AKURAT.CO Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un memecat seorang wakil perdana menteri kabinet karena dinilai tidak bertanggung jawab dalam proyek modernisasi sebuah pabrik mesin. Media pemerintah melaporkan pemecatan itu pada Selasa, dalam langkah yang jarang dilakukan secara terbuka menjelang kongres penting partai berkuasa.
Menurut Kantor Berita Pusat Korea (KCNA), Kim Jong-un memberhentikan Wakil Perdana Menteri Yang Sung-ho “di tempat” saat menghadiri upacara peresmian tahap pertama proyek modernisasi Kompleks Mesin Ryongsong pada Senin.
Dalam laporannya, KCNA mengutip pernyataan Kim yang menyebut proyek tersebut “mengalami berbagai kesulitan dan menimbulkan kerugian ekonomi yang tidak sedikit akibat kekacauan buatan manusia yang sebenarnya tidak perlu.”
Proyek modernisasi Kompleks Mesin Ryongsong merupakan bagian dari rencana Kim Jong-un untuk memajukan industri permesinan nasional, yang dicanangkan dalam Kongres Kedelapan Partai Pekerja Korea (WPK) pada 2021.
Kim juga menuding Yang melontarkan “ucapan dan tindakan yang tidak pantas” yang dinilai sebagai upaya mengejek pusat kepemimpinan partai. Ia menegaskan Yang tidak layak menduduki jabatannya.
Yang Sung-ho sebelumnya menjabat Menteri Industri Permesinan sebelum dipromosikan menjadi wakil perdana menteri yang membawahi sektor tersebut. Ia juga tercatat sebagai anggota alternatif Politbiro WPK.
Teguran dan pemecatan terbuka terhadap seorang wakil perdana menteri ini dinilai sebagai upaya Kim untuk memperketat disiplin di kalangan pejabat ekonomi menjelang Kongres Kesembilan Partai Pekerja Korea. Dalam kongres tersebut, rezim diperkirakan akan memaparkan visi pembangunan ekonomi sekaligus melakukan perombakan pejabat.
Kim menyebut partai terpaksa menurunkan tim ahli untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proyek Ryongsong. Hasil peninjauan menemukan sekitar 60 persoalan akibat pelaksanaan yang buruk. Ia juga menuduh pejabat kabinet terkait saling melempar tanggung jawab dan lebih mementingkan perlindungan diri.
KCNA mengutip pernyataan Kim yang mengatakan bahwa partai telah mengambil “keputusan tegas” untuk memutus praktik lama yang masih menggantungkan harapan pada pihak-pihak yang terbiasa dengan sikap pesimistis, tidak bertanggung jawab, dan pasif, sebagai titik awal bagi terobosan dan pembangunan ke depan.
Di sisi lain, Kim Jong-un menetapkan target modernisasi tahap berikutnya untuk kompleks tersebut, serta merinci berbagai tugas guna mendorong pengembangan industri permesinan nasional.
Kompleks Mesin Ryongsong yang terletak di Provinsi Hamgyong Selatan merupakan salah satu pabrik permesinan utama Korea Utara, yang memasok peralatan bagi sejumlah tambang penting dan fasilitas industri lainnya.