Anggota Kongres AS Keturunan Somalia Disemprot Cairan Berbau Kimia saat Dialog Publik

AKURAT.CO Anggota Kongres Amerika Serikat dari Minnesota, Ilhan Omar, menjadi sasaran serangan cairan misterius saat menggelar forum dialog publik (town hall) di Minneapolis, Selasa (waktu setempat). Kepolisian Minneapolis menyatakan seorang peserta menyemprotkan cairan menggunakan alat suntik ke arah Omar.
Meski diserang, Omar dilaporkan tidak mengalami luka dan tetap melanjutkan acara. “Saya baik-baik saja. Saya penyintas, dan provokator kecil ini tidak akan mengintimidasi saya dalam menjalankan tugas,” tulis Omar melalui akun media sosial X.
Seorang jurnalis BBC yang berada di lokasi menyebut cairan yang disemprotkan tersebut berbau asam dan menyerupai bahan kimia. Polisi belum mengungkap secara rinci kandungan cairan tersebut dan masih melakukan pemeriksaan forensik.
Pelaku diketahui bernama Anthony James Kazmierczak (55). Ia telah ditangkap dan didakwa atas tuduhan penyerangan tingkat tiga, serta saat ini ditahan oleh otoritas setempat.
Usai insiden, Omar yang berasal dari Partai Demokrat menyampaikan kepada para hadirin bahwa acara akan tetap dilanjutkan. “Kita akan terus melangkah. Kita kuat sebagai Minnesota,” ujarnya.
Seorang peserta acara, Alfred Flowers Jr, mengatakan ia menghormati keberanian Omar yang tetap bertahan dan menyelesaikan dialog publik tersebut.
Rekaman video dari lokasi menunjukkan petugas keamanan berteriak meminta jalan saat mengamankan pelaku dan mengeluarkannya dari ruangan. Saat digiring keluar, pelaku terdengar mengatakan bahwa Omar telah “mengadu domba” masyarakat, meski maksud pernyataan tersebut belum jelas.
Wali Kota Minneapolis, Jacob Frey, mengecam insiden tersebut. Dalam pernyataan di media sosial, ia menegaskan bahwa kekerasan dan intimidasi tidak memiliki tempat di Minneapolis serta tidak akan ditoleransi.
Ilhan Omar mencatat sejarah pada 2019 sebagai warga Amerika keturunan Somalia pertama, perempuan kelahiran Afrika pertama, serta salah satu dari dua perempuan Muslim pertama yang terpilih menjadi anggota Kongres AS.
Acara tersebut merupakan bagian dari agenda rutin town hall Omar dan dihadiri sekitar 100 orang. Forum ini digelar di tengah meningkatnya ketegangan terkait penegakan imigrasi federal, menyusul dua kasus penembakan fatal terhadap warga negara AS oleh aparat imigrasi sepanjang bulan ini.
Pada Januari, seorang petugas imigrasi menembak mati warga negara AS bernama Renee Good. Pekan lalu, warga negara AS lainnya, Alex Pretti, juga tewas ditembak setelah dihentikan petugas perbatasan, memicu protes publik.
Dalam forum tersebut, Omar menyerukan pembubaran Badan Penegakan Imigrasi dan Bea Cukai (ICE) serta meminta Menteri Keamanan Dalam Negeri AS Kristi Noem mundur atau dimakzulkan. Tak lama setelah pernyataan itu, serangan terjadi.
Sejumlah pejabat sempat meminta Omar menghentikan acara demi keamanan, namun ia menolak dan memilih melanjutkan dialog. “Kita akan terus berbicara. Tolong beri saya sepuluh menit. Jangan biarkan mereka mengambil alih panggung,” katanya.
Ketegangan politik di Minnesota turut dikaitkan dengan hubungan panas antara Omar dan Presiden AS Donald Trump. Trump kerap melontarkan kritik keras terhadap Omar, termasuk pernyataan kontroversial yang menyebutnya sebagai tokoh “radikal”.
Minnesota sendiri merupakan negara bagian dengan populasi imigran Somalia terbesar di Amerika Serikat. Menanggapi penembakan terbaru, Trump pada Selasa menyatakan pemerintahannya akan “sedikit meredakan” situasi di Minnesota.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








