Menteri Transportasi Spanyol Merasa Aneh dengan Tabrakan Kereta Cepat di Spanyol yang Tewaskan 21 Orang

AKURAT.CO Sedikitnya 21 orang tewas dalam kecelakaan yang melibatkan dua kereta cepat di wilayah selatan Spanyol, Minggu (19/1). Otoritas setempat memperingatkan jumlah korban jiwa masih berpotensi bertambah seiring proses evakuasi yang terus berlangsung.
Menteri Transportasi Spanyol, Oscar Puente, mengatakan lebih dari 30 orang saat ini dirawat di rumah sakit dengan luka serius. Layanan darurat Andalusia mencatat total sedikitnya 73 orang mengalami luka-luka akibat insiden tersebut.
Kecelakaan terjadi di dekat Kota Adamuz, tak jauh dari Cordoba, ketika sebuah kereta cepat rute Malaga–Madrid anjlok dari rel dan masuk ke jalur lain, kata operator jaringan kereta Adif. Kereta tersebut kemudian bertabrakan dengan kereta lain yang melaju dari Madrid menuju Huelva.
Puente menyebut insiden itu “sangat aneh” karena kereta anjlok di lintasan lurus yang baru direnovasi pada Mei tahun lalu. Hingga kini, penyebab kecelakaan belum diketahui dan hasil penyelidikan diperkirakan baru akan diperoleh setidaknya dalam satu bulan.
Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez menyatakan negaranya akan menghadapi “malam penuh duka mendalam” akibat tragedi tersebut.
Perusahaan kereta swasta Iryo menyatakan sekitar 300 penumpang berada di dalam kereta yang pertama kali anjlok, sementara kereta lainnya yang dioperasikan Renfe membawa sekitar 100 penumpang.
Wali Kota Adamuz, Rafael Moreno, yang menjadi salah satu orang pertama di lokasi kejadian, menggambarkan kecelakaan itu seperti “mimpi buruk”.
Rekaman dan foto dari lokasi menunjukkan rangka kereta yang terpelintir, menyulitkan petugas dalam mengevakuasi korban. Kepala Pemadam Kebakaran Cordoba, Francisco Carmona, mengatakan tim penyelamat harus bekerja dalam kondisi ekstrem.
“Kami bahkan harus memindahkan jenazah untuk bisa menjangkau korban yang masih hidup. Ini pekerjaan yang sangat sulit,” ujarnya kepada RTVE.
Adif menyatakan kecelakaan terjadi sekitar 10 menit setelah kereta berangkat dari Malaga pada pukul 18.40 waktu setempat. Perusahaan membuka pusat informasi bagi keluarga korban di sejumlah stasiun, termasuk Atocha, Seville, Cordoba, Malaga, dan Huelva.
Seluruh layanan kereta antara Madrid dan Andalusia dihentikan sementara dan dipastikan tidak beroperasi hingga Senin. Terminal tetap dibuka sepanjang malam untuk melayani penumpang terdampak.
Kereta yang terlibat dalam kecelakaan tersebut merupakan tipe Freccia 1000, yang mampu melaju hingga kecepatan maksimum 400 kilometer per jam, menurut perusahaan kereta Italia Ferrovie dello Stato.
Palang Merah Spanyol mengerahkan layanan darurat ke lokasi kejadian serta memberikan pendampingan psikologis kepada keluarga korban.
“Keluarga berada dalam kecemasan tinggi akibat minimnya informasi. Ini adalah momen yang sangat menyedihkan,” kata Miguel Ángel Rodríguez dari Palang Merah.
Sejumlah pemimpin dunia, termasuk Raja Spanyol Felipe VI dan Ratu Letizia, Presiden Prancis Emmanuel Macron, serta Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen, menyampaikan belasungkawa atas tragedi tersebut.
Spanyol sebelumnya juga pernah mengalami kecelakaan kereta cepat terburuk pada 2013 di Galicia, yang menewaskan 80 orang dan melukai 140 lainnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









