasi itu, seorang rapper yang beralih menjadi politikus, Balendra Shah atau dikenal sebagai Balen, menulis pesan singkat di media sosial kepada generasi muda.
“Generasi kalian harus memimpin negara ini. Bersiaplah,” tulisnya.
Kini, menjelang pemilihan umum 5 Maret, pria 35 tahun itu disebut-sebut sebagai kandidat terkuat untuk menjadi perdana menteri Nepal berikutnya.
Sosok Populer di Kalangan Anak Muda
Balen mulai dikenal luas saat terpilih sebagai Wali Kota Kathmandu pada 2022. Sejak itu, popularitasnya terus meningkat. Sejumlah analis politik dan media lokal memprediksi ia menjadi pilihan utama publik untuk memimpin pemerintahan, menggeser dominasi elite politik lama.
Menurut pakar hukum tata negara di Universitas Kathmandu, Bipin Adhikari, nama Balen begitu populer hingga banyak bus yang menuju Kathmandu memasang stiker bertuliskan “Menuju Kota Balen”.
Jika terpilih, kemenangan Balen akan menjadi perubahan besar dalam politik Nepal yang selama ini didominasi partai-partai lama, seperti Partai Komunis Nepal (UML) pimpinan Oli dan Partai Kongres Nepal.
Balen maju melalui Partai Rastriya Swatantra (RSP), partai baru berhaluan tengah. Dalam manifestonya, RSP berjanji menjaga hubungan seimbang dengan dua negara tetangga raksasa Nepal, yakni China dan India.
Rekam Jejak sebagai Wali Kota
Sebagai Wali Kota Kathmandu, Balen fokus memperbaiki infrastruktur kota, termasuk pengelolaan sampah dan layanan kesehatan. Namun, ia juga menuai kritik. Organisasi HAM menuduhnya menggunakan aparat untuk menggusur pedagang kaki lima dan warga miskin tanpa tanah.
Balen mengundurkan diri dari jabatan wali kota pada Januari lalu untuk mengikuti pemilu nasional.
Berbeda dengan politisi senior Nepal, Balen jarang tampil di media arus utama. Ia lebih aktif di media sosial, dengan lebih dari 3,5 juta pengikut. Lewat unggahan singkat dan foto-foto kampanye—sering tampil dengan kacamata hitam khasnya—ia menjangkau pemilih muda secara langsung.
Analis politik Puranjan Acharya menilai kedekatan Balen dengan generasi muda menjadi kekuatan utamanya. Namun, ia mengingatkan bahwa memimpin negara bukan perkara mudah.
Latar Belakang Rapper
Balen lahir dari keluarga sederhana. Ayahnya seorang praktisi pengobatan tradisional Ayurveda, sementara ibunya ibu rumah tangga. Sejak muda ia menyukai puisi, yang kemudian berkembang menjadi kecintaan pada musik rap.
Terinspirasi rapper Amerika seperti Tupac Shakur dan 50 Cent, Balen dikenal lewat lagu-lagunya yang mengkritik elite penguasa Nepal. Salah satu lagunya yang terkenal, “Balidan” (Pengorbanan), dirilis pada 2019 dan telah ditonton lebih dari 12 juta kali di YouTube.
Lirik lagunya berbicara tentang keberanian menyampaikan kebenaran dan mengkritik kekuasaan.
Janji Kampanye Ambisius
Dalam kampanyenya, RSP berjanji menciptakan 1,2 juta lapangan kerja dan mengurangi migrasi tenaga kerja ke luar negeri. Selama ini, jutaan warga Nepal bekerja di luar negeri karena sulitnya mendapatkan pekerjaan dengan upah layak di dalam negeri.
Partai ini juga menargetkan peningkatan pendapatan per kapita dari 1.447 dolar AS menjadi 3.000 dolar AS dalam lima tahun. Selain itu, mereka berjanji menggandakan ukuran ekonomi Nepal hingga mencapai 100 miliar dolar AS serta menyediakan jaminan kesehatan bagi seluruh warga.
Namun, sejumlah analis menilai keberhasilan Balen nantinya sangat bergantung pada tim dan para ahli yang mendampinginya. Sistem birokrasi Nepal dinilai masih lemah dan sarat korupsi.
“Dia butuh tim yang kuat dan dukungan luas. Tanpa itu, ia akan sulit bekerja efektif,” kata Acharya.
Pemilu 5 Maret akan menjadi penentu apakah gelombang perubahan yang didorong generasi muda benar-benar mampu mengubah arah politik Nepal.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









